Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Berkumpul


__ADS_3

Sebenarnya pagi tadi Medina dan Firo baru saja bertengkar gara-gara membahas masalah Tuan Bram, Ayahnya. Medina berusaha menutupi rasa kesalnya kepada Firo, saat kedatangan Agung dan Lela kerumahnya.


Hari ini Firo sengaja libur, Ia juga mengundang Shaka dan Geya ke rumah. Firo mengundang mereka semua yang telah pulang dari berbulan madu agar berkumpul bersama. Sayangnya Nyonya Vika tidak bisa ikut berkumpul, Karena harus pergi ke singapore untuk menyelesaikan bisnisnya.


Medina menepis rasa marahnya karena tidak enak dengan Agung dan Lela. Ia tak mau memperlihatkan kepada orang lain kalau mereka sedang bertengkar.


"Biar Drago aku pegang," ucap Firo ketika Agung dan Lela baru saja datang.


"Biar aku saja," sahut Medina menghiraukan. Dari tadi ia mengacuhkan Firo.


Kamu boleh meminta apapun asal jangan memintaku menemui orang itu. Batin Firo.


"Nyonya Muda, Aku punya resep masakan baru. Pasti anda dan Tuan muda menyukainya," seru Lela menghampiri Medina.


"Benarkah? Aku sudah tidak sabar mencobanya"


Medina lalu mengajak Lela ke dapur.


Sementara, Firo mengajak Agung ke dalam ruang tengah.


Setengah jam kemudian.


Medina dan Lela yang tengah berada di dapur menghentikan aktifitasnya karena kedatangan Shaka dan Geya yang sudah sampai depan halaman.


"Selamat datang pengantin baru" Medina langsung memeluk Geya seperti adiknya sendiri.


"Terima kasih kak, Baby Drago aku punya hadiah untukmu," ucap Geya memberikan sebuah kotak berisi boneka kaktus goyang kepada Drago.


Meskipun baru berumur delapan bulan bayi itu sangat senang menerima hadiah dari aunty Geya.


Drago tersenyum sambil memperlihatkan giginya yang baru ada dua biji, "Pa.. pa.. pa"


Geya begitu gemas melihat Drago dan mencubit pipi Drago yang sangat berisi.


"Terima kasih aunty," ucap Medina.


Ia lalu mengajak Geya ikut bergabung bersama Lela yang sedang memasak. Sebelum Medina pergi ke dapur, Drago ia titipkan kepada suaminya.


***


Di ruang tengah sudah berkumpul Firo, Agung dan Shaka yang baru datang.


"Gung, Aku kira kamu tidak jadi kesini!" seru Shaka ikut bergabung bersama bersama mereka berdua.


"Jadi lah! Kan bulan madunya telah selesai..hi..hi" ucap Agung sambil menutup mulutnya malu.


"Emang kamu sudah berhasil, Gung?" tanya Firo begitu antusias.


Firo begitu penasaran bagaimana akhirnya Agung bisa mempertemukan Joni miliknya bisa bermain dengan **** milik istrinya.

__ADS_1


Agung menutup mukanya sambil tersenyum.


"Semuanya berjalan dengan lancar," ucap Agung.


Shaka yang duduk d sebelahnya cuma menjadi pendengar dan mendadak menjadi pendiam. Shaka hanya fokus bersama Drago yang sedang bermain boneka kaktus.


"Pa.. pa.. pa" Celoteh Drago sedang belajar mengoceh di depan mainan kaktus.


"Katakan padaku apa ide yang ku beri manjur, Gung?" tanya Firo kepada Agung.


Agung mengangguk malu.


"Wah, kamu benar-benar lelaki sejati ternyata," ucap Firo menepuk pundak Agung.


Glek.


Mendengar ucapan Firo, Shaka hanya bisa menelan ludah.


Firo langsung memperhatikan raut muka Shaka.


"Kamu lagi sakit?" tanya Firo melihat wajah pias Shaka.


"Mungkin, Bukan sakit Tuan. Tapi tuan Shaka sedang kehabisan energi" ledek Agung.


Shaka mendengus kesal mendengar ucapan Agung.


"Jangan salah tuan, Nanti aku buktikan kepada kalian semua kalau sebentar lagi Lela akan hamil anak aku," sahut Agung tidak mau diragukan.


