Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Malam Pertama Shaka


__ADS_3

Di kamar Geya.


"Bu kenapa aku harus memakai pakaian seperti ini? Sangat memalukan, Bu!" gerutu Geya kepada ibunya.


Nyonya Sam menyuruhnya mengenakan lingerie malam itu.


"Nak, ini hadiah dari mertua mu, Kamu harus memakainya sekarang!" ucap Ny.Sam, "Lihatlah kamu sangat cantik dan seksi malam ini"


"Tapi, Bu. Ini terlalu terbuka. Aku bisa masuk angin!" Geya langsung menarik selimut menutupi tubuhnya.


"Nanti lama-lama juga kamu akan terbiasa," seru Ny.Sam sambil tersenyum.


Sambil terus menggerutu Geya mengambil handphone yang ia taruh di nakas sebelah tempat tidurnya.


Alangkah senangnya Geya ketika melihat notifikasi di Hp kalau novel favoritnya telah up bab baru.


"Akhirnya Novel menikahi pria gila sudah up bab baru," ujar Geya kegirangan memeluk ibunya.


Seperti baru saja mendapat hadiah undian, Geya langsung membuka aplikasi Noveltoon di Handphonenya. Ia sangat senang sekali.


"Nak, Ingat kamu sudah menjadi seorang istri. Kamu harus menuruti apa yang suamimu minta dan perintahkan. Kamu paham kan maksud ibu?" tanya Ny.Sam kepada anaknya.


"Hem,"


"Ingat kalau suami mu minta sesuatu malam ini, Harus kamu beri. Jangan di tolak! Kamu mengerti kan Geya,"


"Iya, Bu"


Geya yang sedang sibuk membaca novel hanya mengiyakan apa yang di ucapkan ibunya. Pikirannya terlalu polos menanggapi apa maksud dari ucapan ibunya.


"Kalau begitu persiapkan dirimu sekarang," ucap Ny. Sam meninggalkan Geya yang sedang senyum senyum sendiri sambil membaca novel favoritnya.


***


"Shaka minumlah ini," ucap Nyonya Stella menyodorkan minuman kepada Shaka.


"Mom, Minuman apa ini?" tanya Shaka curiga.


"Minum saja, Nak!" ucap Ny.Sam menambahi.


Tanpa pikir panjang Shaka akhirnya meminum minuman yang sudah diberi obat kuat di dalamnya.


"Nak, Bimbing Geya pelan-pelan ya.. karena dia belum terlalu dewasa dan mengerti," seru Ny.Sam sambil menahan tawanya.


"Ya, Pasti aku akan membimbingnya," sahut Shaka.


Shaka juga masih berpikiran positif terhadap ucapan mereka berdua.


"Kalau begitu masuklah ke kamar mu sekarang karena ini sudah malam," ucap Ny.Stella berbisik.


Malam ini Ny.Stella menginap di rumah besannya. Karena ada misi yang harus mereka selesaikan.


***


Shaka melangkah ke kamar Geya. Malam ini adalah malam pertama mereka setelah menjadi sepasang suami istri.


Entah mengapa Shaka begitu ragu-ragu membuka kamar itu. Ia takut kejadian kemarin terulang lagi.


Dibukanya dengan pelan pintu kamar Geya.


Baru pertama membuka kamar membuat Shaka menggelengkan kepalanya.


"Apa begini kamar seorang perempuan?" tanya Shaka kepada Geya yang sedang asik membaca novel.


Kamar Geya begitu berantakan. Banyak makanan ringan berserakan di kasurnya. Geya belum sadar Shaka sudah masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Shaka mendekati Geya yang tengah asik membaca.


"Geya," ucap Shaka.


Geya tak menyahut karena saking fokusnya.


"Geya...!" teriak Shaka lagi lebih keras.


Karena kaget Geya langsung melepas Hp dari tangannya.


"Begini kah kamarmu sebagai seorang perempuan?" seru Shaka.


"Bagaimana aku bisa tidur kalau banyak makanan di kasurnya?" ketus Shaka.


"Apa? Kamu akan tidur di sini?" tanya Geya ketakutan sambil menutup rapat tubuhnya yang sudah terbungkus selimut.


"Kalau aku tidak tidur disini? Lalu aku akan tidur dimana?" Shaka mendengus kesal.


Baru duduk di kasur Geya, Ada reaksi aneh di dalam tubuhnya.


Jangan-jangan Mommy memberiku obat perangsang! gerutu Shaka.


Ah.. aku bisa gila kalau seperti ini!


Shaka menatap ke arah Geya dan membuat gadis itu mundur ketakutan.


Geya baru sadar kalau statusnya sekarang adalah seorang istri.


"Kamu bereskan kamar tidur mu dulu. Permisi aku mau ke toilet!" seru Shaka.


Shaka langsung berlari menuju toilet yang ada di kamar itu.


