Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Godaan Baru


__ADS_3

Setelah meeting selesai satu persatu rekan bisnis Firo meninggalkan ruangan tetapi tidak dengan Agata, Ia menghampiri Firo yang hendak keluar dari ruang Meeting.


Agata menghentikan langkah kakinya di depan Firo, "Senang bekerja sama dengan anda, perkenalkan nama saya Agata dari Maha ayu colection" Agata mengulurkan tangan kepada Firo memperkenalkan diri.


Firo menerima uluran tangan Agata tapi kemudian secepatnya ia lepas, "Terimakasih atas kerjasamanya," ujarnya kepada Agata sambil mengemasi barang barangnya.


Agata terlihat penasaran dengan sikap Firo belum ada lelaki manapun yang tak simpatik terhadapnya "Bagaimana kalau kita bicarakan sambil makan siang. "


Firo tak bisa melewatkan pembicaraannya dengan Agata karena kerjasama dengannya merupakan hal yang sangat penting mengingat Agata adalah pemilik wedding organizer yang sangat terkenal dan akan menjadikan resort miliknya sebagai tempat langganannya.


"Baiklah aku hanya punya waktu sepuluh menit," ucapnya.


Agata merasa senang Firo tak menolaknya.


Agata dan Firo menuju cafe milik Shaka yang letaknya tidak jauh dari resort.


Mereka berdua duduk saling berhadapan. Agata memesan menu makan siangnya setelah waiters memberinya daftar menu. Firo hanya memesan menu desert dan secangkir teh.


"Saya belum pernah bertemu dengan anda tuan, Padahal saya sering bekerja sama dengan Tuan Bram." Agata memulai pembicaraan.


"Anda benar, Saya baru beberapa hari bekerja di sini," Firo masih terlihat tampa ekspresi.


"Aku kira Tuan Bram hanya memiliki satu putra, " ujar Agata sambil meminum orange jus.


Firo terlihat sangat kaku di depan Agata, karena tidak terbiasa berhadapan dengan seorang wanita kecuali Medina dan Bi inah.


"Area mana yang anda ingin tambahkan untuk acara anda, kami punya beberapa cabang di setiap kota. " ujar Firo langsung pada intinya.


"Sekretaris ku akan menjelaskan lebih terperinci, untuk harga sewa dan beberapa area yang akan kita pakai setiap minggunya," sahut Agata kepada Firo sambil memulai makan siangnya.


"Lalu untuk apa kita berbincang disini, kalau sekretaris anda yang akan menjelaskannya," ujar Firo sedikit emosi.


"Ha.. ha.. santai saja Tuan Firo, aku hanya ingin mengajak anda makan siang," ucap Agata.


Firo merasa waktunya terbuang sia sia, "Maaf masih banyak kerjaan yang harus aku selesaikan. Kalau begitu aku pamit duluan anda selesaikan saja makan siangnya aku akan tunggu sekretaris anda ke kantorku."


Agata hanya mengangguk tidak bisa mencegah Firo. Padahal ia baru saja memulai makan siangnya.


Ia lalu berdiri dan meninggalkan Agata yang masih menghabiskan makan siangnya. Agata tak marah sedikitpun justru dia makin penasaran dengan lelaki kaku yang tidak melirik nya sedikitpun ketika berbicara.


**


Langkah kaki Firo ia hentikan ke ruangan miliknya. Duduk dan memulai aktifitas barunya yang baru baru ini ia jalani. Firo tak punya waktu sedikitpun berurusan dengan wanita lain. Tuan Bram selalu memantau gerak geriknya Firo dari jauh.

__ADS_1


Firo tahu dia sedang di perhatikan setiap hari. Baginya itu tidak masalah dia akan bermain dengan sangat berhati-hati dengan ayahnya. Ada sesuatu yang ingin Firo selesaikan. Ia hanya perlu berpura-pura menjadi anak yang patuh dan penurut bagi ayahnya.


**


Medina.


Siang itu Geya berpamitan pulang dengannya setelah meneruskan pembicaraan mereka panjang lebar siang itu.


Shaka, Tuan Bram dan suaminya sudah berangkat bekerja pagi pagi sekali.


Medina hendak kembali ke kamarnya setelah kepergian Geya.


Baginya ia lebih aman berada di kamar di bandingkan harus bertemu dengan Nyonya Stella dan Syerli yang sedang ada di rumah.


