Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Sony 1


__ADS_3

"Nona, Apa kau sendirian saja disini?" seorang pria muda mendekati wanita yang sedang asik meminum wine di tangannya.


Berkali-kali wanita itu menengguk minumannya. Tampaknya wanita muda itu tengah kesepian.


"Boleh aku temani?" Pria muda tersenyum hendak duduk di sebelahnya.


Wanita cantik itu mengangguk.


"Perkenalkan nama aku, Hans" pria muda mengulurkan tangannya hendak berkenalan, "Siapa nama mu, Nona cantik?" tanyanya lagi.


Wanita itu membalas jabatan tangan Hans, "Namaku, Syerli" sahutnya.


Kalau dilihat dari tampangnya, Hans tampaknya lebih muda dari Syerli. Sekitar sepuluh tahun lebih muda.


"Nampaknya anda sedang murung hari ini?" tanya Hans.


Syerli mengangguk.


"Ya, Aku memang sedang murung. Suamiku meninggalkanku!" sahut Syerli menoleh ke arah Hans.


Hans mendekatkan kursinya menghadap ke arah Syerli, "Nona,"


"Sayang sekali, Wanita secantik anda ditinggalkan suaminya. Kalau aku sebagai suami mu, Aku tidak akan membiarkan istri cantik sepertimu berkeliaran di luar seperti ini," rayu Hans yang sudah duduk berhadapan dengan Syerli.


Syerli tersenyum tipis.


"Kamu sepertinya perayu handal, Jelas aku bukan wanita yang mudah di rayu seperti itu," sahut Syerli menanggapi.


"Nona, Aku sedang tidak merayu! Memang kamu sangat cantik," ucap Hans, "Boleh aku ikut minum?" tanyanya.


"Minumlah sesukamu!" jawab Syerli.


"Aku juga sedang patah hati, Nona!" ucap Hans, "Karena wanita yang aku cintai akan menikah!"


Hans kembali meneguk wine di tangannya.


"Berarti kita sama-sama sedang kesepian," ujar Hans lagi.


"Pria perayu sepertimu pasti kebanyakan berbohong!" Syerli berbicara sambil sedikit tertawa.


"Ya sudah kalau anda tidak percaya," ucap Hans.


"Mungkin sepertinya aku harus cepat mencari pengganti pacarku. Dan sepertinya lagi seleraku berubah saat melihat anda, Nona" rayu Hans.


"Kau ini, Benar-benar perayu handal. Aku suka gayamu!" ucap Syerli.


"Benar Nona, Aku bosan berpacaran dengan gadis seusia ku, Mereka tidak dewasa seperti anda,"


Mendengar ucapan Hans, Syerli kembali tertawa, "Yang tua pun belum tentu dewasa, Anak kecil"


Hans yang dikatain anak kecil, Tidak Terima dengan ucapan Syerli.

__ADS_1


"Nona, Aku bukan anak kecil" Hans mendengus kesal.


"Simpan rayuan mu untuk wanita seusia mu. Aku tak butuh rayuan!" ucap Syerli, "Sekarang katakan padaku, Berapa aku harus membayar mu. Jangan terlalu banyak basa-basi," racau Syerli.


"Aku akan membayar mu berapa pun untuk sekali berkencan malam ini,"


Mendengar itu Hans langsung tertawa.


"Nona, Aku tak butuh uang! Bahkan aku dengan mudah mendapatkannya. Kalau kamu mau, Aku bisa menemanimu malam ini secara gratis!" Hans mendekatkan mulutnya di telinga Syerli.


***


Di Lapasa tempat Sony di penjara.


"Kenapa kau begitu lama kesini? Apa kamu sudah mendapatkan pengganti yang lain, Hah?" bentak Sony kepada Syerli yang sedang menjenguknya.


Dasar pria temperamen! Masih syukur aku mau menjenguk mu. Batin Syerli.


"Aku tidak seperti itu, Sayang. Jangan berpikiran negatif terhadapku" Syerli mencoba menenangkan Sony yang sangat marah kepadanya.


"Jangan kamu pikir aku ada disini tidak tau perbuatan mu diluar sana!" hardik Sony, "Aku punya banyak mata untuk memperhatikanmu"


Sony masih berdiri sambil marah-marah kepada Syerli.


"Sayang, Percayalah!" Syerli menarik tangan suaminya agar duduk.


"Katakan padaku, Kemana saja kamu selama ini ketika aku di penjara?" Sony memegang kasar dagu istrinya, "Apa kamu senang aku berada disini?"