Firo hanya tertawa mendengar ucapan Agung.


***


Di dapur.


Lela yang menjadi koki utama di rumah itu bercerita banyak saat malam pertamanya dengan Agung.


Medina yang dari tadi mendengarkan tertawa terbahak mendengar cerita Lela yang terlalu terbuka.


Sedangkan Geya yang ikut membantu Lela hanya menjadi pendengar setia.


"Aku sempat syok melihat perubahan mendadak Agung. Sebelum masuk ke kamar, Agung sangat romantis dan sudah mempersiapkan semuanya. Bahkan kamar tidur yang akan kita pakai sudah bertaburan bunga mawar," jelas Lela.


"Agung juga sempat menggendongku dari luar ke kamar ala bridal style gitu nyonya, Sampai aku ngga menyangka kalau Agung bisa seromantis itu."


Sambil terus menggoreng Lela tak berhenti berbicara.


"Aku sempat berpikir kalau Agung adalah Gay. Ngga bisa normal seperti lelaki lain, Tapi kalau merasakannya tadi malam. Aku yakin Agung seratus persen pria yang perkasa. Karena mampu bermain sampai lima kali," Lela menahan tawanya.


Medina tak bisa menahan tawanya karena Lela benar-benar menceritakan semuanya.

__ADS_1


"Lihat tu nyonya, Non Geya pasti punya cerita seru makanya hanya senyum senyum sendiri," sindir Lela kepada Geya.


Medina menoleh kearah Geya, "Kalau Geya punya cerita seru. Tidak mungkin menceritakan semuanya begitu detail kaya kamu."


Geya yang dibicarakan hanya tersenyum karena bingung mau menjawab apa.


"Ngga usah malu-malu Non, Kita sudah sama-sama sudah menikah, Anggap saja kita sedang curhat," ucap Lela.


Apa yang harus aku bicarakan, Merasakannya saja belum. Batin Geya.


"Kalau dilihat dari postur tubuh Tuan Shaka, Ia pasti lebih perkasa dibandingkan Agung," celoteh Lela.


Medina menepuk punggung Lela yang terus mengoceh, "Hati-hati nanti ayamnya gosong"


Di dalam benak Geya masih terbayang kata-kata Lela barusan.


Apa mungkin Shaka tidak bernafsu sedikitpun kepada ku? Atau jangan-jangan ia punya wanita lain dalam hidupnya. Batin Geya.


"Geya, Kamu istirahat saja di kamar tamu. Biar aku sama Lela saja yang ngerjain. Aku ngga enak masa tamu ikut memasak. Kalau Lela memang sudah terbiasa," ucap Medina kepada Geya


"Terima kasih kak," sahut Geya.


***


Hari sudah menjelang malam, Setelah makan malam, Mereka semua berkumpul di ruang tengah. Agung dan Lela menjadi topik pembicaraan karena obrolan mereka yang terlalu vulgar.


Sementara Geya lebih dulu masuk ke dalam kamar. Entah mengapa Gadis itu merasa murung malam ini.


Geya sedang duduk di depan cermin memandangi wajah dan tubuhnya.


Apa karena aku tidak bisa berdandan? tanya Geya dalam hati.


Geya mencoba memoles make up di mukanya agar terlihat cantik malam ini. Tadi siang Geya banyak belajar dari Medina bagaimana caranya merias diri.


Geya lalu mengambil baju di dalam tasnya, Baju Dress di tangannya itu ia pakaikan ke tubuhnya yang mungil.


Cantik.


Penampilan Geya kali ini berubah dari biasanya, Geya mencoba merubah diri agar Shaka bisa menerima kehadirannya.


Di ruang tengah.


Mendengar Drago yang dari tadi menangis terus di dalam kamar, Firo yang sedang berkumpul, terpaksa meninggalkan mereka berdua dan kembali ke kamarnya.


Karena tidak ada Firo, Agung pun menyusul Lela ke kamar begitu juga Shaka.


Baru sebentar masuk ke kamar mata Shaka dibuat melotot terhadap perubahan penampilan Geya di hadapannya.


Gadis yang biasanya terlihat urakan. Sekarang terlihat sangat cantik dengan dress mini yang dipakainya.

__ADS_1


__ADS_2