
" sampai kami mempunyai IPO, tolong jangan ragu - ragu mengukung kami" sahut pak Aldi yang menyuruh para investor itu tetap mendukung mereka sampai sukses.
( IPO adalah IPO atau penawaran umum perdana adalah dunia pasar modal Indonesia).
" aku suka sikapnya" sahut pria berkacamata yang berbicara pada teman dan tertawa pada saat melihat tingkah dari pak Aldi.
" dia tidak seperti CEO muda lainya ?" sahut pria berkacamata yang mengobrol dengan temannya yang sedang memegang gelas minumannya.
" benar " sahut pria berkacamata yang sedang menyeruput minumannya.
" pak Tomi " sahut pria berjas hitam memanggil pak Tomi yang bersama dengan Hafni.
" oh halo Pak " sahut pak Tomi yang sopan pada para investor itu.
" bagaimana kabarmu ?" sahut pria berjas hitam yang bertanya tentang kabar pak Tomi dan juga saling berjabat tangan agar saling mengenal.
" baik - baik saja " sahut pak Tomi yang ikut berjabat tangan dengan pak investor itu.
" halo, senang bertemu dengan mu " sahut pak Aldi yang ikut berjabat tangan dengan pak Tomi.
" hasil kerjamu sangat menyenangkan" sahut pak Tomi yang menerima kartu dari pak Aldi.
" terima kasih" sahut pak Aldi yang sopan .
" bukan begitu nona Hafni " sahut pak Tomi yang bertanya pada Hafni tentang penampilan pak Aldi tadi di panggung.
" iya, aku suka pesanya sangat jelas " sahut Hafni yang tersenyum pada pak Tomi.
" bukankah kamu juga sudah mendownload aplikasinya? dan bukankah kamu juga akan mendapat level berlian? '' sahut pak Tomi yang bertanya pada Hafni tentang aplikasi kencan itu.
" sayangnya itu tidak terjadi" sahut Hafni yang tertawa kecil.
" aku tidak percaya " sahut pak Tomi yang tidak percaya akan perkataannya hafni.
" bukankah itu karena kamu mengunggah hanya foto wajah mu saja? seharusnya kamu mengunggah foto dari kepala hingga kaki " sahut pak Tomi yang menyuruh Hafni kalau mengunggah foto harus seluruh badan.
" benarkah? pasti foto - fotonya sebagus itu?" sahut pak Aldi yang bengong karena baru tahu kalau Hafni sudah mendownload lebih dulu aplikasi kencan.
" aku tidak tahu " sahut pak investor yang juga menambahkan obrolannya.
" tentu saja " sahut pak Tomi yang menjawab dengan spontan.
__ADS_1
" di juga tidak hanya pintar tapi tubuhnya juga sangat indah, dia yang terbaik " pak Tomi yang tiba - tiba memengang bahu kiri Hafni.
Hafni yang melihat tingkah laku dari pak Tomi langsung kesal, tapi iya masih punya hati untuk tetap tersenyum.
" nona Hafni juga ...." sahut pak Tomi yang mau melanjutkan perkataannya tapi langsung di potong sama pak Aldi.
" pak Tomi" sahut pak Aldi yang memanggil nama pak tapi ia tidak langsung menoleh dan pak Aldi yang merasa pak Tomi belum menoleh ke arahnya langsung pak Aldi memengang tangan agar menoleh ke arahnya.
" maaf, tapi boleh aku minta sebatang rokok ? " sahut pak Aldi yang meminta pak Tomi sebatang rokok.
" punya ku sebenarnya ada di mobil" sahut pak Aldi yang menoleh ke arah para investor itu.
" tunggu coba ku lihat" sahut pak Tomi yang meraba - raba saku celananya.
" ngomong - ngomong soal itu bagaimana kalau kita merokok di luar ?" sahut pria berjas hitam yang menyuruh pak Aldi, pak Tomi, nona Hafni dan temanya merokok di luar.
" mau?" sahut pak Tomi yang ikut - ikutan.
" dengan senang hati " sahut pak Aldi yang terlihat sopan dan ramah.