"Aku hanya pergi ke luar negri sekali, Itupun hanya pergi berlibur karena otakku sedang sangat penat," ucap Syerli.


Syerli lalu mendekati Sony, Lalu dengann lembut menyentuh dadanya, "Apa kamu rindu kepadaku, Sayang?" tanya Syerli menggoda Sony.


Mereka berdua tengah berada di dalam ruangan spesial milik petugas Lapasa. Ruangan itu tak besar namun cukup untuk menyatukan hasrat mereka berdua.


Fasilitas di sana sudah cukup mewah walaupun hanya menggunakan kasur lipat dan kipas angin.


"Maafkan aku baru sekarang menemui mu. Minggu depan pasti aku menjenguk kesini lagi," ucap Syerli.


Syerli menarik dress yang dipakainya agak ke atas. Disingkapnya rok yang menutupi bagian penting miliknya.


"Aku merindukanmu, Sayang"


Syerli naik ke atas pangkuan Sony yang sedang menyandarkan tubuhnya ke tembok.


"Jangan khawatir aku sudah memberi banyak uang kepada petugas Lapasa. Mereka sudah memberi aku ijin,"


Sebenarnya Sony sedang tidak enak badan. Kepalanya sedikit pusing. Bahkan ia terlihat pasrah ketika Syrli memainkannya.


Sepuluh menit kemudian mereka telah selesai dan lebih cepat dari biasanya.


"Pijat kepalaku! Aku sangat pusing. Apa kamu membawakan barang itu untukku?" tanya Sony.

__ADS_1


Syerli lalu menuruti memijat kepala Sony yang bersandar di pahanya.


"Aku takut membawa barang itu sendiri. Besok aku akan menyuruh kurir yang mengantarkannya kesini, Kamu tenang saja Sayang!" ucap Syerli sambil memijat kepala suaminya.


"Apa kamu sudah menemui Niki?" tanya Sony tiba-tiba.


Syerli langsung melepas pijatannya di kepala Sony, "Kenapa kamu malah menanyakan wanita itu kepadaku?"


"Bukankah dia juga masih istriku? Bagaimana keadaan putraku? Kenapa kamu tak mengajaknya kesini? Apa kamu sudah menjenguknya?"


Sony menarik tangan Syerli agar memijat kepalanya lagi.


"Kalau masalah itu, Aku tidak bisa mengajaknya!" Syerli jelas tidak nyaman karena Sony membahas masalah anaknya.


"Aku ingin tau seperti apa wajah putraku?" ucap Sony.


Lagi-lagi Syerli memalingkan wajahnya tidak suka.


"Bilang saja sama asisten mu agar membawa mereka kemari!" Syerli mendengus kesal.


Bisa-bisanya ia membahas wanita itu. Gerutu Syerli dalam hati.


"Baiklah, Aku akan menyuruhnya mempertemukan aku dengan anakku," ucap Sony.


Diam-diam Sony tengah memperhatikan penampilan Syerli.


"Perasaan kamu sedikit berbeda kali ini! Penampilanmu tidak seperti biasanya?" ucap Sony, "Kenapa sekarang rambutmu berponi? Tidak seperti biasanya?"


Sony memegang poni baru istrinya.


Jelas berbeda karena Syerli sedang tergila-gila dengan brondong bernama Hans yang sudah berkencan dengannya beberapa hari ini.


"Kamu sedang tidak salah meminum obat kah?" tanya Sony.


"Ehm.. di luaran sana sedang populer perempuan menggunakan poni seperti ini," Syerli mencoba berkelit.


Sony kembali terdiam.


"Maafkan aku, Untuk sementara ini aku tidak bisa bersama dulu. Ini semua gara-gara pria gila itu!" ketus Sony.


"Aku akan bersabar menunggumu, Sayang" ucap Syerli.


"Benarkah? Kamu jangan macam-macam dengan ku. Karena sewaktu-waktu aku akan minta ijin keluar untuk menemui anakku dan kamu, Sayang" Sony mengecup kepala Syerli.


Terkadang Sony bisa sangat lembut kepada Syerli. Terkadang juga Sony begitu kasar.


"Aku juga tidak akan membiarkan keluarga Firo bahagia. Lambat laun aku akan membalas perbuatan mereka!"


Syerli yang sedang dipeluknya hanya diam tak bersuara.


Aku harus berhati-hati berhubungan dengan Hans. Kalau sampai Sony tau, Bisa mati kami berdua. Batin Syerli.

__ADS_1


__ADS_2