Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Janji Nikah


__ADS_3

Geya berjalan dengan Tuan Sam menuju mimbar. Meskipun gadis itu tidak menyukai Shaka, Demi ayahnya ia rela menikah dengan Shaka. Dari kecil dia sangat menurut kepada orang tuanya.


Shaka sudah berdiri di depan mimbar, Sesekali ia menoleh ke arah calon pengantinnya yang sedang berjalan ke arahnya. Ada kecanggungan saat mereka bertemu menjadi satu di depan mimbar.


Shaka melihat sebentar wajah Geya. Hari ini ia sangat cantik. Sangat berbeda dari biasanya.


Gadis labil hari ini aku akan menikahi mu. Batin Shaka.


Acara hanya dihadiri pihak keluarga. Tidak ada yang istimewa atau kemegahan dalam pesta itu. Mengingat keluarga mereka sedang berduka, Karena Tuan Bram dan Sony sedang di dalam penjara.


Nyonya Stella terpaksa mempercepat pernikahan mereka berdua, Ia takut setelah Tuan Bram dijatuhi hukuman mati anaknya akan lebih sulit mendapatkan jodoh.


Geya menoleh sesekali ke arah Shaka yang berdiri di sebelahnya. Mereka berdua akan melaksanakan janji nikah di depan mimbar.


Ternyata wajahnya sangat tampan. Andai saja kamu tidak kasar, Aku sudah dulu jatuh cinta. Batin Geya.


Shaka mendadak gemetar saat berdiri berhadapan bersama Geya. Meskipun sudah pernah bertemu beberapa kali. ia masih saja tetap asing ketika bertemu Geya.


Sekretaris Karan duduk tidak jauh dari Nyonya Stella. Ia sangat bahagia, Akhirnya Shaka akan menikah juga hari ini.


Suasana menjadi hening saat prosesi janji nikah akan diucapkan. Pandangan para tamu fokus melihat calon mempelai yang berdiri di tengah di hadapan mereka.


Walaupun gemetar Shaka harus bisa mengucapakan janji nikah dengan lantang. Sebelum mengikrarkan, Shaka menarik napas panjangnya.


"Saya Shaka Demetrio dengan tulus dan ikhlas menerima Andrea Geya Samuel menjadi istri saya. Saya berjanji akan setia baik suka maupun duka, Sehat maupun sakit. Saya juga berjanji akan menghormati serta tulus mencintai sampai maut memisahkan kita,"


Mendengar Shaka mengucapkan janji nikah ada rasa bergetar di hati Geya. Sekarang giliran dia yang harus mengikrarkan.


Geya berhenti sejenak tanpa suara memastikan kalau yang dialaminya pagi ini bukanlah mimpi. Semuanya serba cepat. Geya menoleh ke arah orang tuanya yanng sedang duduk menganggukkan kepalanya.


Tunjukkan padaku kalau ini adalah nyata bukan mimpi. Batin Geya melihat ke arah Shaka.


Seperti ada ikatan batin antara mereka. Shaka yang melihat ada keraguan di hati Geya langsung memegang tangannya, Agar gadis di depannya segera mengucapkan janji nikah.


Jangan kecewakan orang tua kita Geya. Batin Shaka sambil memegang tangan Geya.


Geya merasa tersentak, Walaupun agak ragu akhirnya Geya mengucapkan janji nikah.


"Saya Andrea Geya Samuel memilih engkau Shaka Demetrio menjadi suami saya. Baik suka maupun duka. Baik untung maupun buntung. Sehat maupun sakit. Saya juga akan menghormati mu dan mematuhi perintah mu sebagai suami saya,"

__ADS_1


Semua kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Geya. Padahal Ia tak memiliki persiapan khusus untuk dirinya.


Orang tua Geya begitu terharu ketika anaknya dengan lantang mengucapkan janji nikah. Mereka sangat bahagia karena anaknya tidak mengecewakan mereka.


Shaka dan Geya akhirnya Sah menjadi suami istri. Keduanya saling menyematkan cincin di jari mereka.


Shaka dengan lembut memakaikan cincin di jari manis istrinya Geya. Mereka terpaut usia tujuh tahun. Shaka berumur 27 tahun, Sedangkan Geya jauh darinya baru berumur 20 tahun.


