Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Berkumpul.


__ADS_3

"Sayang, kenapa dengan mukamu? " tanya Syerli sambil mendekati Sony suaminya.


Sony masuk ke kamarnya dengan wajah babak belur.Sony melemparkan dengan keras jas yang di pakainya ke sembarang arah.


Sorot matanya seakan penuh dengan kemarahan.Ia lalu masuk ke kamar mandi tidak memperdulikan istrinya yang sangat kebingungan. Sony menutup dengan keras pintu kamar mandi kamarnya.


Tangannya menyalakan shower mengarahkan tepat di bawah kepalanya.Air yang keluar dari shower membasahi wajahnya yang penuh luka.Terasa perih, namun luka di tubuhnya tak sesakit luka di hatinya. Baru kali ini ia merasakan di hina seperti itu oleh seorang perempuan.


Syerli yang di buat bingung keluar kamar bertanya kepada ketiga pelayan yang mengantar Sony ke rumah.


"Pak, Kenapa dengan suamiku? Kenapa mukanya sampai babak belur begitu?" tanyanya kepada salah seorang pelayan.


"Nyonya, Tuan Sony tadi habis di pukuli Tuan Muda Firo.Maaf kami tidak tahu permasalahannya nyonya, kenapa tuan muda sampai memukuli tuan Sony, " jawab salah satu pelayan laki-laki.


"Apa!" Mata Syerli membulat, "Rupanya orang gila itu sudah mulai berulah lagi, " sahut Syerli.


Syerli kembali masuk ke dalam kamarnya lagi. Ia menunggu dengan sabar suaminya keluar dari kamar mandi. Sudah banyak pertanyaan dalam otaknya.


Setelah hampir seperempat jam akhirnya Sony keluar dari kamar mandi. Luka di wajahnya mulai membiru karena terkena air dingin.


Syerli mendekati suaminya yang langsung merebahkan dirinya ke kasur. Sony memejamkan kedua matanya agar terhindar dari pertanyaan Syerli.


"Katakan padaku, kenapa sampai Firo memukulmu?" tanya Syerli. Ia tahu suaminya pura-pura tidur.


Sony tak menjawab.


"Sayang, ijinkan aku obati luka di wajahmu."ujar Syerli memegang wajah suaminya.


Sony memegang tangan istrinya agar tidak menyentuh wajahnya," Aku sedang tidak ingin di ganggu, aku ingin tidur dulu" ucap Sony kepada Syerli.


Syerli merasa kecewa terhadap penolakan suaminya. Padahal niatnya baik ingin mengobatinya namun suaminya tak mengijinkan walau hanya menyentuh wajahnya.


Berulang kali hatinya merasa sakit seperti tidak di hargai sebagai seorang istri hanya karena ia tak bisa memberinya anak. Syerli sering menangis seorang diri di kamar lantaran akhir-akhir ini suaminya tidak sehangat dulu.


Kini Syerli harus membiarkan suaminya istirahat dahulu. Syerli tertidur di sebelah Sony yang membelakangi dirinya.


***


Raut wajah Tuan Bram menunjukan kemarahan yang sangat besar karena mendengar laporan salah satu pengawalnya memberi tahu kalau Firo memukuli Sony habis-habisan tadi malam.


"Cepat panggilkan Firo dan Sony kesini segera!" ucap Tuan Bram menyuruh pengawalnya agar memanggil mereka.


Pengawal yang di suruh Tuan Bram segera melaksanakan tugasnya, tidak sampai setengah jam pengawal itu bisa mengumpulkan mereka.

__ADS_1


Pagi itu sebelum berangkat ke resort nya Tuan Bram sengaja mengumpulkan seluruh keluarganya, Kecuali Shaka yang sedang berada di luar kota.


Firo yang di telepon, segera menuju rumah utama bersama Medina. Ia sudah siap kalau harus berhadapan dengan ayahnya.


Suasana di ruang keluarga sangat berbeda dari biasanya.Tuan Bram duduk paling tengah diantara mereka.


Medina duduk berdampingan dengan Firo. Syerli duduk bersebelahan dengan Ny. Stella menghadap Medina.


Sony melangkahkan kakinya ke ruang tengah. Ia sangat malas sebetulnya menghadapi suasana seperti ini. Namun karena atas perintah Tuan Bram mertua sekaligus ayah angkatnya, Sony tak bisa membantahnya.


Sony telah sampai di ruang keluarga seperti biasa ia berdiri di belakang Tuan Bram.


"Duduklah, " ucap Tuan Bram kepada Sony agar duduk di sebelahnya berdekatan dengan Ny.Stella.


Tuan Bram menatap satu persatu keluarganya.


