
"Aku akan secepatnya memberimu cucu, Daddy" sahut Medina kepada Tuan Bram.
"Do'akan saja, " ucap Medina lagi sambil membuang bunga yang tak sengaja ia potong.
Tuan Bram tersenyum mendapati jawaban menantunya.
Sekarang tangan Medina beralih ke bunga satunya.
"Apa kamu tahu kenapa Sony menghamili adikmu? " tanya Tuan Bram sedikit menegaskan nada bicaranya.
Medina menggeleng.
"Karena anakku Syerli tak dapat memberinya seorang keturunan" seru Tuan Bram.
Medina terdiam.
"Apa kamu tahu tempat Firo bekerja," tanyanya lagi.
Medina mengangguk masih terdiam mendengarkan dengan seksama ucapan mertuanya.
"Di resort dan hotel milik Daddy banyak sekali wanita muda dan seksi.Bahkan Firo di kelilingi wanita wanita cantik yang bisa saja menggodanya" seru Tuan Bram.
"Kamu harus tau, Lelaki yang sudah menikah pasti ada keinginan memiliki keturunan termasuk Firo, Putraku, "
Bukan hanya pikirannya tangan Medina pun mendadak berhenti merapihkan bunga karena ucapan Tuan Bram.
"Aku yakin kamu tidak akan menundanya, " ucap Tuan Bram lagi.
Sudah hampir enam bulan Medina menjadi istri Firo. Medina belum mendapat tanda-tanda dirinya telah hamil. Medina tidak terlalu memikirkan dirinya akan cepat memiliki anak. Namun ketika mertuanya mempertanyakan seorang cucu, Pertanyaan itu begitu langsung menyentuh hatinya.
Tuan Bram meninggalkan Medina setelah setengah jam menemaninya merawat bunga-bunganya.Medina kembali masuk ke dalam kamarnya. Lalu membersihkan diri dan mengganti bajunya.
Di depan cermin Medina duduk sambil sesekali menyisir rambutnya yang lurus.Ia memang cantik. Tetapi ada rasa takut dalam dirinya takut ada wanita lain yang akan merebut suaminya.
Pertanyaan Tuan Bram masih terngiang di telinganya.
Kapan kamu memberiku seorang cucu?
Medina lalu menyisir rambutnya yang sudah tidak berponi. Tubuhnya masih sama seperti ketika ia belum menikah,yang berubah hanya rambutnya yang sedikit memanjang melebihi bahu.
Medina kembali teringat dengan Agata, wanita yang di kenalnya di hotel. Wanita yang tanpa sengaja di lihatnya sedang bergandengan tangan dengan suaminya ketika di hotel Aurora.Wanita itu sangat seksi dan lebih cantik dari dirinya.Ingatan itu kembali ia putar di kepalanya.
Kini hatinya mulai merasa takut lagi akan kehilangan suaminya.
__ADS_1
Firo yang ia kenal sekarang sangat berbeda dengan Firo yang pertama kali menikahinya.Penampilannya yang sekarang mendekati sempurna. Firo dengan wajah tampannya pasti dengan mudah mendapatkan wanita yang lebih cantik dari dirinya. Bahkan karena kekayaannya ia dengan mudah mencari penggantinya. Seperti Sony kepada adiknya.
Medina sekarang tidak menikahi pria gila lagi. Namun menikahi seorang pria yang sangat tampan seorang pewaris yang sangat kaya raya.
Di raihnya lipstik dan bedak yang jarang di pakainya. Penampilannya begitu sangat alami bahkan setiap hari mukanya tak tersentuh kosmetik. Medina mulai memoles bibirnya yang selalu alami dan merias wajahnya dengan kemampuan yang masih belum mahir merias wajah. Mulai sekarang ia harus rajin merawat penampilannya.
Setelah setengah jam berlalu Medina telah selesai memoles wajahnya.Ia sedikit puas dengan hasilnya. Walaupun tak sebagus riasan profesional, Medina yang terlahir cantik begitu mempesona.
Ia mulai membuka lemari bajunya yang sudah lama tak ia pakai.Medina baru sadar kalau dia jarang sekali membeli baju baru seperti wanita kaya lainnya. Medina mulai memilih baju yang dirasa cocok untuk dirinya.
Hari ini,Medina akan memberi kejutan kepada suaminya di kantor.Di pikirannya suaminya pasti sangat senang dengan perubahannya.
