MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 10


__ADS_3

" astaga, maafkan aku. aku langsung pergi begitu mendapat pesan" sahut Safira yang merasa bersalah.


" ini sudah kuno, kamu masih beralasan seperti itu" sahut Tika yang aneh dengan alasan Safira.


" maafkan saya" sahut safira yang bersalah dengan pemilik apartemen.


" kamu tampak muda sekali " sahut Safira yang kagum dengan pemilik apartemen dan merubah topik pembicaraan.


" iya kita belum pernah bertemu" sahut Tika yang baru Liat Safira pertama kali.


" benar, ini pertama kali kita bertemu langsung" sahut Safira ke Tika.


"Terimakasih berikan itu" sahut Tika yang menyuruh Safira memberikan barang pesanannya.


" ini" sahut Safira menyodorkan 2 kantong plastik.


" aku tidak tahu bagaimana aku harus berterima kasih, ini kesempatan yang bagus Untuk ku "sahut Safira ke tika yang mengira kalau Tika itu pemilik apartemen.


" ini bukan sebuah kesempatan, ini transaksi adil dari negara kapitalistik ini" sahut Tika yang menjelaskan tentang pembayaran yang adil.


" kamu benar " sahut Safira yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" ku harap kita bisa akrab" sahut Safira yang mau pemilik apartemennya itu akrab ykur hormat.


" boleh ku panggil namamu" sahut Safira ke pemilik rumah.


" tidak" sahut Tika yang heran dengan Safira.


"baik, maaf" sahut Safira ke Tika.


" sampai jumpa" sahut Tika hormat ke Safira dan pergi.


" begini, bisakah kita bertemu nanti malam?" sahut Safira yang akrab dengan pemilik rumah.


" baiklah akan ku pikirkan " sahut Tika yang langsung pergi.


" dia ingin kami memesan roti isi lagi untuk makan malam? " dia pandai mempromosikan tempatnya" sahut Tika yang merasa heran dengan kurir kali ini.


" kurasa dia tidak suka dipanggil namanya" sahut safira membalikkan badannya untuk pulang tapi ia malah menabrak orang.


" maaf" sahut kedua orang yang saling menabrak itu.


pak Yudha yang sedari tadi menunggu seseorang di loby sampai tidak ada yang datang, akhirnya ia masuk ke ruangan melihat karyawan - karyawan sedang melahap roti 2 kantong.


" wah enak sekali" sahut karyawan yang melahap roti.


" aku makan roti ini di usia ku" sahut karyawan laki - laki memakan roti.

__ADS_1


" memangnya kenapa" sahut Tika ke laki- laki itu.


pada saat pak Yudha sampai di mejanya ia melihat satu amplop coklat, lalu ia yang penasaran apa isinya ia pun membukanya. tapi sebelum buka dan membacanya ia bertanya dulu ke karyawan yang sedang makan.


" berhentilah makan, itu punyaku" sahut Tika ke pria berkacamata.


" pak, ayok makan rotinya Sangat enak" sahut pria berkacamata menawarkan roti ke pak yudha.


" siapa yang meletakkan ini disini" sahut pak Yudha yang datar serta datar.


" aku menemukannya di meja ini, ayok pak ini hanya tersisa satu" sahut pria berkacamata ke pak yudha.


" kamu sudah membaca kontraknya? " sahut pak Yudha ke teman serumahnya.


" iya, aku tidak sempat bilang karena kelihatannya kamu agak sibuk. sepertinya aku akan pulang malam hari ini" sahut Safira yang memberi tahu kalau ia akan pulang malam ke pemilik rumah itu.


"kamu tidak perlu memberi tahu hal - hal seperti itu kepada ku" sahut pemilik rumah.


" dia dingin sekali" sahut Safira yang sedang berpikir kenapa tuan rumahnya sangat dingin.


" kamu mau potongan rambut yang seperti biasanya" sahut pemilik salon ke Safira, ya sekarang Safira berada di sebuah salon.