"Katakan padaku, siapa duluan yang memulai pertengkaran kalian tadi malam?" tanya Tuan Bram langsung kepada intinya.


Mereka semua tak ada yang menjawab satupun. Bahkan Ny. Stella yang tidak mengetahui, baru mengetahui barusan karena ucapan Tuan Bram.


"Apa aku harus berteriak sekali lagi agar kalian membuka mulut? " ucap Tuan Bram tegas.


Medina akhirnya menjawab,"Aku yang memulainya, Daddy!" sahut Medina menjawab pertanyaan Tuan Bram.Dengan beraninya ia mengakui kepada mertuanya.


Bisa-bisanya wanita ****** itu membuat keributan di sini. Batin Ny. Stella.


"Kenapa? ada masalah apa sampai Firo memukul Sony?" tanya Tuan Bram lagi.


"Sony sudah menghamili adikku, Niki" ujar Medina tanpa basa-basi.


Syerli yang dari tadi duduk dengan santai langsung berdiri tekaget dengan pernyataan Medina.


"Jangan sembarangan kamu berbicara! " ucap Syerli mencoba mendekati Medina. Namun Ny.Stella segera mencegat nya agar duduk lagi.


Tuan Bram masih mencerna ucapan Medina perlahan.Apa yang di katakan Medina membuat Sony tertunduk di belakang Tuan Bram.


"Coba katakan sekali lagi," sahut Tuan Bram. Menurutnya menantunya sedang salah ngomong.


"Dia, sudah menghamili adikku. " tunjuk Medina kepada Sony yang dari tadi menunduk.


Semua pandangan tertuju kepada Sony. Sementara Syerli masih tak mempercayai ucapan Medina. Menurutnya Medina sedang membual.


"Aku tidak berbohong, Sony telah menghamili adikku, Daddy" tegas Medina, "Kalau tidak percaya akan aku bawa adikku kesini agar kalian percaya," tambahnya lagi.

__ADS_1


"Apa! " Mata Tuan Bram menatap Sony di sebelahnya.


"Apa itu benar, Sony! " bentaknya kepada Sony.


Sony menegakkan wajahnya, lalu mengangguk.


"Benar, aku yang telah menghamili adiknya! " ucap Sony.


Syerli yang dari tadi menginginkan jawaban tidak dari mulut suaminya, ternyata suaminya berkata lain. Tubuhnya melemas ketika Sony mengatakan ia telah menghamili adik Medina, ibunya yang ada di sampingnya mengelus pundak Syerli agar bersabar.


"Katakan itu tidak benar, sayang" ujar Syerli sambil meneteskan air mata.


Ia yang dari dulu menginginkan seorang anak dari Sony malah orang lain yang mewujudkannya.Syerli merasa sangat sakit, terlebih lagi wanita itu adalah adik dari Medina.


"Semua yang dikatakan Medina benar" sahutnya. Sony tidak bisa berbohong kalau dia juga menginginkan seorang anak.


"Tega kamu padaku, "


Air mata Syerli tak bisa ia bendung lagi Dengan derasnya membasahi pipinya.Syerli tak kuat lagi mendengar penjelasan suaminya, Ia lalu berlari menuju kamar meninggalkan mereka semua di ruang keluarga. Ny. Stella yang melihat itu langsung mengejar putri nya ikut masuk ke kamar.


"Kalau begitu, kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu" ujar Tuan Bram kepada Sony menengai.


Firo yang dari tadi diam akhirnya ikut berbicara, " Dia juga yang memukuli adiknya Medina yang lelaki" ucap Firo.


Sony tersenyum miring menatap Firo. Sementara Tuan Bram masih mendengarkan.


"Kalau itu aku tidak melakukannya, berani-beraninya kamu menuduhku tanpa bukti" bela Sony di depan Tuan Bram.


"Memang aku tidak punya bukti, tapi aku yakin dia yang memukuli adikku, Daddy! " seru Medina.


"Menuduh tanpa bukti, sama saja dengan fitnah.apa benar itu Daddy?" ujar Sony mencari pembelaan mertuanya.


Tuan Bram terdiam.Mereka menunggu jawaban dari Tuan Bram.


"Aku tak bisa menghukum Sony kalau tak ada bukti," ujar Tuan Bram.


Sudah aku duga pasti kamu membelanya.Aku menyesal tadi sudah berbicara. Ucap Firo dalam hati.


Medina tak habis pikir dengan ucapan Tuan Bram. Firo sudah yakin ayahnya akan berkata seperti itu.


Sony sangat senang dengan ucapan mertuanya, kalau hanya menikahi Niki, Sony tak keberatan kalau beristri dua.


Bodoh! Sudah jelas Daddy akan membelaku. Batin Sony sambil tersenyum penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2