Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Pagi Pertama


__ADS_3

21+


Cek umur ya sebelum baca bab ini!


***


"Apa yang sedang kamu lakukan?" hardik Geya kaget.


Gadis itu dibuat menganga karena Shaka yang tengah asik bermain dengan joni miliknya.


Melihat kedatangan istrinya, Shaka ikut terkaget langsung menutup tubuhnya dengan handuk. Kemudian Ia langsung menarik tangan Geya, "Kemari biar kamu tau"


"Au" tarikan tangan Shaka membuat kepala Geya membentur dadanya.


Geya tak berhenti mengatur napasnya saat Shaka mulai mendekatkan tubuhnya, "Apa yang kamu lakukan" teriak Geya sambil menutup matanya.


Kini Geya sudah berada di pelukan Shaka.


Karena tidak kuat, Shaka membekap mulut Geya agar berhenti mengoceh dengan bibir seksi miliknya.


"Bukankah kamu menginginkan ini, Sayang? mmmm" Shaka tak berhenti mencium bibir ranum gadis di depannya.


Tangan Geya yang mencoba mendorong tubuh Shaka, langsung ditangkap suaminya, "Aku menginginkanmu sekarang!" bisik Shaka pelan.


"Pakai pakaianmu dulu, Aku malu melihatnya!" ucap Geya masih menutup matanya.


"Lama-lama kamu tidak akan malu melihatnya," ucap Shaka lagi. Berulang kali tubuh kekarnya memeluk istri mungilnya.


Geya kembali mengatur napasnya ketika bibir Shaka sudah berhenti memainkannya. Geya masih belum siap kalau pagi itu Shaka akan memakannya.


"Shaka, aku..."

__ADS_1


"Aku mencintaimu! Lakukan sekarang" bisik Shaka lagi.


Shaka sudah tidak kuat karena Joni miliknya sudah mulai menegang. Shaka terus memeluk tubuh mungil istrinya, Dengan sangat cepat Shaka mengangkat tubuh Geya keluar dari kamar mandi menuju ke atas kasur.


Di dalam kamar,


Shaka menatap wajah Geya yang memerah. Bahkan Geya tak berani menatapnya karena malu.


Dengan gerakan pelan, Shaka membaringkan tubuh istrinya di atas kasur. Shaka membelai rambut istrinya yang menutupi sebagian wajahnya.


"Aku suka bau tubuhmu!" bisik Shaka di telinga Geya.


Shaka membuka satu persatu kancing baju yang dikenakan Geya sambil terus mencium setiap inci tubuh istrinya. Dari mulai bibir, leher sampai ke bagian empuk yang baru kali ini disentuhnya.


Geya yang merasa kegelian mencoba bangun. Namun karena tenaga Shaka yang cukup kuat, membuatnya terkungkung dibawah.


"Bukankah kamu menginginkannya?" ucap Shaka sambil terus menatap istrinya.


"Lakukan sekarang, Aku sedang menginginkannya" bisik Shaka lagi begitu pelan.


Shaka mencium lembut telinga istrinya sampai ke leher jenjang istrinya.


Lama kelamaan Geya ikut terhanyut karena sentuhan halus Shaka yang membuatnya terangsang sampai ke bawah.


"Baiklah kalau kamu mau, Lakukanlah" sahut Geya. Bahkan ia sebenarnya sudah tidak kuat dari tadi.


Sebelum ke bagian inti, Mereka melakukan pengenalan dahulu. Shaka belum mengenal bagian detail istrinya. Geya yang masih tampak malu, akhirnya tak berdaya ketika suaminya memberikan tanda di setiap tubuhnya.


Sepuluh menit kemudian.


Akhirnya setelah drama beberapa bulan ini, Mereka berdua telah berhasil menyatukan benih cinta mereka. Shaka dengan sangat tegas mengenalkan Joni kepada Simeki dengan sangat pelan tapi pasti.

__ADS_1


Shaka masih memeluk Geya yang masih malu membenamkan mukanya di dada bidang miliknya. Ada guratan senyum dibibir Shaka.


Rasanya ia seperti mengenal makanan baru yang rasanya sangat lezat. Baru kali ini ia merasakannya. Diciumnya berkali-kali rambut Geya yang sedang memeluknya.


"Kamu ngga jadi ke rumah ibu?" tanya Shaka pelan masih membelai rambut istrinya.


Geya yang sedang tersenyum sendiri menjawabnya hanya dengan menggeleng.


"Kalau begitu kita lakukan lagi!" rayu Shaka.


Geya memukul pelan dada suaminya, "Apa kamu tidak kasian denganku," sahut Geya pelan. Geya masih belum berani melihat wajah suaminya.


"Sesakit apa?" tanya Shaka.


Ia melihat noda merah di sprei kasurnya.


"Seperti tertusuk benda padat tapi empuk!" sahut Geya malu.


"Maafkan aku sayang, Aku sudah melukai mu! Apa kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan?" tanya Shaka polos. Pria itu memang baru pertama kali melakukannya.


Geya yang masih malu, Tak mau menjawab pertanyaan Shaka barusan. Karena menurutnya itu memalukan.


"Apa masih sakit?" tanya Shaka lagi.


Geya mengangguk dan masih memeluk erat tubuh kekar Shaka. Geya sangat nyaman memeluk tubuh suaminya. Baru kali ini ia sangat dekat dengan seorang pria. Geya masih ingin lebih lama bersandar di dada suaminya.


"Kalau begitu kamu istirahat saja sayang, Biar aku yang menghubungi Ibu kalau kamu tak jadi main ke rumah" Shaka kembali mencium rambut istri kesayangannya.


Kalau tau nikah itu enak, Dari dulu aku menikahinya. Gumam Shaka.


Karena lelah mereka akhirnya tidur kembali. Hari ini mereka baru merasakan apa yang suami istri lain rasakan. Shaka yang baru pertama kali melakukannya begitu sangat terkesan dengan pengalaman barunya, sementara Geya, gadis yang sudah tidak gadis lagi merasa lega karena keperawanannya ia berikan khusus untuk suaminya.

__ADS_1


__ADS_2