Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Di Rumah Sakit


__ADS_3

Taksi online yang Medina tumpangi terparkir di depan rumah sakit. Dengan di bantu pak sopir Medina mengantarkan Niko yang belum sadarkan diri ke dalam rumah sakit.


Terasa berat, namun ia kuatkan untuk membawanya, beruntung tak lama perawat langsung membawa brankar menghampiri Medina.


Luka di sekujur tubuh Niko lumayan berat. Dokter terpaksa menempatkan Niko ke ruangan UGD dahulu. Dengan harap cemas Medina menunggunya di luar berharap adiknya cepat sadarkan diri.


Teleponnya berdering, sebuah panggilan telepon dari suaminya Firo.


"Honey kamu ada dimana? Aku sudah di rumah Pak Joko sekarang,? "


Ia terdiam sesaat.


"Honey, Kamu di mana? Aku akan menyusul mu"


"Aku sedang di rumah sakit persada," jawabnya.


"Apa! kenapa kamu di rumah sakit, Apa terjadi apa-apa denganmu? " Firo merasa sangat khawatir dengan istrinya.


"Aku baik baik saja, Aku sedang mengantarkan Niko," sahutnya.


"Baiklah tunggu aku di sana Honey," ujar Firo sambil menutup telepon.


Medina memasukan kembali handphone nya ketika dokter memanggilnya.


Kondisi Niko harus di rawat inap mengingat luka yang di tubuhnya cukup parah. Beruntung Medina cepat membawanya ke rumah sakit sehingga Niko bisa segera di selamatkan.


Medina menghampiri Niko yang belum siuman di ruangan rawat inap. Apa yang akan ia beritahukan kepada orang tuanya tentang Niko, membayangkannya saja ia tak tega melihat reaksi kedua orang tuanya.


Setengah jam berlalu, Medina masih duduk menunggui Niko sambil tertidur karena kelelahan.


Tangan Firo mengusap lembut rambut istrinya. Medina terbangun samar samar di lihatnya suaminya sudah di depannya.


"Apa yang terjadi dengan Niko?" tanya Firo ketika Medina terbangun.


Medina melihat penampilan Firo di depannya. Ia sama persis dengan yang di lihat Medina di hotel kala itu.Medina sedikit memalingkan mukanya.


"Dia di pukuli," jawabnya singkat.


"Apa! siapa yang melakukannya?" Firo bertanya lagi.


"Aku tidak tahu" Medina malas menanggapi pertanyaan suaminya.


Entahlah perasaanya mungkin di sebut cemburu.


Firo melihat sekujur tubuh Niko yang penuh luka lebam. Kakinya terpaksa di gips karena patah tulang. Kondisi Niko sudah stabil meskipun ia belum siuman.

__ADS_1


"Dimana kamu menemukan Niko dengan kondisi seperti ini honey?" tanya Firo mendadak peduli dengan adik iparnya.


"Aku tidak tahu," jawabnya.


Ingin rasanya Medina bilang kalau ia menemukan Niko di hotel dan malam tadi ia ke hotel melihat Firo dengan wanita lain. Namun rasanya itu berat sekali. Medina mengendus parfum Firo yang tidak seperti biasanya. Aroma nya tidak seperti yang biasa ia pakai.


Apa mungkin Firo berselingkuh di belakangku?


"Kalau tidak tahu, tidak mungkin kamu membawanya kesini!" seru Firo.


"Katakan padaku, Aku akan membantumu honey" Firo mendekatkan wajahnya ke arah istrinya yang terlihat kusut karena kurang tidur.


Ah sudahlah aku sedang malas berbicara kepadamu, batin Medina dalam hati.


"Aku menemukannya sudah di rumah sakit" ucap Medina berbohong.


Firo melihat seperti ada yang di sembunyikan istrinya terhadapnya. Tidak biasanya ia berbicara padanya tanpa melihat mukanya.


Mungkin dia terlalu khawatir terhadap adiknya, pikir Firo.


"Kalau begitu, biar aku saja yang menungguinya, kamu istirahat saja honey" ucapnya.


Tak perlu kamu pulang saja dan tinggalkan aku sendiri.


"Kenapa kamu diam saja honey? Maaf tadi aku tiba tiba pergi. Daddy menghubungiku karena ada klien yang ingin bertemu denganku," jelas Firo.


"Aku sudah tahu, sebelumnya kamu sudah memberitahukannya" sahut Medina.


