
Netra Medina menelisik menatap langit-langit rumah sakit. Dari tadi ia tak bisa tidur.
Sungguh aku tak membenci suamiku, Hanya saja aku tak ingin melihat mukanya.
Muka itu seperti sedang menertawakan aku. Bayangan itu selalu muncul di otakku setiap melihat muka suamiku.
Perasaan itu timbul dengan sendirinya di hati Medina. Kalau di tanya sayang. Dia sangat menyayangi suaminya.
***
Sebelum Firo masuk keruangan istrinya. Firo lebih dulu berkonsultasi dengan dokter kandungan yang menangani Medina.
Menurut Dokter itu, Hal yang dialami istrinya masih hal yang wajar karena adanya hormon progesteron yang menyebabkan perubahan suasana hati ibu hamil. Dokter itu juga menyarankan agar Firo selalu menjaga mood istrinya. Untuk sementara Firo harus bersabar menghadapi istrinya.
Hari ini Medina di perbolehkan pulang. Firo sangat senang. Suasana di rumah sakit membuatnya tak bisa tidur.
***
"Honey,"
Firo berdiri mematung di depan pintu memanggil istrinya. Ia takut istrinya menyuruhnya pergi lagi.
"Apa aku boleh masuk?" tanya Firo pelan.
"Masuklah, sayang"
Medina melihat suaminya. Namun hanya sebentar, lalu memalingkan mukanya lagi.
Aku harus bersabar. batin Firo.
Firo berjalan mendekati istrinya.
"Hari ini kita akan pulang ke rumah," ucap Firo mendudukkan pantatnya di kursi. Duduk di dekat istrinya.
"Aku tidak mau pulang ke rumah ayahmu," tukas Medina.
Firo menggeser sedikit kursinya agar lebih mendekat lagi.
"Kalau kamu tidak mau pulang ke rumah itu. Lalu kamu mau pulang kemana?" tanya Firo.
Pelan-pelan ia mendekati istrinya yang dari tadi tidak melihatnya.
Sebenarnya Firo ingin bertanya banyak bagaimana istrinya bisa selamat dari Sony. Namun demi menjaga mood istrinya. Diurungkannya niatnya itu. Mungkin bukan saatnya dia bertanya banyak kepada istrinya.
"Aku ingin pulang ke rumah ibuku," ucap Medina.
Firo baru sadar dia belum memberitahukan kepada mertuanya kalau Medina masih hidup. Orang yang mengetahui Medina masih hidup hanya dirinya dan Shaka. Bahkan Tuan Bram sendiri belum mengetahuinya.
"Oh, aku lupa memberitahu ibu kalau kamu masih hidup, Honey! Kalau begitu aku akan mengantarkanmu ke rumah Pak Joko. Aku akan mengijinkan mu tinggal di sana," ucap Firo begitu bersemangat.
__ADS_1
Medina menggeleng.
"Aku ingin tinggal bersama ibu kandungku, Aku ingin mencarinya," ucap Medina.
Firo terperanjat dengan ucapan istrinya. Firo baru ingat kalau Bu Sari hanyalah ibu angkat Medina.
"Apa ibu kandungmu masih hidup? Kenapa baru sekarang mengatakannya? Kalau begitu aku akan mencarinya" ucap Firo.
Medina ingin sekali berkata banyak kepada suaminya. Tapi entah mengapa hatinya belum siap menceritakan semuanya kepada Firo. Dia masih butuh waktu.
"Siapa nama ibu kandungmu, Honey? Di mana alamat rumahnya? Aku akan mencarinya," ucap Firo.
Firo benar-benar antusias pasalnya ia baru mengetahui kalau istrinya masih mempunyai ibu kandung.
"Nama ibuku Vika Alister, Aku ingin kamu mencarinya. Aku sudah lupa alamat ibuku," ucap Medina.
Sementara Shaka sedang menuju ruang inap Medina tidak sengaja mendengar percakapan mereka berdua dari luar.
"Apa?"
Tiba-tiba Shaka masuk ke ruangan itu tanpa permisi.
"Maaf aku masuk tanpa permisi," ucap Shaka menggaruk rambutnya yang tak gatal.
Mereka berdua menoleh ke arah Shaka.
"Ah.. dia baik-baik saja barusan dia sudah siuman hanya masih proses pemulihan. Kata perawat dia harus banyak istirahat" sahut Shaka.
"Aku harus berterima kasih kepada Agung karena sudah menyelamatkan istriku," ucap Firo.
