Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Lelaki Bayaran.


__ADS_3

POV Medina.


Aku langkahkan kakiku mengikuti seorang yang pernah aku lihat sebelumnya,ya aku yakin dia orang yang menjatuhkan obat pencahar di hotel Aurora kemarin.Mataku tak salah lagi.


Kakinya tak begitu panjang namun cara berjalannya sangat cepat sekali. Aku yang mengikutinya secara sembunyi di buat kualahan. Sesekali pria itu menoleh seperti merasa ada yang mengikutinya. Ku ikuti terus dia sampai masuk ke gang perkampungan yang terlihat sepi tak ada orang yang lewat. Sepertinya jalan yang ia lalui adalah jalan buntu.


Lelaki itu berhenti di sebuah rumah,Ia lalu masuk kedalamnya. Ingin rasanya aku mengintip dari luar namun apa daya tak ada cela sedikitpun untuk aku dapat mengintipnya.


Tak begitu lama ia keluar lagi.Aku yang hampir ketahuan di buat sangat takut. Aku yang belum sempat bersembunyi lagi di lewatinya begitu saja.


Aku baru ingat kalau dia tak mengenalku, ku tarik nafasku lega setelah ia berjalan cuek melewati ku.


Aku ikuti lagi dia dari jauh. Kali ini aku lebih berhati-hati takut dia mulai mencurigaiku .Lelaki itu sekarang sudah berdiri di depan bahu jalan seperti sedang menunggu seseorang.


Ku amati dari jauh,dan benar saja dugaan ku tak salah. Sebuah mobil berhenti tepat di depan lelaki itu. Mobil itu membuka sedikit kaca jendela yang letaknya di belakang.


Lelaki itu menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri seperti memastikan tidak ada yang melihatnya. Aku bersembunyi di balik rumput.


Lebih ku dekatkan lagi tubuhku ke arah lelaki itu agar bisa mendengar pembicaraan mereka. Beruntung rumput hiasnya sangat tinggi, sehingga tubuhku tak terlihat oleh mereka.


"Sebaiknya kamu cepat pergi dari sini.Kalau sampai ada orang lain yang mengetahui kita. Habislah kamu!"ucap seseorang yang duduk di belakang kemudi sambil melempar tas ransel ke arah lelaki itu.


Pria di dalam mobil itu tak menunjukan wajahnya.


"Terima kasih banyak tuan, Aku pastikan semuanya akan aman terkendali" sahutnya sambil menerima ransel dari dalam mobil.


Lelaki itu tersenyum sangat senang,"Kalau ada tugas lagi, segera hubungi aku lagi tuan" ujarnya kepada seseorang di dalam mobil.


Mobil itu seperti aku pernah melihatnya, seperti tidak asing bagiku.Tapi aku lihat dimana ya, ucapku dalam hati. sambil mengingat ingat kembali.


Medina ingin menghampiri mereka,namun segera di urungkan. Nyalinya ciut karena melihat dia hanya sendirian di sana.


Ketika mobil itu telah pergi, lelaki itu sepertinya hendak kembai lagi kerumahnya. Ditangannya sudah menenteng tas ransel.


Ternyata dia adalah lelaki bayaran yang meracuni tamu hotel.

__ADS_1


Benar saja ia akan melewati ku, Aku sengaja pasang kakiku di tengah jalan yang akan di lewatinya agar lelaki itu terjatuh ketika tersandung kakiku.


Bug!


Tepat sasaran! Dan benar saja lelaki itu terjatuh tepat di depanku.Tanpa menunggu sadar segera kutendang tubuhnya agar ambruk.


"Katakan padaku siapa yang menyuruhmu memberi obat pencahar di makanan hotel?" tanyaku sambil menarik bajunya.


"Apa maksud perkataan anda?" Sahutnya. Tenaganya sangat kuat sekali, wajar saja dia adalah lelaki sedangkan aku perempuan.


"Jangan mengelak, aku sudah mengetahuinya! Sekarang katakan padaku siapa yang menyuruhmu," ujar Ku sebisanya menahan dia agar tidak kabur.


"Sepertinya, anda salah orang"sahutnya.


" Jawab pertanyaan ku, aku sudah mendapat foto wajahmu aku akan telepon polisi agar polisi menjadikanmu DPO" ucapku sambil memfoto.