Firo pergi saat Niki pingsan di rumahnya. Meskipun tidak enak dengan mertuanya ia tetap harus pergi. Tanpa kehadirannya, kerja sama dengan Agata tidak akan terjalin.


"Apa kamu marah denganku honey?" Firo memindah posisinya agar terlihat oleh Medina yang dari tadi memalingkan pandangannya. Ia tersenyum mendekati Medina.


"Sebagai gantinya, aku akan menemanimu disini, besok juga aku akan meminta libur untuk menemanimu" ucap Firo.


Mata Firo begitu membuatnya luluh, Medina merasa ia tak bisa berlama lama marah dengan suaminya. Dilupakan nya rasa cemburu terhadap Firo.


"Tidurlah, aku akan menggantikan mu di sini" Firo mengecup kening istrinya agar segera berpindah ke sofa tunggu yang ada di ruangan itu.


Medina tersenyum tipis menanggapi perilaku suaminya, "Baiklah! kalau Niko sudah siuman, tolong bangunkan aku," pinta Medina.


Medina berjalan ke arah Sofa yang tidak jauh dari tempat yang di duduki Firo. Ia menarik selimut sampai ke dadanya. Medina melihat sekilas suaminya yang masih tersenyum dengan sangat tampannya. Tak bisa di bohongi, Medina begitu mencintainya di tepisnya jauh jauh pikirannya yang menuduh Firo berselingkuh. Medina memejamkan matanya yang teramat berat.


Dari semalam Firo terjaga menunggui Niko yang sempat sadarkan diri. Ia tak tega ingin membangunkan istrinya yang sedang terlelap kecapean. Niko terbangun karena kehausan.


"Haus," ucap Niko.

__ADS_1


Niko melihat kakaknya tidur tidak jauh darinya, dan di sampingnya Firo yang menemaninya, kakak iparnya tidak seburuk yang ia pikirkan.


Firo ingin bertanya banyak namun melihat Niko yang baru tersadar. Ia hanya membantunya memberikan minum kepada Niko karena tidak bisa bangun.


"Terimakasih kak," ucapnya kepada Firo. Ucapannya sangat pelan dan susah sekali ia ucapkan karena rahangnya mengalami cedera.


"Istirahat saja dahulu jangan terlalu di paksakan untuk bangun,"


"Iya kak,tolong jaga kak Medina untukku ya kak," pinta Niko kepada Firo. Walaupun Niko sangat susah berbicara Ia merasa khawatir dengan kakak perempuannya mengingat Sony sangat dekat dengannya.


"Tentu saja dia istriku! Aku akan menjaganya," sahut Firo.


"Siapa yang memukuli mu,? Aku akan membantumu membalasnya," tanya Firo.


Niko ingin menjawab tapi ia mengurungkannya memberitahu kepada Firo mengingat Firo adalah adik iparnya.


"Baiklah kamu tak usah menjawabnya sekarang, istirahat saja dulu,"


Firo merasa kasihan dengan Niko. Berbicara saja ia tak begitu jelas apalagi untuk bangun.


Firo memanggil dokter jaga untuk memeriksa keadaan Niko. Dokter itu menyuntikan obat ke cairan infus yang membuat Niko kembali tertidur.


Pukul tiga dini hari Firo tertidur di samping Niko karena sudah mengantuk berat. Pagi harinya Medina mendapati Firo duduk sambil tertidur sangat nyenyak.


Medina mencari makanan di luar rumah sakit untuk sarapan paginya bersama Firo. Ia mendapati dua bungkus nasi dan membawanya ke ruangan.


Ketika masuk Medina sudah melihat Firo sudah bangun dan sudah mencuci mukanya.


"Sayang, kamu sudah bangun? Aku bawakan sarapan pagi" ucapnya sambil menunjukan bungkusan putih ke arahnya.


"Terima kasih, Honey"


"Honey maafkan aku lagi, pagi ini aku harus ke resort dulu sebentar. Ada kendala di sana. Ada pelanggan yang mendadak meninggal di kamar hotel. Sementara Daddy sedang di luar kota. Aku akan cepat kemari kalau sudah selesai"


Baru beberapa detik Medina menata sarapan paginya, suaminya sudah minta ijin padanya.


Padahal tadi malam kamu berjanji akan menemaniku di sini, batin Medina.


Firo mengecup kening istrinya.


"Aku tidak akan lama, setelah masalah selesai aku akan cepat cepat kemari"


Medina menarik napas panjang.


"Baiklah janji, tidak akan lama"

__ADS_1


Firo mengangguk lalu meninggalkan istrinya.


__ADS_2