MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 15


__ADS_3

" pembersih uban dan mortar" sahut Safira yang membaca nama barang yang ia masukkan ke troli.


" tidak seburuk itu akan ku Anggap ini hadiah untuk induk semang ku" sahut Safira yang menaruh barangnya ke troli.


" terlihat alami" sahut Safira yang mendorong trolinya lalu melihat barang - barang yang ia butuhkan.


setelah selesai membeli barang yang ia butuhkan Safira pun pulang.


pada saat perjalanan pulang Safira minum Cimory sambil ngisi perut karena belum sarapan pagi. dan pada saat sampai di sebuah kolam ia melihat 2 orang pasangan sedang berciuman.


" aku tidak perlu berkencan atau berciuman" sahut Safira yang menghela nafas panjang dan lanjut minum Cimory.


aku juga sudah merasakan ciuman pertama ku" sahut Safira yang menoleh kepalanya ke arah dua pasangan itu.


Safira pun mengingatkan kembali kejadian kemarin malam ia ciuman pertama dengan orang asing.


" kamu gila, itu bukan sesuatu untuk di banggakan" sahut Safira yang mengeleng kan kepalanya.


" baguslah, untung saja dia orang asing" sahut Safira yang sedang meminum Cimory dan ia berjalan sedikit saja sudah sampai di rumahnya.


Tak beberapa lama ia mengingat kejadian kemarin ia lupa kalau sudah sampai di apartemen. dan disana ada pak Yudha yang mau membuang sampah ke tempat sampah.


mereka berdua pun tak saling menyapa karena pada saat mau sampai pintu Safira sedang berpapasan dengan orang yang sedang menanyakan kalau ia warga baru disini, dan pada saat Safira berpapasan pak Yudha pun lewat. dan pada saat pak Yudha membuang sampahnya ia dengan cepat langsung masuk ke lift dan disana juga ada Safira.


" terimakasih" sahut pak Yudha yang sopan karena pintu lift sedikit lagi akan tertutup.


dan pada saat pak Yudha mau menekan tombol 4 tapi sudah di tekan lebih dulu oleh Safira. dan mereka berdua pun saling menatap satu sama lain.


Safira yang sedari tadi sedang menyeruput Cimory - nya langsung saja mangap karena ia bertemu dengan orang asing lagi. pak Yudha yang melihat Safira hanya menelan ludahnya.


lantai empat pintu terbuka


pak Yudha langsung keluar lebih dahulu, Safira hanya bisa mengotak - Atik tombol lift itu, dan arahnya langsung turun.


" apa.... dia? ciuman" sahut Safira yang langsung jatuh dan terbata - bata.


" kenapa neokortesk..... kenapa? sahut Safira yang menggerutu sendiri di dalam lift itu.


" tunggu, apa liftnya akan turun" sahut Safira yang langsung melihat angka lift yang turun.

__ADS_1


" apa... kenapa harus turun disini" sahut Safira yang geram.


" tidak mungkin, dia tinggal disini? " sahut Safira yang marah.


pintu terbuka " lift.


kini lift itu terbuka dan di sana ada anak kecil yang sedang menunggu lift itu terbuka. Safira pun dengan seketika langsung bangun dan duduknya.


" aku meninggalkan dompetku di rumah" sahut Safira yang mencari alasan agar anak kecil itu tidak heran dengan safira.


pintu menutup " lift.


" aku harus bagaimana ? bagaimana kalau aku bertemu dia lagi? " sahut Safira yang hanya di pikirannya tentang laki - laki asing.


" tidak, sebaiknya aku pulang duhulu. karena itu tempat yang paling aman" sahut Safira yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal serta anggukan tanda setuju untuk pergi ke kamar.


Safira pun kini sudah sampai di lantai 4 tapi sebelum masuk ke kamar Safira masih mengintip - ngintip apakah ada orang asing itu. dan pada saat Safira mau membuka pintu kamar sebelah juga pintunya mau di buka dan di pikirannya pasti itu orang asing, dan pada saat Safira menoleh ternyata itu adalah wanita yang sedang mengandeng tangan anaknya. juga pada saat ia mengetahui bahwa itu bukan pria asing ia langsung cepat -cepat buka pintu dan langsung masuk.


" kini sudah aman, kini aku aman karena aku berada di dalam rumah" sahut Safira yang menghela nafas berat.


" tidak apa - apa, aku bisa tenang" sahut Safira yang memegang dadanya dan dengan napas yang ngos - ngosan.


" apa? induk semang ku ada di rumah" sahut Safira yang melihat - lihat keberadaan semang ku-nya.


dan saat Safira mau masuk ke kamarnya ada orang yang mengetuk pintu, ia pun dengan gesit langsung melihat dari Jendela kecil di pintunya. tapi ternyata itu adalah kurir pengantar paket.


" astaga, bagaimana jika ia tinggal di lantai yang sama denganku" sahut Safira yang langsung jatuh ke lantai.


" tidak mungkin, itu mustahil" sahut Safira yang menggelengkan kepalanya.


" aku mungkin tidak beruntung, tapi Indonesia ini sangat luas. bagaimana mungkin aku satu lantai?" sahut Safira yang terus menggerutu pada dirinya.


" aku harus bertanya kepadanya" sahut Safira yang tertuju pada sepatu hitam pekat itu.


" dia pasti mengenal tetangganya, tapi kenapa kakinya besar sekali" sahut Safira yang mengambil sepatu hitam itu.


" apa ukurannya 275 mm? apa dia pemain bola basket" sahut Safira yang heran karena wanita yang ia temui pada saat itu kakinya besar.


dan pada saat safira berpikir tiba - tiba saja ada orang yang datang, Safira yang melihat ada orang datang langsung saja ia bangun dan langsung meletakkan sepatunya dan langsung menunduk dengan tanda minta maaf.

__ADS_1


" halo, kamu di rumah ini rupanya" sahut Safira yang ramah dengan pemilik apartemen.


dan saat Safira menatap dari bawah sendal sampai ke kepalanya dan ternyata itu adalah pria asing ( pak Yudha) .


" kenapa kamu disini?" sahut Safira bertanya pada orang asing itu.


" itu yang seharusnya aku tanyakan padamu" sahut pak Yudha bertanya kembali ke Safira.


" aku hanya...ini ...ini kamar 401" sahut Safira yang menunjuk kamar apartemen ini.


" aku tinggal disini" sahut Safira yang menunjuk kamar yang ia tidur.


" tidak mungkin" sahut pak Yudha yang tadinya memegang kucing Kitty langsung kaget karena ia baru tahu kalau yang tinggal bersama ia itu adalah wanita yang menciumnya.


" mu.... mungkin aku salah masuk rumah" sahut Safira yang Terbata - bata dan juga takut.


" maafkan aku karena semua kamar terlihat sama " sahut Safira yang langsung membuka pintu dan langsung keluar.


" sampai jumpa" sahut Safira yang langsung mengambil plastik belanjanya.


pada saat Safira mau keluar dan jalan tiba - tiba ada yang menelponnya. dia adalah pemilik rumah apartemen itu.


udha, pemilik semang ku


" hallo" sahut Safira dengan suara pelan.


" hallo " sahut si penelepon.


sampai di sini dulu ya kawan - Kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa.


Jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini.


Jangan lupa follow


ig: aprihl.ll


tik tok: Aprianibasir


terimakasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2