" silahkan ke sini " sahut pak Tomi dan pak yang mengarah ke pintu luar.
" ayo" sahut pak berkacamata pada semuanya.
" nona Hafni sebaiknya kamu ikut dengan kami ?" sahut pak Tomi yang menyuruh Hafni untuk ikut keluar.
" apa maksudmu?" sahut pria berkacamata yang memukul kepala pak Tomi.
" sampai nanti " sahut Hafni yang ramah.
pada saat mereka sudah pergi Hafni pun bernapas lega dan langsung meminum - minuman yang sudah di sediakan untuk tamu.
dan saat mereka sudah pergi Hafni pergi ke teras untuk menghilangkan stresnya.
saat ia sudah mengambil sebatang rokok dan pemantik untuk menyalakan rokok itu. tiba - tiba pak Aldi dari belakang langsung memengang pemantik itu dan langsung membantu menyalakan rokok itu.
" atap adalah tempat terbaik untuk merokok" sahut pak Aldi yang menatap gedung - gedung yang menjulang tinggi.
" ngomong - ngomong apa kamu tidak mengingat ku?" sahut pak Aldi yang menoleh ke arah Hafni.
" seperti aku ingat, bukankah kita pernah bertemu pada pesta pernikahan" sahut Hafni yang ikut menoleh ke arah pak Aldi.
__ADS_1
" iya benar, di sana tempat kita pertama kali bertemu " sahut pak Aldi yang menganggukkan kepalanya.
" ternyata dunia ini sangat sempit " sahut Hafni yang bertanya pada pak Aldi.
" iya betul " sahut pak Aldi yang langsung kembali menatap gedung - gedung itu.
" apa kamu tidak ingat lagi tempat lainya?" sahut pak Aldi yang kembali menatap Hafni.
" kita pernah bertemu di acara perta atap tahun lalu " sahut pak Aldi dengan suara kecilnya.
" kita mengobrol seperti ini aku bahkan sudah menyalakan korek mu " sahut pak Aldi yang tertawa dan menunjuk ke arah korek tadi.
" kita pernah minum bersama...... dan kamu juga minum koktail " sahut pak Aldi yang menjelaskan semua pada Hafni.
( koktail adalah minuman alkohol yang di campur dengan minuman atau bahan - bahan lain yang beraroma).
" setelah itu kita pernah..... ahhkkk baiklah " sahut pak yang tahu kalau Hafni masih bingung dengan perkataannya.
" ku rasa kamu tidak ingin membicarakannya" sahut pak Aldi yang sudah mengerti.
" tidak bukan begitu, karena kamu membahasnya mari kita bicarakan " sahut Hafni yang mengingat kembali kejadian itu.
" kita pernah tidur bersama , bukan?" sahut pak Aldi yang memegang dadanya.
" tadinya aku mau menganggap itu tidak terjadi" sahut pak Aldi yang langsung melihat kembali gedung - gedung itu.
" apa aku pernah tidur bersama mu tahun lalu?" sahut Hafni yang melihat pak Aldi dari ujung kepala sampai ujung kaki.
" apa kamu tidak mengingat apapun ?" sahut pak Aldi yang menoleh ke arah Hafni dengan nada bertanya.
" kejadian di kamar 303, kita berdua pernah menginap di kamar itu" sahut pak Aldi yang mencoba menyuruh Hafni agar mengigat kembali kejadian itu.
" bagaimana bisa kamu tidak ingat kejadian itu?" sahut pak Aldi yang setengah berteriak.
" ku pikir kita cukup dekat, apa kamu tidak mengingatnya?" sahut pak Aldi yang menjelaskan secara cepat.
" maaf" sahut Hafni yang tengah tersenyum pada pak Aldi.
" biasanya aku mengingat pria yang biasa tidur dengan ku, tapi aku sama sekali tidak mengingatnya" sahut Hafni yang melihat kedua buah bidang dada pak Aldi dan langsung merapikan rambutnya karena tertiup angin.
Sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.
__ADS_1
terimakasih ❤️