Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Rumah Sakit.


__ADS_3

Pagi ini begitu cerah tidak seperti biasanya, padahal masih pukul delapan pagi tapi matahari sudah terasa sangat terik membuatnya yang sudah mandi masih terasa begitu gerah.Maklum sedang musim kemarau, pikirnya.


Medina yang baru turun dari taksi online berjalan sangat cepat menuju Rumah sakit Persada tempat Niko di rawat.


Aku harus cepat sampai rumah sakit! Niko pasti menungguku. Gumamnya.


Di tangan kanannya sudah menenteng bubur bikinannya yang sengaja ia buat untuk adiknya. Ketika sakit Niko selalu menyukai bubur bikinan kakaknya itu.


Hampir kesiangan ia datang ke rumah sakit. Lantaran pagi tadi setelah Firo pergi bekerja, Medina terpaksa adu mulut dulu dengan mertua perempuannya. Medina di sangka yang tidak tidak karena dia sering meninggalkan rumah. Kalau tidak di buru waktu mungkin dia sudah meladeni habis-habisan Ny.Stella.


Medina membuka pintu kamar inap Niko di rumah sakit.


Krekkk..


Alangkah terkejutnya dia, Ternyata ibunya sudah duduk di depan hospital bed tempat Niko tertidur.


Kenapa ibu ada di sini? Siapa yang memberitahu ibu? Niko di rawat di sini? tanya Medina dalam hati.


"Kenapa kamu ngga memberitahu kami kalau Niko mengalami kecelakaan, Nak!" tanya Bu Sari ibunya.


Medina mendekati ibunya lalu seperti biasa setiap bertemu ibunya ia lalu mencium punggung telapak tangan ibunya.


"Maafin Medina bu, Aku ngga mau membuat ibu sama bapak khawatir," jawabnya.


Niko melihat kedatangan kakaknya, Rahangnya sudah tidak membengkak lagi, Niko tersenyum ke arah kakaknya yang baru datang.


"Niko yang memberi tahu Ibu kak! Soalnya ibu menelepon aku terus berkali-kali tadi pagi" ucap Niko.


Medina lalu duduk di samping ibunya,"Maaf ya bu, Aku yang salah" ucapnya lagi.


Medina sengaja tidak mau memberitahu kedua orang tuanya kalau Niko hampir saja mati di pukuli. Ia takut darah tinggi bapaknya kambuh lagi karena terkaget.


"Ibu maafin, Tapi lain kali kalau ada apa-apa beritahu ibu,Nak! kamu juga harus hati-hati Niko kalau bawa motor, sudah dua kali kamu mengalami kecelakaan motor" ujar Bu Sari, Ia di beritahu Niko kalau dia di rumah sakit karena kecelakaan motor,bukan di pukuli. Niko tidak mau kedua orang tuanya terbawa masalah karena kejadian yang menimpanya.


"Ia bu, Niko akan berhati-hati" jawab Niko.


Niko mengedipkan sebelah matanya ke arah Medina,agar kakaknya mengerti kalau dia sedang berbohong dengan alasan kecelakaan kepada ibunya demi kebaikan. Medina sudah paham kode dari adiknya.


"Niko, kakak bawakan bubur bikinan kakak kesukaanmu kalau kamu sedang sakit" ujar Medina sambil menaruh kotak makan di meja sebelahnya.


"Terima kasih kak!" ujar Niko.


"Apa kamu sudah baikan, Niko?" tanya Medina.


Medina ingin memastikan lagi kepada Niko bahwa beneran Sony yang memukulinya, Namun karena di sebelahnya ada ibunya. Medina enggan membahasnya.


"Aku sedikit baikan kak," jawabnya.

__ADS_1


"Kalau begitu kamu harus makan, biar cepat sembuh kakakmu sudah membawakan bubur untukmu, dari tadi ibu menyuruhnya makan tapi tidak mau," ucap Bu Sari.


"Tapi bu, mulutku masih sakit" bantah Niko.


"Benarkah, kalau begitu aku yang akan menyuapinya" sahut Medina.


"Buka mulutmu,kalau tidak aku akan menjewer kuping mu," ucap Medina.


"Ampun kak! ya deh tapi sedikit aja ya," sahut Niko.


Dari kecil Niko selalu di suapi Medina kalau makan, walaupun cara Medina agak kasar tapi Niko akhirnya mau juga di suapi kakaknya.


Medina mengambil kotak makan hendak menyuapi adiknya makan.


Sedikit demi sedikit Medina mulai menyuapinya.


Bu Sari tersenyum.


Dari kecil kamu selalu menurut kalau di suapi kakakmu. Ibu senang melihat kalian berdua, walaupun sudah besar kalian tidak berubah. Tetap seperti anak ibu yang kecil dulu. Ucap Bu Sari dalam hati.


Walaupun sudah besar Niko selalu manja kalau sedang sakit terhadap kakaknya.


