Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Mengetuk Pintu.


__ADS_3

Tidak biasanya tubuh Sony berasa sangat panas. Bukan panas karena sakit atau demam melainkan panas yang ia rasa karena sesuatu membuat gairah di tubuhnya segera ingin ia lepaskan.


Syerli mendekati Sony setelah makan malam. Dengan sangat mesranya Syerli menarik Sony dan mengajaknya agar masuk ke dalam kamar mereka.


Malam itu Syerli dandan sangat cantik lebih dari biasanya. Dengan lembutnya ia memperlakukan suaminya yang semakin kepanasan. Karena tak kuat dengan hawa panas di tubuhnya Sony membiarkan Syerli menariknya ke kamar.


Sony tengah berada di kamar Syerli istri pertamanya. Niki ia biarkan tidur sendirian di malam pernikahan mereka.


Malam itu dengan tenangnya mereka menikmati surga dunia berdua tanpa memikirkan perasaan Niki.


"Aku senang kamu tak menemuinya sekarang," ujar Syerli merangkul bahu suaminya dengan mesra.


Syerli semakin menggoda suaminya dengan menempelkan tubuhnya lebih dekat lagi.


"Tentu saja aku akan bersamamu sayang," Sony ******* habis-habisan bibir istrinya yang begitu membuat candu baginya.


Hawa tubuhnya semakin panas di tambah Syerli dengan pasrah membiarkan suaminya melakukan apapun terhadap dirinya.


Beberapa kali Syerli meneguk salivanya. Sony benar-benar menjadi pemain yang handal malam ini.


Syerli tak mau kalah ia tak kalah lihai memainkannya. Nampak ia sangat berpengalaman dalam memuaskan hasrat suaminya. Dress yang di pakainya ia lepas satu persatu hingga menyisakan dua buah kain yang menutup dada dan bagian sarangnya.


Ini yang di namakan surga dunia. Batin mereka.


Syerli sengaja merayu Sony agar masuk ke kamarnya dengan menaruh obat perangsang ke dalam minuman ketika makan malam. Syerli sengaja melakukan itu agar Sony tak menemui Niki.


Pemanasan masih mereka lakukan. Sony tidak ingin semuanya cepat begitu saja. Bagian intinya yang siap pada mode on ia tahan dahulu sebelum istrinya terpuaskan.


Syerli benar-benar sangat berbeda malam ini. Istrinya begitu ganas memainkan permainannya.


Seakan dunia milik berdua. Syerli tak henti hentinya berteriak kepuasan. Tenaga Sony tak ada habisnya berkali kali menghajar habis-habisan dirinya di kasur.


Hampir setengah jam mereka belum menyudahi permainan mereka. Bahkan Syerli sudah sangat lemas namun Sony masih belum puas.


Di tengah permainan mereka,


Tiba-tiba.


Tok...tok...tok....


Tok...tok... tok...


Berkali-kali terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar mereka.


Awalnya Sony menghiraukan suara ketukan itu.


"Siapa malam-malam begini berani mengetuk pintu kamarku." batin Sony yang masih bermain terlihat kesal.


Tok... tok... tok


Suara ketukan terdengar lagi, bahkan semakin keras.


"Sialan," ucap Sony ketus.

__ADS_1


Sony belum mengakhiri permainan mereka.


"Akan ku habisi orang yang sudah mengganggu kesenanganku," ujar Sony.


Segera ia raih celana pendek dan segera memakainya.


Syerli pun tak kalah ia segera meraih selimut agar menutupi tubuhnya.


Sony dengan kasar membuka pintu kamarnya. Tangannya sudah mengepal keras ingin menghajar siapapun yang sudah mengganggunya.


Peliharaannya masih ingin menagih masuk ke sarangnya lagi.


Tangan kanannya meraih gagang pintu dan membukanya.


Belum sempat melihat siapa yang datang ke kamarnya. Lelaki yang sudah ada di depan pintu kamarnya sudah lebih dulu menghajarnya.


Bug.. bug.. plak.. plak..


Lelaki itu adalah Firo.


Firo menghajar Sony yang masih memakai celana pendeknya.


Bug.


Kaki kanannya tepat mengenai peliharaan Sony yang masih menegang.


