Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Hujan Deras.


__ADS_3

"Beraninya tikus itu menggangguku," ujar Geya sangat marah.


"Tutup mulutmu, suaramu sangat jelek, " sahut Shaka di sebelahnya menutup kedua telinga dengan tangannya.


"Suka suka aku, mulut mulut aku. Kalau kamu tidak suka kamu tinggal masuk saja ke kamarmu" Geya mendengus kesal.


Mereka berdiri bersebelahan di balkon masing masing yang hanya di pisahkan dinding yang tidak terlalu tinggi.


"Kamu mengganggu konsentrasi ku lama-lama mulut kamu aku sumpal agar diam. Lagian ini sudah malam mengganggu orang tidur" Shaka berbicara sambil duduk mengerjakan pekerjaannya lagi yang tertunda.


Geya mendelik kesal, "coba saja kalau berani." ujarnya.


Geya tak memperdulikan ocehan Shaka dia kembali memasang headset dan bernyanyi lagi tapi tidak sekeras awal.


Otak Shaka kembali tak bisa berpikir jernih dengan ke berisikan Geya yang bernyanyi walaupun suaranya ia kecilkan.


Dia menyerah dirapihkan laptop dan berkas berkas yang akan ia selesaikan di kamar. Shaka baru sadar kalau tadi ia melempar buku yang begitu penting ke arah Geya.


"Ah sial, kenapa aku lempar buku laporan keuangan tadi. aku harus berurusan dengan gadis itu lagi. " gumamnya.


Shaka melambaikan tangannya ke arah Geya yang masih menggunakan headset nya agar bisa mengerti kalau dia ingin berbicara. Geya membukanya.


"Gadis manis, bisakah kamu melemparkan kembali bukunya yang tadi aku lempar?" Shaka memohon pada gadis bermata sipit itu.


"hah! seenaknya meminta buku ini minta maaf aja belum sudah menimpuk ku, sekarang meminta bukunya kembali. dasar muka tembok!" ujar Geya.


Shaka kembali memohon," Kalau gitu aku minta maaf nona cantik, tolong kembalikan bukunya. " pinta Shaka kepada Geya begitu manis.


"Aku tidak bisa dirayu! Ambil sendiri kalau bisa." sahut Geya tidak peduli.


Shaka begitu kesal karena Geya tak segera mengembalikan bukunya,


"Aish.wanita ini benar benar, Baiklah tinggalkan saja di situ. Besok kalau kamu sudah pergi aku akan mengambilnya.! " ucap Shaka sambil meninggalkan Geya masuk ke kamarnya.Percuma ia berdebat terlalu lama dengan gadis itu, membuang waktu pikirnya.


Shaka mendengus kesal tampa buku catatan itu ia tak bisa menyelesaikan tugasnya malam ini.Karena tidak ada yang ia kerjakan lagi Shaka akhirnya memutuskan untuk tidur.


Sudah pukul sebelas malam Geya masih di luar. Udara dingin akibat hujan deras di luar membuatnya tak ingin berlama lagi diluar. Geya memutar handle pintu memutuskan masuk ke kamarnya karena mengantuk.


Namun berkali kali dia mencoba membukanya, tetapi pintu itu tak bisa ia buka. Geya baru sadar sebelum keluar ia mengunci pintunya.Dan parahnya lagi kuncinya ia lupa taruh dimana.

__ADS_1


Malam itu hujan turun dengan derasnya, titik titik air hujan yang berhamburan mengenai lantai balkon yang di duduki nya.


Geya memeluk tubuhnya yang kedinginan di luar masih menggunakan dress yang masih menempel di tubuhnya.Kalau saja dia tak mengunci pintu itu dia pasti sedang berada di bawah selimut tidur dan bermimpi indah.


Geya tak kuat menahan dingin dan percikan air yang mengenainya.


Matanya beralih melihat ke arah balkon kamar Shaka. Jiwa petualang nya kembali muncul dia memikirkan bagaimana caranya dia bisa masuk ke kamar lewat kamar Shaka.


Di putar nya otak, Geya terpaksa melompati balkon kamar Shaka dari pada dia harus bermalam di luar.


Kebetulan jarak dari balkonnya tidak begitu jauh, Geya akhirnya berhasil melewati rintangan pertamanya.


Di bukanya handle pintu kamar Shaka dari balkon, beruntungnya pintu itu tak di kunci dari dalam.


Kreeek..


Geya berjalan mengendap ngendap bagaikan maling yang takut ketahuan pemilik rumah. Kamar Shaka begitu gelap. Geya hanya melihat di kegelapan Shaka sedang tertidur di kasurnya.


