
"Apa yang kamu katakan barusan?" tanya Tuan Bram mengerutkan dahinya.
Firo memundurkan kakinya, "Bukankah tadi Daddy mengatakan kalau aku harus mengikuti anda,bukan!"
Mata Tuan Bram menelisik ke arah Firo, Ia melihat anaknya seperti menyimpan sesuatu di hatinya.Ia lalu tersenyum kecut ke arah anaknya.
Tuan Bram memegang bahu anaknya dengan kasar.
Besar juga nyalimu, serigala kecilku. gumam Tuan Bram.
"Kalau begitu kembalilah bekerja,Aku akan mengamati bagaimana seorang serigala bisa mengalahkan musuh di depannya,"ujar Tuan Bram menegakkan lehernya sombong.
Firo mendengus kesal dengan ucapan ayahnya.Ia menatap nanar ayahnya.
"Aku akan membuktikannya kepadamu,"
"Tunggu saja saatnya nanti pasti aku akan menjatuhkan semua musuhku satu persatu," ucap Firo melepas tangan Tuan Bram di bahunya.
Aku adalah serigala yang sudah kau buat gila! Batin Firo dalam hati.
Firo dan Tuan Bram sebenarnya memiliki ikatan batin yang kuat. Makanan kesukaan,Selera wanita yang di sukai bahkan kecerdasannya menurun dari ayahnya. Hampir semua yang ada pada diri Firo adalah duplikat dari Tuan Bram.Namun Firo lebih memilih setia kepada pasangannya di bandingkan Tuan Bram.
***
Flashback.
Seminggu yang lalu,
Sebuah senyuman terukir di bibirnya menyambut kedatangan Firo di depan rumahnya.
Senyuman hangat yang beberapa minggu yang lalu menghilang, kini berada jelas di hadapannya.
Bi inah memeluk erat tubuh yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri dari kecil. Firo membalas pelukan itu dengan sangat terharu. Bagaimana mungkin dia bisa membenci seorang yang paling di sayangi apalagi tega mengusirnya di tengah malam kemarin.
Setengah jam sebelum Firo mengusirnya,Ia sudah lebih dulu menghubungi Ricko anaknya.
Firo memang baru tahu kalau kedua mata Ricko adalah milik ibunya. Awalnya Firo sempat marah karena selama ini Bi Inah tidak terbuka terhadapnya. Kemarahan Firo terkalahkan karena rasa ibanya kepada Bi inah.Firo tahu kalau Bi Inah hanya di kambing hitamkan, Ia merasa kasihan dengan wanita tua yang sudah melindunginya dari kecil.
Firo sengaja mengusir Bi Inah agar Bi inah bisa hidup bersama keluarganya. Ia tahu itu adalah impian Bi inah yang sebenarnya. Firo sengaja mengusirnya karena Bi inah selalu menolak ketika Firo menyuruhnya tinggal bersama Ricko anaknya, Firo tidak mau seumur hidup Bi Inah bersamanya.
Ricko bagi Firo sudah di anggap kakak sekaligus guru yang mengajarinya hal sekecil apapun.
__ADS_1
Firo yang tidak bersekolah dari umur sepuluh tahun ketika ia sudah mulai sembuh dari gilanya selalu di ajari hal apapun yang tidak ia tahu, baik itu pelajaran sekolah ataupun ilmu beladiri, sudah Ricko ajarkan kepadanya.
Firo dari kecil sangat cerdas sering menduduki peringkat satu si sekolahnya.Namun Karena nasibnya yang buruk,ia tak bisa bersekolah lagi seperti anak lainnya. Tuan Bram sengaja mengasingkan anaknya di rumah.
Walaupun Firo sempat gila, Firo yang tergolong anak yang cerdas sangat mudah mempelajari apa yang diajarkan Ricko kepadanya.
Ia tidak tahu bagaimana jadinya kalau tidak bertemu dengan Bi inah dan Ricko.Mungkin ia akan menjadi pria yang bodoh.
*
"Aku sangat merindukanmu nak!" ujar Bi Inah di pelukan Firo.
"Aku juga sangat merindukanmu, Bi. Bagaimana kabarmu sekarang bi?" seru Firo.
"Seperti yang kau lihat nak! Bibi baik-baik saja" jawab Bi Inah.
"Bibi tampak lebih gemuk dan segar,Sepertinya bibi sangat bahagia bisa tinggal bersama Ricko" ujar Firo.
"Aku juga bahagia ketika tinggal di rumah anda tuan muda," ujar Bi Inah.
"Jangan panggil aku tuan muda lagi bu!"
Firo memegang tangan yang sudah keriput itu,"Bolehkah mulai sekarang aku memanggilmu, IBU!" ucap Firo lagi.
"Tentu boleh nak! Ibu selalu berharap agar aku bisa menggantikan posisi Fira, sebagai ibumu" sahut Bi Inah.