" tidak, keriting rambutku hari ini" sahut Safira yang tersenyum ke pemilik salon.


" menurut mu apa aku cocok dengan rambut ini? " sahut Safira yang mengambil buku tentang model - model rambut.


" kamu mau pergi ke suatu tempat? atau kencan buta? " sahut wanita cantik pemilik salon bertanya ke Safira.


" begitu, oke " sahut wanita cantik yang mengerti.


di sisi lain pak yudha sedang melihat profil teman serumahnya. ya pada saat ini profil Safira ia memakai foto Arsenal.


" siapa itu? " sahut Tika bertanya ke pak yudha.


" oh dia teman serumah ku" sahut pak Yudha yang datar serta dingin.


" sepertinya dia suka sekali dengan sepak bola" sahut Tika yang memperhatikan profil Teman serumah pak Yudha.


" kebanyakan pria begitu" sahut pak Yudha yang mengira kalau teman serumahnya itu adalah laki - laki.


" kurasa cukup" sahut pak Yudha yang melihat jadwal yang cocok untuk karyawannya.


pada saat pak Yudha melihat semua jadwal ada satu tempelan kertas berwarna merah muda.


" senang bertemu dengan mu aku Fira" isi dari kertas berwarna merah muda.


" kamu suka merah muda bukan? " sahut pak Yudha bertanya ke Tika.

__ADS_1


" iya, itu warna kesukaan ku" sahut Tika ke pak yudha.


" pria zaman sekarang menyukai warna merah muda?" sahut pak Yudha yang lagi - lagi mengira kalau teman serumahnya adalah laki - laki.


" kamu tidak mengerti karena tidak punya selera keindahan, merah muda bukan warna yang cocok untuk semua orang" sahut Tika memberitahu kalau pak Yudha tidak punya selera keindahan.


" itu cocok dengan ku karena warna kulitku sesuai, maksud mu pria tidak seharusnya suka warna merah muda? " sahut Tika yang merasa bangga karena ia menyukai warna merah muda.


" aku lelah sekali" sahut pak Aldi yang memengang boneka putih pink Dan sarung di lehernya.


" apa? kembalinya bekerja" sahut pak Aldi yang cuman melewati pak Yudha dan Tika.


"zaman telah berubah tidak ada lagi yang namanya preferensi wanita dan pria " sahut Tika ke pak yudha.


" baiklah, kita hidup di dunia yang progresif" sahut pak Yudha ke Tika.


" permisi" sahut Safira yang melewati keramaian di pesta penutupan acara.


" tolong beri kami minuman" sahut pria yang sedang menunggu minumannya.


" bisa minta satu" sahut pria itu yang meminta lagi minumannya.


di sisi lain Safira sedang mencari orang yang akan menemukannya.


" Safira " sahut pria yang duduk dan melambaikan tangannya ke arah Safira.


" kemarilah" sahut pria baju putih yang sedang duduk menyuruh Safira untuk duduk di dekatnya.


" oh Hay" sahut Safira yang juga melambaikan tangannya ke pria baju putih.


" selamat datang, kenapa lama sekali" sahut wanita berkacamata.


" duduklah" sahut pria baju putih menyuruh Safira untuk duduk.


" penampilan mu cantik sekali " sahut pria baju putih panjang.


" pikir mu kamu sudah bekerja cukup lama sampai bisa terlambat? asisten penulis boleh terlambat untuk pesta penutup acara" sahut pria baju putih pendek yang tadi menyuruh Safira untuk duduk.


" lihat dia melakukannya lagi " sahut pria baju putih panjang yang menunjuk ke arah Safira dan pria baju putih pendek.


sampai disini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like dan beri tip yaaaa.


jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini.


jangan lupa follow


Ig: aprihl.ll

__ADS_1


tik Aprianibasir


terimakasih ❤️


__ADS_2