"Apa yang kamu lakukan," ujar Sony yang meringis kesakitan.


Sony menarik tubuh Firo dan berbalik menghajarnya.


Bug.


Bug.


Syerli yang mendengar kegaduhan di pintu kamarnya segera meraih baju di sebelahnya. Dengan cepat ia memakai baju itu.


"Tolooong... " teriak Syerli ketika mengetahui Sony sedang di pukuli adik tirinya.


"Lepaskan suamiku," ujar Syerli menarik tangan Firo agar menghentikan pukulannya kepada suaminya.


Namun mereka berdua masih bergantian saling memukul.


"Tolooong... " teriakan Syerli kembali terdengar.


Seluruh penghuni rumah yang mendengar teriakan Syerli langsung berhamburan ke arah mereka.


Beberapa pengawal yang melihat langsung melerai mereka berdua.


"Dia pantas menerimanya" ujar Firo berteriak.


Tangan Firo di tahan oleh kedua pengawal rumah.


Sony pun sama kedua tangannya terpaksa di kebelakangkan karena ia tak kalah marah.

__ADS_1


Kedua mata mereka benar-benar memancarkan kemarahan. Tatapan seakan ingin saling membunuh satu sama lain.


Ny.Stella yang sedang ada di kamar keluar. Medina yang baru tahu ternyata suaminya yang membuat keributan segera mendekatinya.


Tuan Bram yang masih berada di kamar langsung berlari menuju tempat keributan yang ternyata ada di depan kamar Syerli.


Bahkan Niki yang terlihat bingung karena baru terbangun dari tidurnya segera mendekat.


Seluruh penghuni rumah bergegas menuju arah suara teriakan Syerli yang terdengar sangat keras.


"Apa yang terjadi," tanya Niki kepada seorang pelayan yang lewat di depannya.


"Tuan Firo memukuli Tuan Sony," ujar pelayan itu.


Niki yang merasa suaminya terlibat langsung mempercepat langkahnya menaiki anak tangga menuju lantai dua.


Tuan Bram, Ny.Stella dan Medina sudah sampai di depan kamar Syerli. Shaka tidak mengetahui karena sudah beberapa minggu ia masih di luar kota.


Tuan Bram terlihat marah kepada kedua anaknya,"Apa yang sedang kalian lakukan," ucap Tuan Bram sambil menampar satu persatu anaknya.


Firo mendengus kesal dengan kelakuan Ayahnya.


Tangan mereka lalu di lepaskan. Medina segera memegang tangan suaminya agar lebih tenang.


Sementara Sony di pegang erat oleh Syerli yang masih menggunakan baju tidur minim.


"Apa salahku, Hah! Beraninya kamu memukulku," maki Sony tak kalah marah.


Firo menatap tajam Sony seakan ingin menerkam habis lelaki di depannya.


"Apa salahmu? Apa kamu ingin tahu, bajingan!" ujar Firo sambil mengumpat.


Firo mengambil sesuatu di sakunya segera ia lempar sesuatu itu ke muka Sony.


Tak.


Sebuah toples berisi jamur beracun ia lemparkan ke arah muka Sony. Tepat di depan mukanya, membuat darah yang sudah di hidungnya menetes kebawah melalui bibirnya.


Pengawal kembali lebih memegang keras tangan Firo.


"Lepaskan aku," teriak Firo kepada pengawal.


"Dia yang sudah meracuni Tamu di hotel Axon. Lelaki bajingan itu yang membunuh lima nyawa tidak bersalah di hotel Axon." teriak Firo menunjuk Muka Sony.


Mata Tuan Bram terbelalak sempurna.


"Coba kamu katakan sekali lagi," bentak Tuan Bram kepada Firo.


Nafas Firo masih menggebu.


"Dia, anak kesayanganmu yang sudah menghancurkan nama baik hotel mu. Dia yang sudah memasukan jamur beracun ke dalam makanan kemarin" ujar Firo.


Kini tatapan mata Firo beralih ke arah ayahnya.

__ADS_1


Aku ingin tahu apa yang akan kamu lakukan jika anak kesayanganmu yang berbuat kesalahan? batin Firo.


__ADS_2