"Senang bertemu denganmu lagi," senyuman Sony menyeringai menghentikan langkah Medina yang berpapasan dengannya.


Mata Medina terbelalak," Dunia ini sempit sekali." ucapnya.


"Aku bingung harus memanggilmu apa, Adik ipar atau kakak ipar," perkataan Sony membuatnya menyadari bahwa adiknya sedang dekat dengannya.


"Sudah aku duga kamu lelaki yang sangat brengsek berani beraninya kamu mendekati adikku sementara kamu sudah mempunyai istri," ucap Medina marah.


Sony tersenyum miring, "Adikmu wanita yang sangat bodoh," ujarnya.


"Silahkan saja Nona muda, Setelah ini aku pastikan adikmu akan berlutut di kakiku untuk segera menikahinya," ujar Sony.


"Apa yang sudah kau lakukan terhadap adikku?" Medina mengepalkan tangannya.


"Aku sudah mengatakan yang sejujurnya kepada Niki kalau aku sudah beristri, tapi tetap saja adikmu mau denganku," ujar Sony.


"Katakan padaku, apa yang sudah kau lakukan terhadap adikku?" Medina menarik kerah baju Sony.


Sony tersenyum miring menanggapi Medina yang begitu amarah terhadapnya, " Tanyakan kepada adikmu apa yang sudah aku lakukan terhadapnya. "


Plak..


Sebuah tamparan tepat di pipi Sony.


Syerli melihat jelas Medina menampar suaminya. Ia lalu menghampiri mereka berdua.


"Lepaskan suamiku, Wanita tidak tahu malu!" ucap Syerli marah.


"Kau! beraninya menampar suamiku!" Syerli mendorong tubuh Medina agar menjauh dari suaminya.

__ADS_1


"Jaga suami tersayang mu ini.Agar tidak menggoda wanita lain. " ujar Medina.


Syerli menoleh ke arah suaminya seakan ingin bertanya apa yang terjadi.


"Sepertinya dia hanya salah paham sayang," ucap Sony menenangkan syerli.


Medina merasa muak berada di tengah mereka berdua.


"Jelaskan padaku apa yang terjadi?" ucap Syerli lagi.


"Tanyakan kepada suamimu," Medina lalu meninggalkan mereka berdua. Syerli mencoba menahan tangan Medina tetapi Sony keburu menenangkan istrinya agar membiarkan Medina pergi.


"Sayang, tadi dia salah paham karena aku membicarakan suaminya," ujar Sony sebisanya.


"Beraninya dia menamparmu "gerutu Syerli, "Apa kamu sudah mengenalnya sebelumnya?"


"Aku hanya mengenalnya sekilas karena dia teman dari temanku," sahut Sony.


"Aku tidak bisa membiarkan dia menghinamu," ujar Syerli.


"Biarkan saja, mungkin dia sedang datang bulan," Sony merangkul istrinya menuju ruang keluarga.


Syerli masih belum bisa terima dengan perlakuan Medina terhadap suaminya. Kalau tidak Sony cegah mungkin dia sudah berantem dengan Medina.


"Kenapa dia menyuruhku agar menjagamu dari wanita lain?" tanya Syerli, "Apa kamu pernah menjalin hubungan dengannya. "


"Sayang dia memang cantik, Tapi dia bukan tipe ku. " jelas Sony.


"Lalu seperti apa tipe mu? "


" Seperti dirimu sayang," Sony lalu mengecup rambut Syerli.


"Aku tidak akan membolehkan siapapun memilikimu selain aku," ucap Syerli manja kepada Sony.


**


Medina semakin penasaran dengan apa yang dikatakan Sony terhadap adiknya. Medina ingin sekali menghubungi adiknya tapi ia tak mempunyai nomer telepon kedua adiknya. Ia ingin bertanya langsung kepada Niki apa yang dikatakan Sony.


Besok ia dan Firo akan mengunjungi kedua orang tuanya. Medina sudah lama tak bertemu dengan orang tua dan Niko adik kesayangannya.


Medina sudah mempersiapkan apa yang ia bawa untuk menginap di rumah orang tuanya bersama Firo.


Siang hari itu Medina hanya menghabiskan waktunya sendirian di kamar sambil menunggu Firo pulang dari resort.

__ADS_1


__ADS_2