Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Bertemu Shaka


__ADS_3

Mereka keluar dari ruangan Tuan Bram. Perasaan Firo sepertinya sedang tidak baik malam ini apalagi ditambah di rumah itu, ia bertemu dengan Shaka lagi. Beruntung saat itu Nyonya Stella, Syerli dan Sony sedang tidak di rumah.


Shaka sengaja ingin menemui mereka ketika melihat keduanya terlihat berada di dalam rumah utama.


Bahu Firo sengaja menyenggol Shaka yang menghalangi jalan keluarnya.


"Setidaknya kita minum minum dulu berdua," ucap Shaka memberhentikan jalan mereka.


Tangan Shaka memegang pundak Firo.


"Apa itu perlu,bukankah tak seharusnya aku berada di sini," sahut Firo.


Shaka memohon kepada Medina.


"Medina bisakah kita bertiga berbicara sebentar," ajak Shaka.


Medina melihat Firo mencoba membujuknya, "Setidaknya sebentar aja kita menghargai ajakan Shaka"


Firo sedang menimbang permintaan istrinya.


"Sepuluh menit," kata Firo.


Dia begitu sangat dingin ketika bertemu Shaka.


"Terima kasih, Baiklah ikut aku!" Mereka berjalan bertiga ke arah ruangan pribadi milik Shaka.


Ruangan pribadi milik Shaka begitu sangat besar "Bagaimana dengan kamarnya ya, ruangan pribadinya saja sangat besar," ucap Medina dalam hatinya.

__ADS_1


Mereka lalu duduk saling berhadapan ketika Shaka mempersilahkan mereka duduk.


"Kalian mau minum apa? Aku akan memanggil pelayan," tanya Shaka.


Firo mengalihkan pandangannya tidak ingin melihat wajah Shaka di depannya, "Tidak perlu aku tak mau minum apapun," jawabnya.


"Medina Terima kasih kemarin kamu sudah menjaga kucingku," ucap Shaka.


"Sama-sama aku juga senang merawatnya," jawab Medina.


"Bicara lah langsung ke intinya," Sela Firo tidak suka basa-basi.


Dia begitu sangat dingin kali ini. Bahkan pandangan matanya tak sedikitpun menoleh ke arah Shaka.


"Firo, Bukankah kita selalu berbagi apa yang kita punya, Lalu bolehkah aku meminjam istrimu?" ujar Shaka.


Firo langsung terperanjat berdiri mendekati Shaka ,Tak butuh waktu lama dia langsung menonjok mukanya di hadapan Medina. Memukul Shaka tanpa ampun. Mereka berdua terjatuh ke lantai bersama. Firo sangat Marah mendengar perkataan Shaka barusan.


"Kamu pikir istriku adalah sebuah mainan yang bisa aku pinjam, Hah!"


Shaka tersenyum membiarkan Firo memukuli dirinya. Meskipun ujung bibirnya keluar sedikit darah tetapi dia puas dengan ekspresi Firo padanya.


"Pukul lah aku bila membuatmu puas dan memaafkan ku" ujar Shaka.


Firo yang hendak memukul lagi, tak jadi memukulnya karena mendengar perkataan Shaka yang ternyata hanya ingin memancing emosinya.


"Apa kamu ingat dulu kita sering berantem memperebutkan mainan yang kita punya, Aku sangat merindukan saat saat seperti ini lagi" ucap Shaka meskipun mukanya sudah babak belur dia masih bisa tersenyum puas.

__ADS_1


Medina yang melihat itu hanya tercengang. Dia tak berani melerai.


"Firo, Maafkan aku! Bukan salahku meninggalkanmu, ibuku yang mengirim ku ke luar negri waktu aku kecil. Mereka sengaja membius ku agar aku tidak sadar saat aku akan dibawa keluar negri," ungkap Shaka mencoba menjelaskan kesalahpahaman Firo terhadap dirinya.


Firo mendengus kesal, "Lalu mengapa kamu tidak pernah mengabari ku,?" teriak Firo marah.


Dadanya begitu sesak ketika mengingat kembali kenangan dia waktu kecil. Setelah ditinggalkan ibunya, Firo di tinggalkan sahabat sekaligus saudaranya tanpa kejelasan.Dia begitu sangat kehilangan dan membutuhkan orang terdekatnya. Saat itu Firo seperti anak kucing yang di tinggalkan sendirian di tengah jalan. Di saat depresi dia tak punya siapapun untuk berbagi di tambah penderitaannya yang Nyonya Stella berikan padanya waktu kecil.


Shaka meneteskan air mata tak bisa menahan beban yang selama ini di deritanya, "Maafkan aku Firo, Berulang kali aku selalu mencoba menghubungimu, tapi tak ada seorang pun yang memberitahukan kabarmu. Maafkan aku saat itu aku tak punya daya apapun agar kembali ke sini." Shaka benar benar harus menurunkan jiwa lelakinya karena menangis mengingat kesalahannya pada Firo.


Shaka masih berlutut sambil menahan kaki Firo yang hendak pergi.


Karena tak ada yang di bahas lagi lalu Firo menarik kakinya yang di tahan Shaka, "Lepaskan" kemudian Firo mendekati Medina yang dari tadi terdiam tak bersuara agar segera keluar.


"Aku akan memaafkan mu, Tapi setelah ini anggap saja kita tak pernah saling dekat. Lupakan semua kenangan kita waktu kecil," sahut Firo.


Firo menuntun tangan Medina menuju pintu keluar.


"Dan satu lagi, Jangan ganggu apa yang sudah jadi milikku, apalagi meminjamkannya," tambah Firo lagi.


Shaka tersenyum melihat Firo menoleh ke arahnya. Dia berhasil mendapatkan maaf dari sahabat sekaligus saudaranya.


"Firo aku akan mendukungmu dengan Medina," balas Shaka sambil mengusap darah di ujung bibirnya.


**


Langkah demi langkah mereka ke luar dari rumah utama. Firo tersenyum ke arah Medina sambil berjalan menggenggam tangannya.

__ADS_1


Medina tersenyum balik membalasnya, "Aku sayang kamu, Firo!" Untuk pertama kalinya Medina mengungkapkan kata cinta pada suaminya.


__ADS_2