Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Obat Pencahar.


__ADS_3

"Maaf Honey, kamu harus menunggu lama," ujar Firo sembari mendatangi Medina, "Apa urusanmu sudah selesai?" tanyanya.


"Urusannya sudah di limpahkan kepada Sekretaris Andre, lagi pula aku tak terlalu mengerti," sahut Firo.


Walaupun Firo memimpin kelima hotelnya, tetap saja Tuan Bram masih berpengaruh besar.Dengan mendatangkan Sekretarisnya yang selalu mengatur apapun yang harus Firo kerjakan. Posisi Firo di sini hanya sebagai wayang yang di gerakan Ayahnya di belakangnya.


Firo hanya mengiyakan apa yang ayahnya perintahkan, walaupun tujuannya dekat dengan ayahnya bukan itu.Firo selalu menunjukan bahwa dia adalah anak yang patuh meskipun dalam hatinya berkata lain.


Sebenarnya Firo tak begitu peduli dengan masalah di hotel Axon kemarin yang menyebabkan adanya korban jiwa. Tetapi karena ia merasa geram dengan orang yang diam diam ingin menjatuhkannya, ia menjadi peduli demi harga dirinya.


"Baiklah kalau begitu, ayo kita pulang," sahut Medina.


"Malam ini kita pulang ke rumah, bukankah Niko sudah ada yang menunggui," ujar Firo.


Mau tak mau Medina menuruti suaminya.Untungnya ada perawat yang mau di sewa Medina untuk menjaga Niko.


Firo berjalan di iringi Medina di sampingnya melewati sederet tamu yang sedang menikmati pesta.Hanya tamu undangan dan staf hotel yang bisa menghadiri pesta itu, Pesta pernikahan temannya Agata.


Belum beberapa langkah meninggalkan tempat itu, langkah mereka terhenti karena ada keributan mendadak di acara pesta. Sebagian tamu mengalami sakit perut setelah mengkonsumsi makanan yang di sediakan di pesta.


Agata yang dari tadi di dalam langsung keluar karena ada keributan di wedding yang sedang memakai jasanya.


"Nona Agata, bagaimana ini? para tamu mendadak sakit perut karena mengkonsumsi catering yang Anda persiapkan," ucap salah seorang kerabat mempelai pria kepada Agata.


Agata terlihat bingung karena baru sekarang ia mengalami kejadian mengejutkan seperti ini.


"Apa anda sudah memastikan penyebab sakit perut mereka karena mengkonsumsi makanan dari catering kami," sahut Agata.


Agata memakai jasa catering dari hotel Aurora.Ini pertama kalinya hotel itu mengadakan acara pernikahan.


"Tidak mungkin karena penyebab lain Nona, mereka sakit perut bersamaan disini. Bagaimana ini Nona Agata, kalau anda tidak segera bertindak, kami akan tuntut usaha wedding organizer anda," ucap kerabat mempelai lagi.


"Sabar tuan jangan terburu-buru sebaiknya kita bicarakan dahulu bagaimana baiknya, kalau kesalahan ada pada pihak kami, saya akan bertanggung jawab," sahut Agata.

__ADS_1


Firo terpaksa meninggalkan Medina dulu. Ia bersama Sekretaris Andre dan Agata sedang berunding mencari penyelesaian bersama pihak keluarga mempelai.


Kesalahan murni dari katering yang disediakan di acara itu. Agata sebagai penanggung jawab acara akhirnya menggratiskan biaya acara pernikahan itu. Beruntung karena mempelai adalah teman Agata, keluarga mereka tidak jadi menuntut WO Agata.


Atas suruhan Tuan Bram,Sekretaris Andre memecat seluruh karyawan yang ikut andil dalam acara itu. Agata terlihat frustasi karena baru pertama kalinya dalam sejarah acara yang di buatnya gagal karena makanannya membuat para tamu mengalami sakit perut.


Setelah permasalahan selesai dengan damai. Firo menemui kembali istrinya.


"Ada masalah apa lagi?" tanya Medina ketika Firo sudah kembali.


Firo mendadak murung.Ia terdiam tidak menjawab istrinya bertanya.


Medina mengikuti langkah Firo yang berjalan cepat di depannya.