"Kecuali,kalau kamu memberitahuku siapa yang menyuruhmu, aku akan melepas mu" ucapku lagi.


Lelaki itu semakin tersudut Ia tidak mau memberi tahu yang sebenarnya.


Bodoh sekali aku, kenapa aku tak cepat menelepon Firo.


Aku berlari mencoba mengejar lelaki itu.Lari lelaki itu lebih cepat dari sebelumnya, Sangat cepat sekali. Ketika sampai di pertigaan jalan aku tak dapat melihat jejaknya lagi.


Ku raih telepon genggam yang ada di saku lalu aku buru-buru menelepon suamiku.


***


Medina berjalan tak tentu arah setelahnya. Jejak lelaki itu hilang begitu saja.Ia baru ingat kalau suster menyuruhnya agar menebus obat untuk Niko.


Aku harus kembali ke rumah sakit, pasti ibu dan Niko menungguku.


Siang yang terik itu membuat tenggorokannya terasa kering.Terlebih lagi dia habis mengejar lelaki itu. Medina menuju kios minuman untuk membeli minuman dingin.


"Terima kasih bu" ujarnya setelah membayar minuman dingin kepada pemilik warung.

__ADS_1


Ia lalu membuka minuman dingin dan meminumnya, terasa segar sekali. ucapnya dalam hati.


Medina duduk di halte, sambil menunggu Firo yang sudah ia telepon.


Pandangannya terhenti di kerumunan orang di jalan yang tidak jauh dari tempatnya duduk.


Sepertinya ada kecelakaan.pikirnya dalam hati.


Medina semakin penasaran ketika ada orang yang meneriaki kalau orang yang tertabrak itu meninggal di tempat.


Jiwa penasarannya mendorongnya agar mendekat ke arah kerumunan itu.


Mata Medina membulat dengan sempurna, Alangkah terkagetnya dia ketika mengetahui orang yang meninggal di depannya adalah lelaki yang barusan yang ia kejar.


Tas ransel masih di pegangnya erat, seakan tas itu terdapat barang berharga miliknya.Benar saja di dalam tas itu ada setumpuk uang hasil bayarannya. Terlihat darah berceceran di tubuhnya, sudah di pastikan lelaki itu sudah tidak bernyawa lagi.


Dengan di antar sopir, Firo sudah sampai di halte tempat yang tadi Medina duduki. Di sana tak ada satupun orang yang sedang menunggu termasuk istrinya pun tak terlihat batang hidungnya.


Firo melihat kerumunan dari tempat ia berdiri.Di lihat dari jauh Firo melihat perempuan yang perawakannya seperti Medina.Pasti itu istrinya,batin Firo. Wanita dengan Rambut lurus melebihi bahu itu sedang berdiri di tengah kerumunan.


"Honey, ada apa? " tanya Firo ketika sampai di dekat Medina.


"Sayang, lelaki itu yang menjatuhkan obat pencahar di hotel, barusan aku mengejarnya tetapi setelah menghilang ia di temukan meninggal tertabrak mobil" ujar Medina.


Mukanya ia benamkan ke dada Firo, ia tak sanggup melihat kengerian di depannya.Lelaki itu meninggal dengan tragis.


Dengan di bantu warga Firo membawa jenazah itu kerumahnya. Karena ia tinggal seorang diri, Firo lalu mengurus jenazah itu kemudian memakamkannya.


Setelah pemakaman selesai.Polisi mendatangi rumah lelaki yang meninggal karena di telepon oleh Firo. Polisi menggeledah rumah si lelaki. Dan benar saja di rumah lelaki itu terdapat sisa jamur beracun, dan obat pencahar. Ternyata lelaki itu adalah pelaku yang sama yang meracuni tamu di hotel Axon.


Polisi lalu mengambil bukti untuk di periksa lebih lanjut.Dengan sangat kecewa polisi tak dapat menemukan pelaku sebenarnya karena lelaki itu sudah lebih dulu meninggal.


Firo merasa tidak tenang,Ia masih menduga duga siapa pelaku sebenarnya.


Kenapa lelaki itu bisa meninggal karena tabrak lari? Apa semua itu di sengaja karena istrinya mengetahuinya? pikir Firo dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2