
Semoga filing ku benar bahwa dirinya anakku. Ada seberkas sinar kebahagiaan yang di rasakan Arkana tak sia-sia ia kembali ke Indonesia untuk mencari kebenaran tentang kehamilan Rikha. Sebelum kepulangan Arkana ke indonesia ia sudah menyuruh seseorang agar mencari informasi tentang kehamilan Rikha dan Kiara dugaannya selama ini benar adanya bahwa Rikha saat itu hamil anaknya.
'Aku tak sia-sia mengerahkan anak buah ku untuk mencari keberadaan mereka, dugaan ku tepat bahwa anak itu anakku? tapi siapa namanya? mudah-mudahan Rikha memberikan nama kepadanya nama yang bagus.'
Arkana masih terpekur menatap wajah Kiara yang tertidur pulas dengan wajah damainya Kiara.
Kedua orangtuanya merasa heran melihat sikap hangatnya Arkana kepada Kiara.
"Ka? kamu bisa senyakin begitu kalau anak ini anakmu? sedangkan kamu sendiri belum pernah menikah?" tanya Dewi dengan suara pelan takut menggangu tidurnya Kiara.
"Nanti akan Arkana jelaskan semuanya setelah tes DNA keluar," jawab Arkana dengan senyum dan mengelus punggung tangan Dewi.
"Kapan tes itu akan keluarnya pasti lama, sekarang saja kamu katakan pada kami?" pinta Dewi dan di anggukan kepala oleh Wijaya.
"Menurut Dokter Lucky hasilnya akan keluar dalam dua minggu," terangnya lagi.
"Lama sekali, padahal Ibu mengharap anak ini adalah cucunya Ibu dan Ayah mu."
"Doakan semoga benar."
"AMIN"
****
Keesokan harinya keluarga Joni di hebohkan dengan ketidak pulangnya Kiara membuat Joni merasa panik.
"Pah, anak itu pergi kemana lagi! dari kemarin sampai pagi begini belum juga pulang? sukanya bikin orang tua cemas saja! atau jangan-jangan dia kabur lagi! karena gak mau menikah dengan David?!" ucap Rikha dengan melipat kedua tangannya di atas perutnya.
"Hus! kalau ngomong jangan asal ucap. Papa percaya pada Kiara, ia tak akan pernah melakukan hal itu?" jelas Joni.
"Terus?! kalau dia tidak kabur! dia kemana sampai sekarang belum pulang."
"Papa mau telpon David dulu siapa tau dia tau keberadaan Kiara," seru Joni dengan merongoh saku celananya untuk mengambil ponselnya membuat Rikha mengerutkan keningnya heran.
"Apa hubungannya dengan David?! Papa! jangan buat masalah dengan keluarga Xander," tuturnya.
Joni hanya menghela nafasnya susah kalau berurusan dengan yang namanya wanita maunya menang sendiri tak perduli dirinya yang salah. Joni faham atas kelakuan Rikha yang selalu mementingkan egonya sendiri.
"Mama? Kiara kemaren pamit sama Papa mau ketemuan sama David? jadi kemungkinan David tahu keberadaan Kiara?!" terangnya lagi dengan menahan emosinya yang hampir meledak.
__ADS_1
"Kenapa gak mau ngomong dari tadi sih!" protesnya dengan wajah masam.
"Cepetan telpon David."
Joni hanya tersenyum mengangguk dan segera menelpon David untuk menanyakan Kiara, tak lama sambungan telepon tersambung dan di angkat oleh David.
"Siapa sih! pagi-pagi buta sudah menelpon ku? " kesal David yang masih tidur di kasur empuknya, dengan malas ia meraih ponselnya yang tergeletak di nakas.
David memicingkan matanya ketika melihat layar ponselnya, mau ngapain Om Joni menelponku? pasti mau menanyakan prihal pernikahan kita, gumamnya dalam hati ia hangar duga-duga saja yang belum tau kebenarannya apa.
"Hallo?! ada apa Om?" tanyanya dengan suara datarnya.
"Gini Nak David, Om mau menanyakan...."
"Om kalau mau menanyakan tentang pernikahan kami, lebih baik Om tanyakan pada Mama ku saja."
"Bukan itu."
"Lalu?! apa?" membuat David mengerenyit heran kalau bukan menanyakan hal ini terus, mau nanya apa? sepertinya Om Joni merasa cemas dan khawatir, batin David.
"Kemarin Nak David jadi ketemuannya dengan Kiara?"
Pertanyaan Joni membuat David terkejut memang ia sudah membatalkan rencana untuk bertemu Kiara karena ada metting mendadak yang tidak bisa di undurkan lagi. David pun sudah mengabari Kiara agar tidak jadi pergi untuk menemuinya.
"Kiara dari kemarin belum pulang sampai saat ini," jawab Joni dengan nafas berat.