Ah dia sangat aneh. gumam Geya.


Geya langsung merapihkan berbagai snack yang ada di atas kasurnya. Kebiasaan Geya kalau sedang fokus membaca novel favoritnya ia sampai membawa cemilan ke atas tempat tidurnya.


Akhirnya lega juga.


Saat kembali, tempat tidur Geya sudah terlihat rapih. Geya sedang duduk sambil menutupi tubuhnya dengan selimut dipojokan kasur.


Geya menatap Shaka yang mendekati dirinya.


"Terima kasih kamu sudah membersihkannya. Aku sangat lelah, Aku tidur duluan" ucap Shaka sambil membaringkan tubuhnya.


Melihat Shaka tak menoleh ke arahnya, Geya yang dari tadi ketakutan langsung bernapas lega. Ia pikir Shaka akan meminta haknya sekarang.


Baru sebentar Shaka merebahkan tubuhnya di kasur.


Gubrak


Terdengar suara pot yang tersenggol di luar kamar Geya. Mereka tidak tau kalau kedua ibu mereka sedang menguping dari tadi.


"Suara apa itu?" ucap Shaka kepada Geya.


Geya menggeleng tidak tau.


Shaka lalu mendekati pintu menguping pembicaraan dari dalam kamarnya. Benar saja, Ternyata ibunya sedang menguping malam pertama mereka di balik pintu. Terdengar dari suara Ny.Sam yang sedang berbisik.


"Pelan kan suaramu, Stella. Kita bisa ketahuan!" ucap Ny.Sam dari luar.


Sepertinya mereka berpikir kalau aku sedang melakukan malam pertama bersama Geya.


Bagaimana ini? Kalau sampai Mommy tau kalau si joni tidak bereaksi, Ia pasti akan mengejek ku!


Shaka berpikir keras sambil terus melihat ke arah Geya.

__ADS_1


Geya yang dari tadi dilihat Shaka berulang kali, Mengatur napasnya. Ia sudah pasrah kalau kehormatannya diambil malam ini.


Mom. Joni ku normal! Hanya saja si Joni lebih senang bermain sendirian. Gerutu Shaka dalam hati.


Shaka akhirnya memutar otak agar kedua ibunya tidak meragukannya.


Shaka mendekati Geya yang mukanya sudah memerah.


"Geya,"


"Yah," sahut Geya gemetar.


"Kamu harus ikuti aba-aba dari aku!" seru Shaka.


Geya mengangguk. Ia masih mengingat kata-kata ibunya kalau Ia harus menuruti kemauan suaminya malam ini.


"Berteriak lah yang kencang... sekarang!" ucap Shaka.


"Apa?" Geya terbengong. Banyak tanda tanya muncul di kepalanya.


Shaka mendekati Geya yang tengah duduk.


"Kamu harus berteriak sekarang! Seperti kamu merasa ada benda keras yang menusuk mu!" ucap Shaka, "Sekarang, Aku mohon"


"Aaaah... ahhhh.." Belum ada aba-aba mulai Geya sudah berteriak. Geya sendiri bingung mengapa Shaka menyuruhnya berteriak malam-malam begini.


"Lebih menggoda teriakannya," ucap Shaka lagi.


Geya mendengus kesal.


Apa dia sudah gila menyuruhku berteriak malam-malam begini! Gerutu Geya.


"Aku mohon sekali ini saja! Setelah itu aku tidak akan menyuruhmu berteriak lagi," ucap Shaka.


Sebenarnya Shaka pria yang normal hanya saja karena keseringan bermain solo ia tak memiliki hasrat meluapkannya kepada seorang wanita.


Akhirnya Geya menuruti lagi, "Ini yang terakhir," ucapnya.


"Ah.. ah.. ah.." teriak Geya keras. Kali ini lebih menggoda.


"Pelan kan suaramu sayang," teriak Shaka keras agar terdengar dari luar.


Sementara di belakang pintu dua orang sedang menahan tawanya.


"Rencana kita akhirnya berhasil," ucap Ny.Sam kepada Ny.Stella.


Di dalam kamar Shaka telah selesai bermain teriak-teriakan di malam pertama mereka.


"Maaf, Aku belum siap melakukannya sekarang!" ucap Shaka kepada Geya yang menatap kesal ke arah Shaka.


Di tutupnya rapat selimut yang menutupi tubuh Geya.


Begini kah rasanya malam pertama? ucap Geya di dalam hati.


###


Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.


Terima kasih.


Ijin promo ya reader yang terhormat. Saya mau promosikan Novel sesama Author yang ceritanya bagus dan bikin kalian baper. Silahkan mampir, jangan lupa juga ya..sertakan like dan komentarnya. Terima kasih.


Judul Novel : Past For Future.


Nama author: NoerHBJ

__ADS_1



__ADS_2