Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Shaka


__ADS_3

Karena ada kendala di resort milik Tuan Bram yang ada di perbatasan kota, Shaka akhirnya di tugaskan Tuan Bram untuk mengatasinya.


Dengan mengendarai mobil warna hitam Shaka melajukan kendaraanya sendiri, Suasana menuju perbatasan cukup padat dan macet akhirnya Shaka menggunakan jalan alternatif yang lumayan sepi hanya bisa di lalui satu mobil.


Di tengah perjalanan,


Sore itu habis hujan reda banyak genangan air yang menutupi lobang-lobang jalanan, Shaka yang ingin cepat sampai mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi agar tidak sampai malam bisa sampai hotel milik ayahnya.


Tiba-tiba tak sengaja mobil Shaka melewati genangan air yang ada di depannya.


Wusssssssss..


Dia tidak tahu ada seorang wanita sedang mengendarai sepeda lewat di sebelahnya, otomatis genangan air itu berhasil mengguyur tubuh wanita itu .


"Ahhhhh.... bajuku..dasar mobil sialan!!" gerutu wanita itu terkaget.


Shaka sempat melihat lewat spionnya, tetapi dia kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan pelan.


Meskipun kesal karena mendapati dirinya dengan kondisi basah kuyup dia kembali mengayuh sepedanya lebih cepat .


"Aku harus sampai di tempat kerjaku, bagaimana ini bajuku."


Wanita itu masih menggerutu.


Sebuah mobil yang tadi mencipratinya mendadak berhenti di depannya.


Karena rem sepeda itu blong, sepeda yang sedang berjalan cepat tidak terkendali malah menabrak mobil itu yang sedang berhenti mendadak karena ada anak yang tiba-tiba menyebrang sembarangan.


"Awaaaaassssssssss" teriak wanita itu.


Sreeettttttt..


Sepeda itu menabrak dan oleng ke samping tepat di atas lumpur.


Mobil Shaka berhenti, lalu wanita itu dengan kondisi badan penuh lumpur mendekatinya dan mengetok kaca mobilnya.


tok.. tokk.

__ADS_1


Kaca jendela terbuka.


"Hai kamu, seenaknya ngerem mendadak, kalau kaya gini bisa mencelakai siapapun di sebelah mu!" bentak wanita muda itu.


"Nona, apa anda tidak lihat ada anak kecil yang nyebrang sembarangan tadi, Aku tidak salah!" sahut Shaka enteng, "Harusnya aku yang marah kepada anda, Anda malah menabrak mobilku tadi, " tambah nya.


"Apa!! Dari tadi mobilmu sudah membuat bajuku basah terkena cipratan air, dan sekarang kamu membuat aku jatuh dari sepeda. Untung tadi aku tidak terluka, kalau tidak aku bakal minta ganti rugi"


Wanita itu tambah naik pitam.


"Sudah aku duga, wanita sepertimu pasti mencari kesempatan dalam kesempitan,cari untung dan sengaja menabrak mobilku!" ucap Shaka tak mau kalah.


"Kau, beraninya berkata seperti itu. Keluar kamu!" Wanita itu mencoba membuka mobil Shaka.


"Aku tidak akan mengganti rugi apapun buatmu, Dan mengenai kamu terkena cipratan mobil, Salah sendiri karena kamu naik sepeda di sebelahku dan mengenai yang terjadi denganmu tadi itu bukan urusanku," tuduh Shaka kembali menjalankan mobilnya karena hari sudah magrib.


"Dasar lelaki angkuh! Aku sumpahi biar ban mobil kamu bocor di tengah jalan," ucap wanita itu berteriak ketika mobilnya berjalan.


Dengan perasaan dongkol wanita itu kembali mengayuh sepedanya menuju tempat kerjanya.


Di tengah perjalanan mereka kembali bertemu.


Terlihat Shaka sedang mondar-mandir di depan mobilnya mencari tumpangan karena mobil yang dikendarainya tiba-tiba mogok di tengah jalan.


Karena ponselnya mati dia tidak bisa menghubungi siapapun untuk menolongnya.


Kenapa aku bertemu lagi lelaki angkuh itu lagi. batin wanita bersepeda.


Karena tidak ada yang di temui nya dia menyetop sepeda wanita itu.


"Tunggu... tunggu... "


Wanita itu lalu berhenti.


"Bisakah kau menolongku?"


Wanita itu memperhatikan mobil yang sepertinya mogok.

__ADS_1


"Ha. . ha... ha.... kenapa dengan mobilmu?"


"Aku boleh pinjam ponselmu , Mobilku mogok dan HP ku batrenya habis, Aku akan membayar ganti rugi tentang yang tadi, asal kamu mau meminjamkan ponselmu," ucap Shaka memohon.


"Dasar lelaki tidak tahu malu! Beraninya meminta pertolongan ku ketika tadi sudah menghinaku," cibir wanita berumur 20an itu dalam hati.


"Apa! Tidak seenak itu, pertama tadi kamu belum meminta maaf kepadaku, Kedua kamu tadi menghinaku, Ketiga apa yang terjadi denganmu itu bukan urusanku," sembur wanita itu, "Ha... ha... dada...sampai jumpa. Di sini kalau malam sepi, selamat bermalam di sini"


Wanita itu mengabaikan Shaka dan kembali mengayuh sepedanya, dia tersenyum senang karena doanya terkabul bisa membalas lelaki angkuh itu.


"Nona... tunggu... jangan tinggalkan aku" Shaka yang berteriak di abaikan nya.


***


Waktu sudah menunjukkan jam tujuh malam sudah waktunya dia berkerja.


Karena bajunya tidak layak pakai dia terpaksa memakai baju seragam milik temannya yang sedang libur.


"Geya, hari ini ada kedatangan Tuan Presdir dari kantor pusat. Aku minta tolong sebaiknya kamu saja yang membersihkan tempatnya, Aku sedang tidak enak badan," ucap wanita paruh baya kepada Geya, sapaan wanita yang sedang menggerutu karena bajunya basah.


"Baiklah, tidak masalah!" Geya menanggapinya.


Geya yang periang baru beberapa hari bekerja di situ melakukan pekerjaan dengan senang tak memiliki beban tidak pilih-pilih di bagian mana dia di tempatkan padahal pekerjaannya adalah seorang office girl.


Geya membereskan tumpukan-tumpukan yang berserakan di ruangan Presdir nya. Merapikan kursi dan membersihkannya.


"Selamat datang Tuan" Terdengar suara sekretaris seperti sedang menyambut.


Tuan Presdir lalu masuk ke ruangan yang sedang Geya rapihkan.


"Ini ruangan anda, Tuan. di sebelah ada kamar tidur kalau anda ingin beristirahat"


Geya yang mendengar menoleh.


Tetapi baru sekali lihat dia tidak berani melihatnya lagi.


Bukankah orang tadi... ahhh... kenapa dunia ini sempit sekali. Batinnya ternyata presdirnya tadi adalah Shaka yang ditemuinya tadi di jalan.

__ADS_1


__ADS_2