"Pantas saja kemarin Kak Firo mau di suapi kakak," ucap Niko.


"Terus? hubungannya apa?" tanya Medina.


"Jangan jangan kakak menjewer kupingnya ya, sampai kak Firo mau di suapi," ledek Niko.


Matanya melotot, " Jangan jangan kamu pura-pura tertidur sengaja mendengar obrolan kami?" ujar Medina.


Niko menahan tawanya, "Ternyata kakak sama kak Firo mesra juga ya.. ha.. ha" Niko kembali meledek kakaknya.


Medina mengingat ingat kembali kejadian kemarin,


Apa kemarin aku melakukan hal yang aneh bersama Firo. tapi kayanya kemarin kita hanya bercanda saja. Huft! untunglah kemarin Firo tak melakukan sesuatu yang aneh di depan Niko, kalau tidak aku bisa malu di ledek nya.


"Jadi selama ini kamu mengintip kami," ucap Medina sambil menjewer kuping adiknya.


"Aw, sakit kak!" jerit Niko.


"Hem, kalian ini dari kecil tak pernah berubah" ujar Bu Sari menggelengkan kepalanya.


"Bagaimana keadaan Niki bu?Apa kandungannya baik-baik saja?" tanya Medina.


"Niki sudah agak baikan sekarang,ibu menyuruhnya agar banyak makan biar bayinya sehat tidak kekurangan nutrisi.Sepertinya Niki berhenti sekolah dulu tahun ini.Karena hamil tubuhnya sangat lemah" ujar Bu Sari.


"Bagaimana baiknya saja, Bu! Tapi setelah melahirkan Niki harus melanjutkan sekolahnya lagi, Sayang kalau sampai berhenti di jalan" sahut Medina.

__ADS_1


Suara pintu terdengar terbuka menghentikan pembicaraan mereka.


Seorang perawat cantik datang memasuki ruangannya,"Selamat pagi,Maaf mengganggu!" ucap perawat itu masuk.


"Pagi juga sus," ucap mereka berbarengan.


Perawat cantik itu adalah perawat yang menjaga Niko tadi malam. Niko tersenyum senang karena kedatangan perawat cantik itu.


"Maaf saya mau memeriksa tensi dan keadaan pasien dulu," ucapnya sambil mendekati Niko.


"Apa ada keluhan lainnya?" tanya Perawat cantik itu kepada Niko sambil memeriksa nadi dan denyut jantungnya.


"Di sini suster, di sebelah sini terasa sakit" tunjuk Niko memegangi dadanya.


Suster mengarahkan stetoskop ke arah dada yang di tunjuk Niko.


"Sepertinya anda baik baik saja," ujar Suster itu.


"Suster pasti salah, tadi aku baik baik saja, tapi setelah suster datang jantungku berdetak cepat sekali. Kalau tidak percaya coba saja pegang," ujar Niko menggoda suster itu.


Suster yang masih berusia muda itu terlihat malu, "Nanti siang dokter akan memeriksa anda lagi,Nanti kalau masih terasa sakit anda bisa bertanya kepada dokter" ucapnya.


Medina dan Bu Sari yang tadi merasa khawatir akhirnya tahu kalau Niko mencoba menggoda wanita di depannya.


"Nona ini ada resep obat yang harus di tebus untuk adik anda," ucap Perawat memberikan secarik kertas kepada Medina.


"Terima kasih suster" ucap Bu Sari dan Medina berbarengan.


"Kalau tidak ada yang di tanyakan lagi saya permisi dulu," ucap perawat cantik itu. Dia tidak ingin berlama lama dekat dengan Niko. Dari semalam ia terus menggodanya.


"Masih sakit aja bisa merayu wanita," ucap Medina kepada Niko ketika perawat sudah meninggalkan ruangannya.


"Namanya juga usaha kak, sapa tau memang dia jodoh aku," sahut Niko.


"Sekolah dulu yang benar, baru ngomongin jodoh" ucap Medina bergegas hendak menebus obat.


"Sambil menyelam minum air kak," ucapnya ketika kakaknya sudah hampir keluar dari ruangannya.


Bu Sari hanya tersenyum melihatnya.


***


Niko, Bisa bisanya kamu merayu perawat itu.Aku sampai pengen ketawa melihat muka perawat itu yang memerah,ucap Medina dalam hati sambil berjalan.


Medina berjalan ke luar ruang inap adiknya menuju apotik yang letaknya berada paling depan pintu masuk rumah sakit itu.


Siang yang terik membuat pandangannya sedikit kabur ketika melihat ke depan pantulan sinar matahari membuat matanya silau.

__ADS_1


Medina mencoba mempertajam pandangannya, ketika tanpa sengaja matanya melihat lelaki yang menjatuhkan botol obat pencahar di hotel aurora berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Bukankah lelaki itu. .


__ADS_2