Shaka duduk di sofa yang ada di ruangan itu,"Dia baik-baik saja, ada perawat yang menjaganya".
Shaka melihat ke arah Medina.
"Sebentar, tadi aku sepertinya mendengar kamu menyebut nama seseorang yang aku kenal," ujar Shaka.
Shaka melihat Medina lagi.
Firo yang melihat itu langsung menutupi Medina dari pandangan Shaka, "Kenapa kamu menatap istriku?" ucapnya.
Cukup makanannya saja ia bagi. Tapi tidak dengan istrinya. batin Firo.
"Tidak perlu seperti itu, lagian aku tak menyukai istrimu.. hanya saja... " ucapan Shaka terpotong.
"Hanya saja apa?" Firo terlihat marah.
Dulu memang Shaka sempat menyukai Medina. Namun bagi Shaka dia tak benar-benar menyukai Medina, Karena wajah Medina sangat mirip dengan mantan tunangannya, Shinta yang sudah meninggal.
Shaka tahu Firo sangat menyayangi Medina. Begitu pula sebaliknya. Shaka tak berminat sedikitpun mengambil Medina, walaupun selera Shaka dan Firo hampir sama.
__ADS_1
"Hanya saja wajah istrimu mengingatkan aku kepada, Shinta. Tunangan ku yang sudah meninggal" ucap Shaka.
Mata Medina terbelalak, ia baru ingat dulu Shaka sempat bilang kalau wajahnya mirip sekali dengan tunangannya.
Firo menahan emosinya.
"Tunggu," sela Shaka, " Apa tadi kamu menyebut nama Vika Alister?" ucapnya kepada Medina.
Medina yang dari tadi dalam posisi tiduran langsung bangun dan duduk di kasurnya. Firo duduk di kursi tunggu sebelahnya.
"Iya, Vika Alister adalah nama ibu kandungku. Apa kamu mengenalnya?" tanya Medina sangat antusias.
Shaka terdiam sementara, "Apa?" kata itu yang keluar dari mulutnya.
Dulu saat masih berhubungan dengan Shinta. Nyonya Vika ibunya sempat mengatakan kalau dia memiliki satu putri lagi yang hilang ketika suaminya mengalami kecelakaan mobil.
Shaka diam mulai bergulat dengan pikirannya.
"Apa kamu yakin nama ibumu, Vika Alister? istri dari Jovan Alister?" tanya Shaka.
Medina mengangguk. Firo terdiam mendengarkan mereka berbicara. Ia menggenggam tangan istrinya.
"Ya, nama ayahku, Jovan Alister. Apa kamu mengenalnya?" Medina kembali bertanya.
Pikiran Shaka mulai berkecamuk. Mungkinkah Medina adalah Meysa anak Ny. Vika yang hilang itu. Shaka kembali melihat wajah Medina yang sangat mirip dengan tunangannya Shinta.
"Apa Shinta yang kamu maksud tunanganmu itu adalah Shinta Jovanka Alister?" tanya Medina.
Shaka mengangguk pelan, "Yah, dia sudah meninggal setahun yang lalu karena kanker." ucapnya sedih.
"Apa? Shinta sudah meninggal"
Perasaan Medina saat ini bercampur aduk menjadi satu. Di sisi lain ia senang karena Shaka mengenal ibunya. Tapi disisi lain ia sangat sedih mendengar adiknya sudah meninggal.
"Kenapa disaat aku ingat semuanya, Aku mendengar Shinta adikku telah meninggal," Medina meneteskan air matanya.
Firo yang masih bingung melihat istrinya menangis langsung memeluknya.
"Berarti benar kamu adalah Meysa, Putri Ny. Vika yang hilang ketika kecil," ucap Shaka.
Kali ini Medina mau dipeluk Firo sambil terus menangis.
"Iya nama asliku, Meysa Jovanka Alister," ucap Medina, "Aku di temukan dan diangkat anak oleh Bu Sari saat usiaku lima tahun," tambahnya.
Firo terkaget ketika mendengar nama asli istrinya. Kenapa baru sekarang ia mengatakannya. Masih banyak pertanyaan di otak Firo.
Tapi bagaimanpun juga Firo ikut senang mendengarnya ternyata Shaka mengenal siapa ibu kandung istrinya. Ia tidak perlu susah mencarinya.
"Kalau begitu kasih tau aku dimana alamat ibu kandung istriku," ujar Firo.
__ADS_1