Medina sudah siap dengan dandanan dan dress warna putih yang di pakainya.Dengan memakai sepatu hak tingginya Medina berjalan keluar.
***
Dengan diantar sopir, Medina sampai di hotel tempat Firo bekerja.
Banyak sepasang mata yang memperhatikannya, mereka tidak mengetahui kalau Medina adalah istri pemilik hotel.Penampilan Medina yang tidak seperti biasanya membuatnya sangat cantik dan seksi dengan dress di atas lutut.
Rambutnya ia gerai, Dress yang di pakainya sangat pas dengan lekuk tubuhnya yang sangat seksi dengan menonjolkan bagian dada dan belakangnya. Benar-benar bukan penampilannya yang sesungguhnya.
Medina berjalan ke arah resepsionis agar memberitahukan di lantai berapa suaminya berada. Karyawan hotel yang tidak tahu segera ia tunjukan kartu Identitas yang di berikan Tuan Bram kepadanya.Kartu Identitas yang hanya di miliki keluarga Tuan Bram.
Mereka baru tahu kalau yang berdiri di depannya adalah istri dari presdir nya. Karyawan hotel langsung memberi hormat kepada Medina.
Tanpa menghubungi Firo, karyawan itu langsung mengarahkan ruangan Firo di mana.
Setelah mengucap terima kasih kepada bellboy Medina lalu membuka pintu ruangan suaminya.
Di dalam sudah ada Firo dan sekretaris Andre yang sedang duduk berhadapan. Firo yang melihat kedatangan Medina di buat terkaget karena penampilan istrinya yang nampak berbeda.
Apakah benar dia istriku,timbul pertanyaan di benaknya.
Sebenarnya Medina juga sering terlihat cantik saat ada acara pesta atau acara penting lainnya. Namun istrinya sekarang terlihat berbeda dengan dress ketat yang di pakainya. Bahkan bibirnya terlihat sangat merah dan menggoda.
"Maaf tiba-tiba aku kesini menemui mu" ucap Medina ketika baru memasuki ruangan suaminya.
Sekretaris Andre yang ada di ruangan itu segera pamit undur diri karena kedatangan istri dari tuannya.
"Maaf nona muda,saya sebaiknya keluar dulu" ucapnya kepada Medina.
"Terima kasih pak atas pengertiannya," sahut Medina.
__ADS_1
Medina berjalan ke arah Firo yang sedang duduk ketika Sekretaris Andre keluar dari ruangannya.
Firo masih terus memperhatikannya.
Medina tersenyum sangat manis di depan Firo. Firo yang melihatnya tidak terlalu senang dengan penampilan istrinya sekarang.
"Maaf aku menggangu mu," ucap Medina.
Firo masih terus memandangi istrinya. Dia sangat cantik hari ini, tapi entah mengapa aku terlihat cemburu dengan pakaian yang di pakai istriku. Batin Firo dalam hati.
Medina mendekati Firo lalu duduk di pangkuan suaminya.
"Kenapa kamu tiba-tiba kesini, honey?" tanya Firo.
"Apa kamu tidak menyukai aku kesini ke tempatmu,Sayang?" sahut Medina.
"Aku hanya ingin makan siang denganmu," ajaknya kepada Firo.
Firo tidak menolak sedikitpun ketika Medina langsung duduk di pangkuannya.
"Sepertinya kamu sedang menggodaku honey"
Medina lalu tersenyum.
"Apa kamu tidak suka dengan penampilanku? " tanya Medina lagi.
"Aku sangat menyukainya, honey" seru Firo, "Kamu sangat cantik hari ini, " ucapnya lagi.
"Benarkah? Kalau gitu aku tidak sia-sia datang kesini" ucap Medina sambil merangkul suaminya.
"Kalau begitu ayo kita makan siang sekarang," ajak Medina.
Firo melihat jam di tangannya yang menunjukan jam makan siang.
Medina lalu berdiri disusul Firo suaminya.
"Honey, "
"Ya"
"Aku tidak suka dengan pakaian yang di pakai olehmu sekarang, " ucap Firo.
Ia lalu melepas jas hitam yang pakainya agar menutupi sebagian tubuh istrinya yang terlihat lekuk tubuhnya.
__ADS_1
"Aku tidak ingin lelaki lain melihat mesum tubuhmu,cukup aku yang mengagumi tubuhmu, "
"Jangan pakai pakaian minim lagi ya, aku tak menyukainya, " ujar Firo sembari menutupi sebagian tubuh istrinya.