Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Menghampiri Sony.


__ADS_3

Medina menghampiri Sony seorang diri.Tekadnya yang kuat tidak memperdulikan apa yang terjadi selanjutnya.


Tangannya menampar Sony yang ia hampiri, "Bisa bisanya kamu dengan tenang seperti tidak punya masalah sudah menghamili adikku, " ujar Medina yang sekarang sudah di depan Sony.


Sony terkaget,Ketika tangan Medina sudah mendarat dengan keras di pipinya, " Apa yang anda lakukan, Nona!" serunya kaget.


"Hah, "


"Apa yang sudah aku lakukan? Tanyakan kepada dirimu apa yang sudah kamu lakukan dengan kedua adikku?" Mata Medina membulat sempurna menatap pria di depannya dengan penuh kebencian.


Sony yang baru keluar dari taman samping bersama kedua pengawalnya harus terhenti karena Medina tiba-tiba menamparnya.


Kedua pengawal Sony tau kalau wanita di depannya adalah nona mudanya yaitu menantu dari Tuan Bram. Mereka berdua tak bisa mencegat tangan Medina.


Sony memberi kode kedua pengawalnya agar meninggalkan mereka berdua. Pengawal sudah mengerti, tak butuh waktu lama mereka berdua lalu menjauh.


"Maksudmu, kedua adikmu?" tanya Sony lagi.


"Apa perlu aku bawa kedua adikku di sini agar bersaksi di depan Tuan Bram sekarang juga, hah! " teriak Medina.


"Ha.. ha... ha" Sony tertawa mendengarnya.


"Baiklah, aku mengakui kalau akulah yang menghamili Niki, adikmu" ujarnya.


"Dan kamu juga yang kemarin memukuli adikku, Niko" ucap Medina.


"Apa! memukuli adikmu?aku semakin tidak mengerti lagi dengan ucapan mu yang semakin ngelantur, Nona muda, " sahut Sony sambil tersenyum miring.


Berani sekali kamu datang menamparku, nona!


"Aku yakin kamulah yang sudah memukuli Niko hingga hampir mati, Kamu tak bisa mengelaknya, " Medina mendorong tubuh Sony hingga ia terjerembab ke bawah.


"Mana buktinya kalau aku sudah memukuli adikmu, " ucap Sony. Ia tidak menyangka akan di dorong wanita di depannya.


Sony jatuh tersungkur tidak jauh dari Medina berdiri.


"Kamu harus bertanggung jawab sudah menghamili Niki!" ujar Medina lagi.Sungguh di luar kendalinya ia bisa seberani itu.


Sony yang terjatuh,bangkit lalu membersihkan pakaiannya yang sedikit kotor. Kedua pengawal yang ingin menolongnya dari jauh, ia stop agar tak usah di bantu.


"Katakan padaku, berapa uang yang keluarga kamu minta? " ucapnya mendekati Medina.


Medina merasa tersinggung dengan ucapan pria di depannya.


"Kurang ajar, kamu kira keluargaku hanya ingin uangmu! " Medina kembali menampar Sony lagi yang sudah ada di depannya. Tamparannya lebih keras dari sebelumnya.


Sialan! Dua kali kamu sudah menamparku. Batin Sony marah.


Sony terpancing amarah,"Dasar wanita lajang! Beraninya kamu menamparku seenaknya!"

__ADS_1


Sony mengangkat tangannya tinggi hendak menampar balik Medina yang sudah membuatnya marah. Medina dengan refleks memejamkan matanya.


Hampir saja tangan itu mendarat di pipi Medina. Firo yang dari jauh sudah melihatnya datang tepat waktu di saat istrinya ingin di tampar kakak iparnya, Sony.


"APA YANG AKAN KAMU LAKUKAN TERHADAP ISTRIKU! " teriak Firo sangat marah menahan tangan Sony.


Firo lalu menarik tubuh Sony. Firo sangat marah berani beraninya ada lelaki yang ingin memukul wanita terlebih wanita itu adalah istrinya sendiri. Dipukulnya Sony berkali-kali tanpa ampun. Tangannya yang sudah mengepal keras akhirnya bisa membuat tubuh Sony terhuyung jatuh terjungkal.


Bogem mentah dari Firo mendarat dengan sangat keras di wajah Sony.


Kedua pengawal Sony menghampiri mereka bertiga hendak melerai Firo yang membabi buta memukuli Sony hingga babak belur.


