
Sepasang suami istri itu sekarang sudah berada di luar menikmati makan siangnya. Medina sudah mengganti bajunya agar terlihat lebih sopan lagi. Firo tak terlalu menyukai wanita yang berpakaian minim.
Baru kali ini mereka bisa dengan leluasa makan di luar selama pernikahannya.
"Setelah ini aku akan pulang, aku tidak akan menggangu mu lagi," ucap Medina.
"Kenapa harus pulang? Aku suka kamu ada di sini, Honey" ucapnya kepada istrinya.
"Tapi aku tidak ingin mengganggumu bekerja," seru Medina.
"Kamu sama sekali tak menggangguku, Honey"
"Justru aku senang kamu berada di sini, " ujar Firo sambil memakan daging dengan garpunya.
"Lagian pekerjaanku sudah di handle sekretaris Andre, buat apa aku lama-lama berada di sini." ujar Firo.
Medina memakan potongan daging yang di berikan Firo kepadanya. Medina juga balik memberikan sayuran di piring suaminya.
"Aku tidak setuju kamu bilang begitu, bagaimanapun juga kamu harus bertanggung jawab kepada pekerjaanmu,Sayang " ucapnya kepada suaminya.
"Bukan tujuanku bekerja di sini," sahut Firo.
"Hemm, "
"Sayang, besok Daddy akan ke rumahku membicarakan pernikahan Niki dan Sony, mau tak mau aku harus ikut dengannya, kamu mau menemaniku kan ?" tanya Medina mengalihkan pembicaraan Firo.
Firo sangat malas kalau membahas tentang Sony. Namun karena Firo merasa khawatir dengan istrinya ia terpaksa mengiyakan permintaan Medina.
"Baiklah aku akan ikut denganmu,Honey!" ujar Firo.
***
Keesokan harinya,
Syerli harus merelakan suaminya menikah lagi. Keluarga Pak Joko akan menuntut kalau sampai Sony tak bertanggung jawab.
Ia membiarkan suaminya merapihkan sendiri bajunya. Syerli masih belum rela kalau hari ini Suaminya akan melamar calon istri keduanya.
"Sayang, berjanjilah padaku setelah anak itu lahir kamu akan menceraikan wanita jala** itu" ucapnya kepada Sony.
__ADS_1
Setelah semuanya siap Sony mengecup kening istrinya.
"Kamu tak perlu khawatir, aku hanya menginginkan anaknya saja," sahut Sony.
Syerli mulai meneteskan air matanya lagi ketika Sony pamit meninggalkannya di kamar.Ia masih belum rela suaminya hendak mendatangi calon istri keduanya.
**
Dengan di dampingi Sekretaris Andre,Tuan Bram sudah bersiap dengan Sony menuju rumah Niki.
Mobil mereka sudah melaju ke tengah jalan.Tak ada persiapan apapun, bahkan Sony masih terlihat biasa aja.
"Daddy, aku tidak ingin berlama-lama ada di sana, setelah mengutarakan maksud dan tujuan kita, Sebaiknya kita cepat pulang. Kerjaan aku sangat banyak sekali hari ini," ucapnya kepada Tuan Bram.
"Biar Sekretaris Andre yang mengurusnya. Kamu tak usah khawatir, " sahut Tuan Bram.
Sekretaris Andre yang sedang membawa mobil mengiyakan apa yang disuruh Tuan nya. Segala keperluan Tuan Bram, Sekretaris Andre yang mengaturnya.
***
Di rumah Pak Joko,
Niki yang dari tadi sudah berdandan sangat cantik,sudah siap menyambut calon suaminya.
Medina sudah memberitahu Niki kalau Sony adalah kakak iparnya, suami dari Syerli. Awalnya Pak Joko sempat menolak namun karena Niki sudah hamil duluan mau tak mau Ia harus menerima kalau Niki akan di jadikan istri kedua Sony.
Firo yang tak berminat sedikitpun hanya mengurung diri di kamar Medina.Bahkan Niko yang masih menyimpan dendam kepada Sony sebenarnya sangat tak menyetujui pernikahan adiknya.
"Niki, apa kamu sudah siap menjadi istri kedua?" tanya Niko kakak kembarnya.
Sejak Niki mengatakan kepada Sony kalau dirinya hamil. Sony tak sekalipun menghubunginya.Padahal Niki berkali-kali mencoba menghubunginya.