"Apa?!" teriak David yang membuat dirinya merasa bersalah sudah membatalkan rencana untuk bertemu Kiara.
"Iya Nak, ponselnya pun tak aktif. Om khawatir ia kenapa-kenapa."
Mendengar jawaban itu David hanya diam ia mulai berpikir mungkin dia pergi karena tidak mau menikah dengan pria buta seperti aku? bahkan chat aku kemarin tidak ia balas. Jadi jelas semuanya' Kiara mengunakan kesempatan ini untuk ia pergi.
"Soal Kiara yang tidak pulang, itu bukan urusan saya lagi Om. Bahkan pesan saya tidak di jawabnya kemungkinan besar dia kabur menghindari pernikahan kami," ucap David dengan nada mengejek.
"Gak mungkin Kiara melakukan hal yang bodoh! bukankah ia sendiri yang menerima perjodohan ini, jadi jangan berburuk sangka kepada Kiara Nak David," tegas Joni yang mulai tersulut emosi.
"Ya sudah kalau Nak David tidak tau Kiara dimana, biar Om yang akan mencarinya," ucap Joni dan menutup sambungan teleponnya.
"David tau dimana Kiara?" tanya Rikha yang harap-harap cemas, dirinya bukan mencemaskan keselamatan Kiara. Namun mencemaskan suntikan dana yang sudah di berikan oleh keluarga Xander yang sewaktu-waktu dapat di ambil lagi karena batal perjodohan ini. Ibu macam apa dia yang tak perduli dengan keselamatan anaknya sendiri.
__ADS_1
"Kita cari Kiara sekarang Pah, Mama gak mau hidup melarat," celetuknya membuat Joni menatap wajah Rikha yang tak percaya bisa-bisanya dia bicara seperti itu.
"Keterlaluan kamu Mah," sungut Joni dengan pergi meninggalkan Rikha.
****
"Kak David kenapa wajahmu murung sekali?!" ledek Devina dengan menaik turunkan alisnya.
Yang di tanya malah diam saja, tanpa melihat ke arah Devina membuat Devina mendengus kesal terhadap David.
"Kakak!" semprot Devina lagi membuat David menatapnya tajam.
"Ngapain sih! ganggu Kakak, pergi sana!" usir David kepada Devina.
"Kalian berdua pada ribut, ngeributin apaan?!" tanya Rita dengan menghampiri kedua anaknya yang sedang beradu mulut.
"Tuh! Kak David. Aku tanya baik-baik malah menjawabnya dengan ketus," Rajuk Devina pada Rita.
"Kamu kenapa Sayang? kok Adeknya di marahin? kasian, coba katakan sama Mama ada apa?!" tanya Rita dengan senyum hangatnya.
David menghela nafasnya sebelum mengatakan bahwa Kiara hilang, setelah merasa tenang David mulai bicara," Mah, Kiara hilang! dari kemarin dan sampai sekarang masih belum pulang," kata David.
"Apa! hilang!" jawab mereka serempak.
"Kok bisa! hilangnya dimana? kapan kejadiannya? hilangnya kenapa!" Rita memberondong pertanyaan yang mengkhawatirkan keadaan Kiara.
"Mungkin dia kabur karena tidak mau menikah dengan ku?!" ucap David dengan menggangkat kedua bahunya.
"Jangan ngaco ah, mungkin dia pergi ke rumah temannya atau ada urusan penting," bela Rita ia tak terima bila calon mantunya di jelek-jelek kan walaupun anaknya sendiri. Baginya Kiara berbeda dari yang lainnya, menurut Rita Kiara anak yang spesial.
"Belain dia terus! sudah tau keluarga mereka hanyalah benalu yang numpang hidup enak pada kita," jawab David yang tak suka bila Mamanya selalu memuji Kiara yang menurut David berlebihan.
"Mama tau kok, Kiara anaknya tak seperti yang kamu katakan, Mama tak akan pernah tahu yang sebenarnya bila tak melihatnya dengan mata kepala sendiri," ujarnya dengan menatap langit-langit kamar David.
David menatap wajah Rita yang sedih karena masih teringat jelas atas perlakuan Rikha terhadap Kiara.
"Mama jangan termakan dengan sikap polos dan lugu yang Kiara tunjukan. Itu semuanya palsu," David berusaha menyakinkan Mamanya agar jangan termakan bujuk rayunya Kiara.
"Tidak! Mama tidak percaya atas tuduhan kamu terhadap Kiara, percayalah sama Mama."
__ADS_1
"Jangan paksa aku Mah," seru David dan berlalu begitu saja tanpa menghiraukan ucapan Rita.
"Kamu akan menyesali apa yang kamu katakan tentang Kiara karena itu semua salah," teriak Rita yang harus menjelaskan bagaimana lagi agar anaknya percaya.