Setelah sampai di mobil, dengan diantar sopir hotel mereka pulang menuju rumah.


Firo masih diam dalam pikirannya,Medina yang dari tadi ingin marah terhadapnya. Mendadak mengurungkannya karena tidak tega dengan situasi yang sedang di alami suaminya, Medina mendengar kalau tamu yang datang di pernikahan itu mengalami sakit perut setelah memakan hidangan di pesta itu.


Setelah sampai rumah Firo langsung menuju kamarnya di ikuti Medina.


"Apa aku tidak layak menjadi orang yang normal kembali?" tanya Firo.


"Apa maksudmu?" Medina bertanya balik.


"Kenapa selalu ada masalah ketika aku hidup dengan normal tidak seperti orang lainnya," seru Firo.


"Kamu pikir orang yang normal tidak pernah ada masalah! " sahut Medina.


"Aku tahu merekapun sama memiliki masalah, tetapi masalah yang aku alami seperti di rencana. Kayaknya ada orang yang tidak ingin aku hidup normal pada umumnya. Sepertinya mereka menginginkan aku menjadi gila lagi seperti dulu." Firo menjadi sangat pesimis malam itu.


"Sabar sayang, pasti semua akan terselesaikan. Ini mungkin adalah ujian buatmu" ucap Medina menenangkan Firo.


"Tunggu sebentar! aku menemukan ini, ketika ada lelaki yang mencurigakan tidak sengaja menjatuhkannya." Medina baru ingat ia lalu menunjukan sebuah botol kecil yang ada di tangannya, benda yang jatuh dari saku lelaki berkacamata.

__ADS_1


Mata Firo tertuju pada benda di tangan Medina, ia lalu mengambilnya.


Obat itu bertuliskan huruf cina, Firo tidak mengerti arti tulisan itu. Dipandanginya botol yang berisi cairan atau sejenis obat.


Entahlah itu apa, namun Firo semakin penasaran dengan botol itu. Segera ia mengambil laptop dan mencari tahu terjemahan dari tulisan yang ada pada botol kecil itu.


Firo mengambil foto botol itu dan mencari tahu terjemahan di salah satu situs penerjemah.


"Obat pencahar"


Ternyata botol yang dipegangnya adalah obat pencahar dosis tinggi. Firo semakin yakin kalau masalah yang terjadi tadi akibat botol yang di tangannya.


"Dari mana kamu menemukan ini?" tanya Firo.


"Aku tadi tak sengaja menemukannya, ada lelaki berkacamata yang berjalan terburu-buru lewat di depanku menjatuhkan ini, tadinya aku ingin mengejarnya namun pria itu berjalan sangat cepat sekali," jelas Medina panjang lebar.


"Apa kamu melihat mukanya?" tanya Firo lagi.


"Aku tak pasti melihatnya, karena aku hanya melihatnya sekilas terlebih ia memakai kacamata dan baju yang sama seperti pegawai hotel," jawab Medina.


Firo lalu mencari berkas karyawan hotel yang barusan di pecat oleh sekretaris Andre.


"Apa ada yang sama dengan orang yang menjatuhkan botol ini?" Firo menunjukan layar laptop yang menampilkan semua foto karyawan kepada Medina.


Medina melihat memastikan apakan ada salah satu karyawan yang mukanya sama dengan yang ia lihat. Namun sederet foto itu tak ada yang sama.


"Sepertinya tidak ada," ujar Medina.


"Aku yakin ada orang yang tidak suka denganku, sengaja menyuruh orang memakai cara selicik ini untuk menjatuhkan ku," ucap Firo mulai geram .


Siapa pelakunya? kalau aku tahu aku akan buat perhitungan dengannya. Batin Firo.


Firo terdiam dalam pikirannya. Medina mulai melupakan rasa curiga terhadap suaminya bersama Agata. Medina merasa empati dengan apa yang terjadi kepada suaminya.

__ADS_1


Pasti pelakunya sama dengan kejadian di hotel Axon kemarin. batin Firo lagi.


Medina tak habis pikir ada orang yang sengaja menjatuhkan Firo dengan cara licik seperti ini. Apa mungkin orang itu Nyonya Stella? Medina mulai berprasangka buruk.


__ADS_2