"Sedikit saja kamu melukai istriku, Tidak akan ku biarkan kamu hidup tenang, " Firo menendang kembali tubuh Sony.


Bug!


Medina yang di belakang Sony hanya bisa membiarkan suaminya memukuli orang yang sudah menghancurkan adiknya.


Sony belum bisa menyeimbangkan badannya. Di sisi lain ia ingin membalas Firo, namun ia tahu Firo adalah anak kandung dari Tuan Bram. Sony tak berani kalau harus memukul balik Firo.


Firo menarik baju Sony yang sudah ada bercak darah dari ujung mulutnya."Sudah lama aku ingin memukulmu lagi,Bajingan!


Berulang kali kamu ingin melukai istriku," Firo kembali menendang keras tubuh Sony.


Kedua pengawal menahan Firo yang masih memukuli Sony secara bertubi-tubi. Pengawal itu tidak mungkin memukul balik Firo walaupun Sony juga adalah Tuan Mereka.


Firo memberontak ingin memukul habis Sony.


Kalau kamu bukan anak dari Daddy aku sudah membalas mu!


Batin Sony sambil menyeka darah di ujung bibirnya.


Tidak lama tiga orang pelayan dari rumah utama mendatangi mereka karena keributan terdengar sampai di rumah utama.


Sony segera di bawa pelayan yang lain agar pergi menjauhi Firo yang sedang amarah.


Kedua pengawal yang sudah di latih beladiri akhirnya bisa menahan tubuh Firo yang selalu memberontak.


"Lepaskan suamiku, " ujar Medina ke pada kedua pengawal agar melepaskan tangan suaminya.


"Tapi nona, Tuan Muda bisa saja membunuh Tuan Sony," ucap Mereka.


Sony sudah di bawa masuk ke rumah utama. Di taman hanya ada mereka berempat.


"Lepaskan aku, " ucap Firo kepada pengawal.


Kedua pengawal itu langsung melepas tangan Firo dan langsung meminta maaf.


"Maafkan kami, Tuan Muda" ujar Mereka sambil membungkukkan tubuh mereka.

__ADS_1


"Tuan Bram juga menugaskan kami untuk menjaga Tuan Sony agar aman,"


Firo mendengus kesal, amarahnya sedikit mereda setelah batang hidung Sony sudah tak terlihat di depannya.


"Kalian boleh pergi, biar aku yang mengurus suamiku" ujar Medina kepada keduanya.


"Terima kasih nona muda, kami pamit undur diri." ucap mereka berdua lalu meninggalkan Firo dan Medina.


Medina memegang erat tangan suaminya agar sedikit tenang.


"Apa dia sudah melukaimu,? " tanya Firo.


"Katakan dimana dia memukul mu?" tanyanya lagi sambil memeriksa wajah Medina.


"Aku akan memutuskan tangannya kalau sampai dia memukulmu! " ujar Firo lagi.


Medina menggeleng, Dia membawa suaminya agar masuk ke dalam kamarnya supaya lebih tenang lagi.


"Aku tidak terluka sedikitpun," sahut Medina.


"Lalu kenapa dia sampai ingin menamparmu? " tanya Firo ketika sampai di kamarnya.


Mereka duduk di tepi kasur.


Medina mengambil segelas air minum untuk suaminya.


"Sony sudah menghamili adikku, Niki" ujar Medina di sebelah Firo.


"Apa! maksudmu Niki adikmu itu" Mata Firo terbelalak mendengar pernyataan istrinya.


"Iya, Niki sudah hamil tiga bulan. Sony tidak mau bertanggung jawab," jelas Medina.


"Beraninya dia merusak adikmu yang masih sekolah, " Firo semakin geram.


Firo menenggak habis air minum yang di berikan istrinya.


"Dia juga sudah memukuli Niko kemarin yang menyebabkan Niko di rawat di rumah sakit, " jelas Medina lagi.


Penjelasan Medina semakin menambah amarah Firo. Medina mau tak mau harus mengatakan kepada suaminya.


"Kenapa kamu baru mengatakan sekarang?"


"Aku masih takut kamu tidak akan percaya, " sahut Medina.


Firo mendekati istrinya.Ia menatap ke dua mata Medina.


"Honey, kamu harus mengatakan apapun yang menjadi beban di hatimu kepadaku, kamu tidak boleh bertindak seorang diri,Ada aku Suamimu!" ucap Firo kepada Medina.


Sudah jelas! dia benar benar akan menjadi musuhku,Batin Firo.

__ADS_1


__ADS_2