Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Cemburu


__ADS_3

Seharian penuh Firo menemani Medina di rumah sakit. Firo masih teringat dengan kerjaan yang belum ia selesaikan.


Medina tertidur nyenyak di sofa tunggu. Sembari menunggu Niko di rumah sakit, Firo membuka berkas CCTV yang ada di hotel Axon.


Sayang sekali berkas yang ia cari tidak di temukan. Video chef yang sedang memasak terpotong tiba-tiba karena lampu padam saat chef sedang memasak nasi goreng yang membawa maut.


Ada yang janggal! Tidak semestinya video ini terjeda seperti sengaja di rencanakan.


Firo kembali membuka file riwayat hidup Chef yang di tuduh meracuni. Chef itu tidak mungkin sengaja meracuni tamunya apalagi dia sudah bekerja puluhan tahun kepada Tuan Bram. Kalau dia membenci hotel itu, kenapa baru sekarang ia melakukannya.


Firo semakin yakin kalau ada orang yang tidak menyukai ia menjabat di hotel itu.


Apa itu Shaka yang melakukannya. Batin Firo mencurigai.


Mata Medina perlahan terbuka, Ia masih pura-pura tidur memperhatikan suaminya yang sedang fokus dengan laptopnya.


Aku baru menyadari ternyata suamiku sangat tampan sekali' gumamnya.


Firo melirik sekilas Medina yang bayangannya ia lihat dari layar laptop.


"Aku tahu kamu sudah bangun honey," ucap Firo melirik sebentar Medina yang berada di sampingnya.


Medina tersenyum, ternyata dia ketahuan sedang memperhatikan Firo.


"Sayang,apa yang sedang kamu kerjakan?" tanyanya duduk mendekati Firo.


"Hotel yang Daddy percayakan sedang dalam masalah," ucap Firo sambil menghembuskan nafas.


Kening Medina mengernyit, "Masalah apa?" tanyanya.


Firo menghela nafas panjang hendak memulai ceritanya. Ia lalu bercerita panjang lebar kepada Medina mengenai duduk permasalahannya di hotel Axon.


Medina menjadi pendengar setia suaminya, ekspresi Medina berubah ubah menanggapi cerita suaminya.

__ADS_1


"Kenapa ada orang sekejam itu, mengorbankan nyawa orang lain dengan sengaja. Bukankah satu nyawa itu sangat berharga," ucap Medina kesal setelah mendengar cerita dari Firo.


"Aku yakin bukan Chef Beni pelakunya, dia adalah orang yang sudah mengabdi lama di hotel Axon," ujar Firo yakin.


"Kenapa kamu seyakin itu terhadapnya, bisa jadi memang ia pelaku sebenarnya, Bukankah polisi pun sudah menetapkan ia menjadi tersangkanya"


"Entahlah! Tapi aku merasa bukan dia orangnya, aku yakin pelakunya dari orang dalam rumah kita," ujar Firo.


"Maksudmu, dari keluarga kita?" tanya Medina.


Firo tersenyum mengangguk.


"Siapa orangnya?" Medina masih bertanya tanya.


"Aku akan mencari pelaku sebenarnya! Besok Daddy menyuruhku menemuinya langsung," sahut Firo.


Medina menggenggam tangan suaminya, "Aku berdoa agar masalah ini cepat terselesaikan" serunya.


"Aku juga akan berusaha mencari pelaku pemukulan terhadap Niko," ucap Firo sambil membalas menggenggam tangan istrinya lalu mengecupnya.


Tiba-tiba,


Telepon Firo berdering, sebuah panggilan telepon dari Agata rekan bisnisnya.


Kenapa wanita ini tiba-tiba meneleponku, batin Firo.


Firo sebenarnya ingin mengangkat telepon itu diluar, Namun karena dia tidak ingin Medina mencurigainya akhirnya ia segera mengangkat panggilan itu.


"Selamat sore Tuan Firo" suara Agata terdengar sangat halus di telinga Medina yang berada di sampingnya.


Kenapa suaranya terdengar mesra di telingaku, batin Medina.


"Ia sore juga Nona Agata," jawab Firo.

__ADS_1


"Nanti malam aku ada acara wedding pertama di Hotel Aurora. Aku ingin mengajakmu datang ke pesta sebagai tamuku,"ajak Agata di telepon.


Medina membuka telinganya lebar lebar terus menguping pembicaraan Firo.


"Baiklah tapi aku akan mengajak istriku," sahutnya.


Agata yang sedang ada di balik telepon terkaget, ternyata Firo sudah beristri. Agata tidak memperdulikan status Firo, bahkan ia pun sering berkencan dengan pria beristri.


"Tentu boleh ajaklah istrimu, Aku akan menunggu anda dan istri anda di hotel malam ini" ujar Agata.


"Kalau tidak ada yang di bicarakan, aku akan akhiri teleponnya Nona Agata," ucap Firo.


"Ya, Terima kasih atas waktunya, " ucap Agata sambil menutup teleponnya.


Firo menaruh kembali Handphone di tangannya ke meja.Firo tidak tahu Medina dari tadi melihat raut wajahnya yang mendadak berubah.


"Telepon dari siapa?" tanya Medina.


"Rekan bisnisku," jawab Firo.


"Apa kamu akan pergi ke pesta itu?" pertanyaan Medina terlihat canggung.


Firo kembali menggenggam tangan Medina, "Tentu saja kalau aku datang bersamamu," serunya.


"Sepertinya aku tidak akan ikut denganmu, tidak ada yang menjaga Niko selain aku," ujar Medina.


Entah kenapa perasaanya begitu cemburu mendengar ada wanita lain yang menelepon suaminya.


"Kalau begitu aku juga tidak akan pergi," sahut Firo.


Firo tahu perasaan istrinya seperti sedang cemburu kepadanya.


"Pergilah! dia adalah rekan bisnismu apalagi hotel itu baru di buka kemarin,"ucap Medina.

__ADS_1


Firo mendekatkan wajahnya tepat di depan Medina yang selalu menghindari pandangannya.


"Itu tidak penting bagiku!" seru Firo.


__ADS_2