Shaka tidak menyangka kalau hari ini statusnya sudah berubah menjadi seorang suami dari gadis labil yang tidak disukainya.


Geya menatap wajah Shaka yang telah resmi menjadi suaminya hari ini. Ada perasaan canggung saat mereka di suruh meluapkan perasan cinta mereka di depan mimbar.


Cium.. cium


Teriak para tamu ketika mereka telah resmi menjadi suami istri.


Apa? Bagaimana aku harus menciumnya di depan semua orang. Shaka tampak malu begitupula Geya.


Wajah Geya tampak malu.


Bagaimana ini...


Untuk pertama kalinya Shaka mendaratkan bibirnya di kening gadis yang sudah resmi menjadi istrinya sekarang. Shaka berusaha menenangkan dadanya yang bergemuruh.


Seperti tersengat aliran listrik tubuh Geya langsung bergetar, bagaimana mungkin lelaki yang biasanya kasar terhadapnya kini sangat lembut memperlakukannya.


Acara sakramen mereka telah selesai kini mereka akan berkumpul bersama para tamu.


Shaka menyodorkan lengannya agar tangan Geya menautkan tangannya bergandengan berjalan menuju para tamu.


Walaupun masih canggung, Geya akhirnya mengerti. Ia mau berjalan beriringan bersama Shaka.


"Selamat ya Shaka. Semoga kamu bisa menjadi suami yang baik untuk Geya," ucap Firo sambil menepuk punggung Shaka.


Shaka membalas pelukan sahabatnya itu, "Begini kah rasanya menikah?" tanyanya kepada Firo.


"Kalau sekarang belum berasa, Nanti malam baru kamu tahu rasanya," bisik Firo di telinga Shaka.


Bug.

__ADS_1


Shaka memukul bahu Firo, "Masih pagi, Jangan buat panas" serunya.


Firo menahan tawanya menanggapi ucapan Shaka.


Mereka semua para tamu mengucapkan selamat kepada Geya dan Shaka bergantian termasuk Ny.Vika dan Medina.


"Selamat ya, Geya. Semoga pernikahan kalian bahagia selamanya," Medina memeluk Geya dengan hangat. Baginya gadis itu sudah seperti adik sendiri.


"Terima kasih, Kak. Halo Drago senang bertemu dengan mu," sapa Geya kepada Baby Drago.


"Ingat jangan tunda memiliki momongan, Agar Drago bisa mempunyai teman bermain," seru Medina.


Pipi Geya tampak memerah ketika Medina membicarakan masalah anak kepadanya.


Geya memikirkan bagaimana nanti Shaka memperlakukannya. Membayangkannya saja ia sudah takut duluan.


Nyonya Vika tak ingin berlama-lama berada di sana. melihat Ny. Stella saja ia sudah muak.


"Mey, Ayo kita pulang. Ibu tidak betah berlama-lama disini!"


Ny.Stella yang sedang berdiri dengan Ny.Sam tampak menatap tajam ke arah Ny.Vika.


Bisa-bisanya wanita itu ada disini. Padahal aku tidak mengundangnya. heuh. Batin Ny.Stella.


Medina yang tidak mau ada keributan di acara pernikahan Shaka dan Geya, Langsung menarik Diri yang sedang berbincang bersama Shaka agar cepat pulang.


"Shaka, Maaf kita bertiga tak bisa berlama-lama disini. Sekali lagi selamat ya.. Aku sudah mengirim beberapa hadiah pernikahan kalian langsung ke rumah. Semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan kalian berdua," ucap Medina.


Shaka mengerti, ia membiarkan mereka bertiga pulang dengan cepat.


***


Kedua pengantin itu sekarang sudah pulang ke rumah. Untuk sementara ini, Shaka tinggal di rumah Tuan Sam, Ayahnya Geya.


Rumah itu tampak megah, Tidak jauh berbeda dari rumah Tuan Bram.


Shaka di sambut hangat oleh penghuni rumah termasuk Tuan Sam dan Nyonya Sam.


Geya masih belum sadar akan posisinya sebagai istri. Ia bahkan belum mengerti tugasnya sebagai seorang istri.

__ADS_1


"Selamat datang Shaka Demetrio di rumah kami," Tuan Sam menyambut hangat menantunya.


__ADS_2