Niki mengelus perutnya yang masih rata," Demi anakku aku rela menjadi istri kedua," ucap Niki.
Niko sebenarnya tak sudi lelaki itu menikahi adiknya.Apalagi ia sudah memukulinya. Demi Niki ia tak melaporkan Sony ke kantor polisi. Niko sangat yakin adiknya tidak akan bahagia menikah dengan Sony. Lelaki yang sangat jahat.
Bu Sari dan Pak Joko yang malu kepada tetangga mau tak mau menerima Sony sebagai menantunya.Mereka hanya bisa berdoa kebahagiaan untuk anaknya, Niki.
Medina yang sedang membantu Bu Sari di dapur sudah bersiap setelah Sekretaris Andre mengabari kalau mereka akan segera sampai rumah bapaknya.
__ADS_1
Tak begitu lama mobil Tuan Bram sudah sampai depan rumahnya.
Niko yang berdiri di depan menatap tajam ke arah Sony yang melewatinya. Tidak ada sedikitpun rasa sopan untuk calon adik iparnya itu. Baginya Sony masih musuhnya.
Pak Joko mempersilahkan ketiga tamunya agar duduk dan menikmati sajian yang sudah di persiapkan Bu Sari.
Pak Joko duduk di sebelah kiri Niki dan di sebelah kanan Niki ada Bu Sari dan Medina.
Tuan Bram duduk diantara Sony dan Sekretaris Andre. Sony yang dari tadi terlihat sangat tenang duduk tak melihat sedikitpun ke wajah calon istri keduanya yang ada di depan mereka.
"Selamat datang di rumah kami, kami sangat berterima kasih anda bersedia datang ke rumah kami, " ujar Pak Joko memulai pembicaraan.
Tuan Bram tersenyum ke arah Pak Joko. Sudah dua kali dengan sekarang ia berkunjung lagi ke rumah besannya dengan tujuan yang sama mau menikahkan putranya dengan putri Pak Joko. Tuan Bram merasa dunianya sangat sempit sekali sehingga ia harus menikahkan kedua putranya dengan kedua putri Pak Joko.
" Terima kasih Pak Joko sudah menerima kami, " ucap Sekretaris Andre.
" Maaf karena kita tak memiliki banyak waktu, sebaiknya saya bicarakan saja langsung ke intinya," ujar Sekretaris Andre lagi.
"Silahkan Tuan, " sahut Pak Joko.
Bu Sari memegang tangan anaknya, Niki.Sementara Medina hanya menjadi pendengar. Niko tidak mau masuk ia hanya menunggu di luar sambil mendengar pembicaraan mereka.Firo sudah jelas tidak berminat sedikitpun, Ia lebih memilih di kamar.
Kedua mata Niki mencoba mencuri pandang calon suaminya yang dari tadi seperti tidak melihatnya. Di hatinya sangat sedih karena ia seperti wanita yang tidak di anggap oleh Sony padahal ia sedang mengandung anaknya.Niki sudah menerima konsekuensinya kalau dia akan di jadikan istri kedua Sony. Ia hanya menginginkan menjadi istri Sony hanya sampai anaknya lahir. Niki tidak ingin keluarganya menanggung aib anaknya yang hamil tak di nikahi.
"Langsung saja saya akan sampaikan aturan yang di buat Tuan Sony, Tuan Sony akan menikahi Niki dengan tiga Syarat, " Sekretaris Andre langsung ke tujuan awalnya.
"Yang pertama saya akan sampaikan kalau Tuan Sony hanya akan menjadikan Niki sebagai istri keduanya." ujar Sekretaris Andre.
"Yang kedua, setelah terjadi pernikahan, Niki harus ikut dengan Sony tinggal bersama dengan istri pertamanya, Ny. Syerli" Sekretaris Andre kembali menjelaskan.
Niki langsung terkaget dengan aturan kedua yang di bacakan Sekretaris Andre. Bahkan Bu Sari di sebelah nya juga ikut kaget.
Sekretaris Andre menarik nafas panjang ketika membacakan aturan ke tiga.
"Yang ketiga, Niki tidak boleh bercerai dengan Sony kecuali, " ucapan Sekretaris Andre terpotong.
"Kecuali, kalau Niki mau memberikan hak asuh anak sepenuhnya kepada Tuan Sony," ucap Sekretaris Andre.
Tiba-tiba mata Niki terbelalak dengan aturan yang di bacakan Sekretaris Andre.
__ADS_1