Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
El dan Drago


__ADS_3

Tiga tahun kemudian.


"Selamat ulang tahun, Kak" ucap Calista kecil kepada Drago yang sedang merayakan ulang tahun kelimanya.


Drago kecil hanya mengangguk mengiyakan.


"Bilang terima kasih kepada Calista, Drago" ujar Medina kepada anaknya.


"Terima kasih," sahut Drago singkat.


Drago kembali mengambil mainan miliknya dan menjauhi Calista. Anak laki-laki itu tidak suka bermain dengan anak perempuan.


"Drago ajak main Calista dulu, ya" ucap Geya mendudukkan anaknya di sebelah Drago yang sedang bermain.


Melihat kedatangan Geya, Medina mengajak ibu hamil itu untuk membantunya memasak. Ia membiarkan anaknya bermain berdua dengan Calista di ruang tengah.


"Gadis cantik, Bermain dulu ya disini dengan Drago. Tante mau ajak Mommy mu dulu," ujar Medina kepada Calista.


"Baik, Tante" sahut Calista.


Gadis kecil berumur tiga tahun itu mencoba ikut bermain apa yang sedang dimainkan Drago. Namun sayangnya, Drago tidak ingin diganggu oleh Calista, "Pergi! Aku tidak suka bermain dengan anak perempuan," ketus Drago.


Karena diusir, Calista akhirnya mundur menjauhi. Gadis kecil itu berjalan pelan sambil mengamati segala sesuatu yang ada di ruangan. Termasuk kue ulang tahun Drago yang berbentuk superhero.


Kue ulang tahunnya lucu. Gumam Calista.


Calista kecil mendekati kue ulang tahun Drago. Ia dibuat penasaran karena bentuknya yang sangat lucu. Calista yang iseng mencolek kue itu lalu memakannya.


Eumm...Rasanya enak. Batin Calista memakan kue milik Drago.


Drago yang melihat kuenya dicolek sangat marah, "Jangan pegang kue aku! Acaranya saja belum dimulai, Kamu sudah merusaknya!"


Drago yang refleks mendekatinya lalu mendorong gadis kecil itu hingga terjatuh.


Bug. Calista jatuh ke lantai.


"Hiks..mommy..." Calista tak bisa menahan tangisnya. Gadis kecil itu menangis karena Drago mendorongnya.


Selang beberapa detik, Dari luar Elard yang mendengar tangisan Calista, Datang mendekati mereka berdua, "Jangan nakal sama pelempuan, Dago" El yang masih belum fasih bicaranya mendorong Drago.


Bug.


Drago terjatuh akibat di dorong Elard. Anak laki-laki itu tidak suka dengan kelakuan Drago yang mendorong Calista.


"Kamu ngga papa?" Elard mengulurkan tangannya kepada Calista agar bangun, "Jangan nangis ya.. " El mengusap pipi gemuk Calista.


Calista langsung berhenti menangis ketik El membantunya berdiri, "Terima kasih, Kak"

__ADS_1


Denis yang datang bersama Elard membantu Drago berdiri, "Tuan muda! Apa tuan muda baik-baik saja?"


Anak laki-laki yang membatu Drago bernama Denis, Merupakan anak dari Agung dan Lela. Lela melahirkan anak kembar bernama Denis dan Disa yang sekarang berusia empat tahun.


"Minggir," ketus Drago kepada Denis.


Drago mendekati Elard lalu mendorongnya balik, "Dia sudah merusak kue ku! Kenapa kamu membelanya?" ketus Drago.


Bug. Elard terjatuh.


Elard yang di dorong balik tidak terima dengan balasan Drago. Kedua anak lelaki itu saling menatap tajam.


Drago tidak suka dengan El yang selalu ikut campur. Sementara El, tidak menyukai sifat Drago kerena mendorong Calista.


"Jangan berkelahi," teriak Denis keras ketika melihat keduanya yang akhirnya berkelahi lagi.


"Uncle, Kakak berkelahi" Calista ikut berteriak.


Firo yang mendengar teriakan Denis dan Calista dari luar. Akhirnya masuk kedalam dan langsung melerai El dan Drago.


"Apa yang sedang kalian lakukan!" tegas Firo menjauhkan mereka berdua.


"Denis temani Calista ke mommy nya dulu ya," ucap Firo kepada Denis agar membawa Calista menemui ibunya.


Denis mengangguk dan menuntun Calista keluar.


"Drago yang duluan, Uncle" sahut El kepada Firo membela.


Drago langsung memeluk ayahnya.


"Apa benar, Drago?" tanya Firo lalu menggendong Drago.