Tampa banyak berpikir Geya langsung ke tujuan utamanya mencari pintu keluar yang letaknya tidak jauh dari tempat ia berdiri. Baju Geya sedikit basah ia mulai menggigil. Satu langkah lagi ia bisa keluar dari kamar Shaka dengan membuka pintunya.


"Sial! kenapa kamarnya terkunci" Geya mulai panik karena takut ketahuan. Di carinya ke sekeliling benda kecil yang bisa membuat pintunya terbuka.


Tiba-tiba lampunya menyala. Tubuh Geya terlihat jelas dengan dress yang sedikit basah.


"Apa kamu mencari ini, " ucap Shaka yang ada di tempat tidur menunjukan kunci yang ada di tangannya.


Geya sudah tertangkap basah ketahuan Shaka berada di kamarnya.Sebelun Shaka bertanya. Geya mencoba menjelaskan agar Shaka tidak salah paham terhadap dirinya, "Kamarku terkunci, aku lupa menaruh kuncinya. Maaf aku terpaksa melewati kamarmu. " ujar Geya sangat takut.


"Seorang gadis memasuki kamar pria tampa permisi apa itu yang sering kamu lakukan,? " ujar Shaka berbicara sangat pedas kepada Geya.


"Jaga bicaramu, om! Aku tadi sudah bilang aku terpaksa masuk kesini karena kedinginan di luar." sahutnya tidak terima.


"Apa.? om! " terdengar aneh di telinga Shaka dengan panggilan Geya kepadanya.


"Seenaknya kamu memanggil aku om, aku masih muda umurku baru dua puluh tujuh tahun, lagian emang aku om mu apa.! " ucap Shaka tersinggung karena di panggil om.


Menurutnya itu terlalu tua untuk ukuran pria sepertinya.


"Ya sudah terserah anda, berikan kunci itu. baju aku basah aku sudah sangat kedinginan." sahutnya mengalah.

__ADS_1


Shaka mendengus kesal, "Seenaknya saja, " gumamnya.


"Tuan muda yang sangat baik, tolong berikan kuncinya, " rayu Geya.


"Aku tak bisa di rayu, ambil sendiri kalau mau, " Shaka menirukan gaya Geya ketika dia menolak mengembalikan bukunya.


Shaka menaikan kunci tinggi tinggi di tangan kanannya.


"Baiklah kalau gitu akan aku ambil, dari pada aku berlama-lama dengan tikus ini, " batin Geya. Dia tidak mau usahanya sia-sia.


Geya mendekati Shaka yang masih berdiri dekat kasur. Dengan gerakan cepat dia berusaha merebut kunci di tangan Shaka.


Shaka tidak mau kalah di pindahnya lagi kunci ke tangan kirinya. begitu seterusnya, tubuh mungil Geya tidak bisa mendapati kunci itu. lama kelamaan Geya naik ke kasur dan ditariknya tubuh Shaka agar ambruk di sebelahnya.


Brug..


Mereka berdua terjatuh berdua di atas tempat tidur dengan posisi Shaka di atasnya.


"apa yang aku lakukan, "batin Geya setelah mendapati dirinya tepat dibawah Shaka.memalukan sekali pikirnya.


Shaka memandang lekat wajah Geya yang begitu sangat imut. Pikiran kotornya ia ingin sekali mencium gadis itu.


Jantung Geya berdetak begitu cepat memandang wajah Shaka yang hanya berjarak beberapa centi, nafas Shaka begitu sangat berasa di mukanya.


"Apa kamu mau memperkosa ku,?" ucap Shaka.


Geya segera mendorong tubuh Shaka yang ada di atasnya. Dia sangat malu dengan ucapan Shaka.


"Hentikan omong kosong mu, " Geya langsung meraih kunci di tangan Shaka.


Shaka tersenyum menang mendapati gadis di depannya di buat malu.


Dengan gerakan cepat Geya membuka pintu dan segera keluar.


Geya menghembuskan nafasnya dalam dalam karena rasa gugupnya setelah sampai di kamarnya.


**


Firo memimpin meeting pagi itu.Banyak klien wanita yang terpesona dengan pembawaan Firo. Mereka tak pernah tahu sedikitpun bahwa Firo pernah memiliki gangguan jiwa.

__ADS_1


Agata, wanita pebisnis yang sangat cantik kalau di bilang dia mendekati kata sempurna dengan kecantikannya. Agata tidak pernah berkomitmen dengan pria manapun baru kali ini dia dibuat kagum dengan sosok Firo. Berkali kali dia diam diam mencuri pandang agar Firo balik memperhatikannya. Dengan uang dan kekuasaannya dia bebas memilih lelaki manapun sebagai suaminya. Banyak lelaki kaya yang ingin menikahinya tetapi ia enggan untuk menjalin hubungan yang resmi.


__ADS_2