Bi Inah menyuruh masuk Firo di rumahnya.Besok Bi Inah akan menetap keluar negeri bersama Ricko dan Laras. Ricko yang melihat kedatangan Firo dibuat terpana karena tampilan baru Firo yang lebih segar, Rambutnya sudah tidak gondrong lagi. Firo terlihat lebih tampan dari sebelumnya.
Firo menatap kedua mata Ricko,kedua mata milik ibunya. Pantas saja dia sangat nyaman berada di dekat Ricko,matanya mengingatkan Ricko kepada ibunya.
"Bagaimana kabarmu Firo? Ada salam dari Gio, dia terus menanyakan kabarmu terus.Sebentar lagi adiknya lahir makanya Laras tidak bisa ikut bersamaku menjemput ibu" ujarnya kepada Firo.
"Kabarku sudah cukup baik kak! Medina lah yang membuatku sebaik ini" sahutnya.
"Aku juga kangen dengan anak gendut itu,berarti sebentar lagi kakak akan mempunyai dua anak?" ujar Firo.
"Iya apalagi adiknya nanti di perkirakan jenis kelaminnya perempuan, Gio sangat senang akan mempunyai adik perempuan" jelasnya.
"Pasti akan terasa ramai mempunyai dua anak" ujar Firo.
Ricko menyenggol bahu Firo.
__ADS_1
"Makanya cepetan punya anak biar ngga sepi lagi, mempunyai anak itu menyenangkan, " ucap Ricko.
"Benarkah? kalau begitu aku harus sering membuatnya bersama Medina, agar cepat mempunyai anak" ujar Firo.
Ricko tertawa mendengar ucapan Firo.Bi inah memberhentikan tawa mereka ketika Ia membawakan dua cangkir kopi yang sudah ia seduh untuk Firo dan Ricko.
"Bagaimana kabar Medina? Apa dia betah tinggal di rumah itu?" tanya Bi inah.
"Dia baik-baik saja bi, sepertinya ia lebih betah tinggal di kamar yang lama di banding di rumah utama," jawab Firo.
Bi inah duduk menghadap Firo tepat di sebelah Ricko.
"Medina adalah gadis yang baik, kamu jangan sampai menyakitinya. Ibu mau kamu harus menjaga Medina dari Ny. Stella. Dia tak menyukai istrimu" ujar Bi Inah.
"Peristiwa dulu yang menimpa istrimu ketika di culik ternyata atas perintah dari Ny. Stella. Ia yang menyangka Medina telah hamil, berusaha merusak Medina. Ia tak mau kamu mempunyai keturunan karena kamu adalah anak satu-satunya Tuan Bram, calon pewarisnya." ucap Bi inah panjang lebar.
Firo sangat marah ketika mengetahui ternyata Ny. Stella yang menculik istrinya waktu itu.
"Jadi wanita keparat itu yang menculik istriku, " ucap Firo geram.
Dasar wanita licik, lihat saja aku akan membalas mu, ucap Firo dalam hati.
"Maka dari itu, kamu harus menjaganya" ujar Bi inah.
"Tapi tunggu bu, maksud ibu tadi ibu bilang aku adalah anak satu-satunya? aku tidak mengerti dengan ucapan mu,Bu!" Firo mengerutkan dahinya tidak paham.
"Iya, kamu adalah anak tunggal dari Tuan Bram, Shaka bukanlah anak kandung dari Tuan Bram" ucap Bi inah lagi.
Sudah lama ia memendam rahasia ini. Kini sudah saatnya Firo mengetahuinya.
Ucapan Bi inah membuat Firo terkaget, bagaimana mungkin kalau ternyata Shaka bukan anak kandung ayahnya. Bukankah Shaka adalah kakaknya? walaupun beda ibu. Banyak pertanyaan yang muncul di benaknya.
"Bagaimana ibu tahu kalau Shaka bukan anak dari Daddy?" tanya Firo.
Bi inah tersenyum memulai menjelaskan.
"Ibu mengetahuinya karena dulu ibu adalah pembantunya. Sejak dulu sebelum Ny. Stella menikah dengan ayahmu dia sudah berhubungan dengan lelaki lain. Ayah kandung Shaka datang menemui Ny. Stella ketika Shaka berumur setahun. Lelaki itu sangat yakin kalau Shaka adalah anaknya, Ia lalu melakukan tes DNA. Dan benar saja setelah hasilnya muncul Shaka benar adalah anak kandungnya. Karena ia tahu Shaka lebih bagus tinggal bersama Tuan Bram, Lelaki itu lalu berjanji akan merahasiakan statusnya sebagai ayahnya.Ibu mengetahuinya karena ibu mengenal ayah Shaka sebenarnya" ucap Bi inah panjang lebar.
Benarkah! berarti ia dan Shaka bukanlah saudara. ucapnya dalam hati.
"Kalau begitu, siapa ayah Shaka sebenarnya bu? " tanya Firo kepada Bi inah.
__ADS_1
"Ayahnya tinggal sangat jauh dari sini. Ibu berjanji kepadanya kelak ibu akan memperkenalkannya kepada Shaka" jawab Bi inah.