"Itu tidak benar, Pap. Bukannya papa menyuruhku menjadi anak yang berani! El yang mendorongku duluan" seru Drago tanpa rasa bersalah sambil memegang mainannya.


Sudah sering El dan Drago terlibat perkelahian. Ada saja yang membuat mereka berkelahi, seperti berebut mainan atau berebut kasih sayang dari Medina.


Kedua orang tua angkat Medina sudah meninggal tiga tahun yang lalu. Sehingga Niki yang seorang single mom terkadang menitipkan Elard kepada Medina setiap bekerja. Niki lebih mempercayakan kakaknya yang mengasuh anaknya dibandingkan Baby sitter.


"Drago tidak akan membalas mu kalau kamu tidak memulainya dulu," bentak Firo kepada El, "Lain kali, Kalian jangan berkelahi lagi!" tambah Firo kepada El dan Drago.


El hanya mengangguk mengiyakan apa yang diucapkan Firo kepadanya, "Iya, Uncle. Maafkan aku"


Anak sama ayah sama saja. Sukanya bikin keributan. Batin Firo sambil membawa Drago keluar.


Elard hanya berdiri sambil memandangi Drago yang sedang digendong ayahnya. Di hati kecilnya, Ia ingin sekali seperti Drago, Bisa merasakan kasih sayang ayahnya. Bahkan setiap kali ada keributan, El lebih memilih mengalah.


***

__ADS_1


Malam hari setelah acara ulang tahun selesai.


"Kenapa kamu murung sekali, El?" tanya Medina mendatangai Elard yang duduk dipojokan.


Anak kecil itu berusaha agar tidak menangis di depan Medina yang sudah dianggap seperti ibunya sendiri.


"Aunty, Apa El punya Ayah?" tanyanya kepada Medina. Mata anak itu sudah mulai berkaca-kaca.


Medina langsung memeluk Elard, "Kenapa kamu bertanya seperti itu? Ya jelas El punya Ayah," sahut Medina menenangkan Elard.


"El juga ingin dipeluk seperti Uncle memeluk Dago, El juga ingin saat ulang tahun nanti, Ayah menemani El saat tiup lilin," ucap El sambil menangis sesenggukan.


"El ngga usah sedih, Kan ada Uncle Firo. Anggap saja ia seperti ayah El," tutur Medina.


Elard menggeleng, "Tapi uncle bukan ayah El. Kata Mommy, Ayah El sedang pelgi jauh cali uang yang banyak, Agal mommy ngga kelja lagi. Apa benal itu Aunty?" tanya El.


Medina kembali memeluk Elard yang terus menangis, "Mommy kamu benar, El yang sabar ya.. Suatu saat El pasti bertemu dengan ayahmu"


Medina tidak ingin memberitahukan bahwa ayahnya sedang didalam penjara.


"El, Janji suatu saat nanti, El mau cali uang yang banyak agal Ayah El pulang dan ngga pelgi lagi. El janji, Aunty" ucap Elard di pelukan Medina.


***


Di Lapas Tuan Bram.


"Pak Bram," ucap Seorang petugas, "Ikut kami sekarang!"


Tuan Bram yang sedang berdoa, Langsung berjalan mendekati jeruji besi.


"Ya, Pak!" sahut Tuan Bram.


"Ada yang ingin menemui mu, Pak" ucap Seorang petugas.


Tuan Bram segera merapihkan perlengkapan sholat yang barusan ia gunakan untuk beribadah. Selama dipenjara, Ia rajin berdoa. Tuan Bram telah berubah, Ia sedang menyiapkan mentalnya karena tiga hari lagi ia akan di eksekusi mati.


"Siapa yang menjengukku, Pak?"


Sambil membuka kunci sel, Petugas lapas tersenyum ke arah Tuan Bram.


"Anak dan cucumu, Pak Bram" sahut petugas lapas berkaca-kaca. Ia tahu betul selama ini Tuan Bram selalu berdoa agar putranya menemuinya di penjara.


"Benarkah?" wajah Tuan Bram yang selalu datar mendadak berseri.


Petugas lapas lalu memeluk Tuan Bram, "Doa mu terkabul, Pak Bram"


Petugas Lapas adalah salah satu teman Tuan Bram selama di penjara. Ia banyak mendengar Tuan Bram bercerita mengenai anaknya. Ia ikut bahagia ketika mengetahui anak yang dinantikan Tuan Bram akhirnya mau menemuinya di tiga hari terakhirnya.

__ADS_1


Karena saking bahagianya, Tuan Bram sampai jalan terburu-buru menuju ruang besuk, "Terima kasih ya Allah, Kamu telah mengabulkan doaku," ucap Tuan Bram pelan.


__ADS_2