MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 6


__ADS_3

" kamu tidak memakai b*h* lagi" sahut Masnun kepada Hafni.


"dadaku sesak, tidak bisa mencerna dengan baik jika memakainya" sahut Hafni kepada Masnun.


" tutupi dengan tasmu, itu kelihatan" sahut Masnun yang mengangkat tas Hafni untuk menutupi bagian dada Hafni.


" Masnun kamu benar - benar sudah putus dengan Maruf?" sahut Hafni yang mencari tahu.


" ya, kali ini beneran aku sudah putus dengan Maruf" sahut Masnun kepada Hafni.


" dia tidak menghubungiku tiga hari, berarti dia ingin putus" sahut Masnun kepada Hafni.


" kami sudah muak saling menempel terus dan terus terobsesi satu sama lain" sahut Masnun yang kesal dengan Maruf.


Hafni yang bosan pun membalikkan kepala Masnun dan melihat ke arah tepi jalan dan Di sana ada Maruf yang berdiri di depan halte. Masnun pun melihat Maruf langsung membulatkan matanya. Hafni langsung ke arah Maruf dan memberitahu dia kalau Masnun mau pergi ke diskotik.


" Maruf itu Masnun mau ke diskotik" sahut Hafni yang sudah jalan pulang lebih dulu.


Maruf yang mendengar ada yang memanggilnya langsung melihat ke arah Masnun dan mereka berdua saling bertatapan.


" dasar" sahut Masnun yang geram karena Hafni menyuruh Maruf ke diskotik bersama Masnun.


saat ini Safira sedang mencari hotel yang terdekat untuk ia tinggal. disana safira hanya melihat ke arah ponselnya yang mau ia booking hotel, tapi suara Ainun selalu menghantuinya karena papa akan mendapat Cucu laki - laki.


" hidungnya mancung sekali kan " sahut Ainun kepada Rafi yang masih menonton Vidio bayi yang ia kandung.


" bukankah dia cantik" sahut Ainun kepada papa. papa yang mendengar langsung tertawa terbahak - bahak.


ibunya Safira itu sangat menyayangi Safira ia tahu kalau Safira sedang sedih dan tidak makan dari siang jadi ibunya membawakan semangkuk kecil sayur sup. ibunya menaruh sup itu ke hadapan Safira, Safira langsung melihat ke arah ibunya.


" makanlah" sahut ibu yang sedang terbaring di kasur Safira.


" kenapa ibu membawakan Ku sup ini malam - malam " sahut Safira yang melihat semangkuk kecil yang berisi sup.


" setidaknya kamu harus makan karena hari ini ulang tahunmu" sahut ibu kepada Safira.


" benar hari ini hari ulang tahunku" sahut Safira.


Safira pun tersenyum lalu mengambil semangkuk sup itu dan memakannya dan sambil tersenyum.


" dia benar - benar cantik " sahut Ainun yang sedang melihat Vidio anaknya.

__ADS_1


" mengapa anak itu tertawa sangat kencang" sahut ibu yang terbaring di kasur milik Safira.


" aku menyuruhnya mendapatkan pekerjaan bukan putra" sahut ibu yang malas mendengar suara Ainun.


" kita tidak bisa berbuat apa - apa" sahut safira yang lelah.


" dia benar - benar menghamilinya, kita tidak bisa membatalkannya" sahut safira yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ibu pun bangun dan menyodorkan satu buah amplop ke meja Safira.


Safira pun melihat ke arah amplop itu, Safira pun bertanya kepada ibunya.


" apa ini ibu?" sahut Safira yang memengang satu buah amplop.


" kamu akan perlu uang deposit untuk menyewa satu buah kamar" sahut ibu yang melihat ke arah Safira.


" kamu tidak bisa tinggal dengan pengantin baru" sahut ibu kepada Safira.


" ibu" sahut Safira kepada ibunya.


" rahasiakan ini pada papa mu" sahut ibu yang menyuruh Safira untuk merahasiakan uang itu.


" dia akan marah sekali jika papa mu mengetahui kalau ibu ada tabungan rahasia" sahut ibu yang berlalu pergi meninggalkan Safira di dalam kamar sendirian.


" selama hidup 30 tahun dengan suami yang galak, dia selalu memihak ku.masalahnya adalah aku tidak tahu soal - soal dunia" sahut Safira yang membalikkan badannya dan mengambil amplop yang di berikan ibu tadi. akhirnya pagi pun menyapa, Safira pun bergegas dan pergi ke sebuah kantor.


kantor itu adalah ( bank) safira pun menemui loker pinjaman.


" maaf nona kami tidak bisa memberikan nona pinjaman" sahut penjaga bank yang bernama Azkia.


" kamu yakin " sahut Safira kepada Azkia.


" ya saat ini ada adalah pekerja lepas, dan pendapatan tahunan anda kurang dari 1 jutaan. Anda juga tidak mempunyai ansuransi pekerjaan, peringkat kredit ada di bawah peringat kelima. maafkan aku " sahut Azkia yang menjelaskan sambil tersenyum.


" tapi, ini drama cerita yang ku tulis. cukup populer tahun lalu" sahut Safira yang menyodorkan hpnya ke arah Azkia.


" meskipun ini acara pagi, sangat mudah menjamin siapa aku" sahut Safira kepada Azkia, Azkia yang mendengarnya hanya tertawa kecil.


" kamu bisa lihat namaku disini" sahut Safira yang menunjukkan namanya ke arah teleponnya.


" kamu tidak melihatnya? namaku Safira Mahmud, tunggu aku juga menulis ini" sahut Safira yang memperlihatkan fotonya dengan Rafi dan memengang 1 buah kertas di fotonya.


" aku sungguh minta maaf nona" sahut Azkia yang terlihat ramah.

__ADS_1


" begitu yaa, kurasa kamu belum menonton ya"sahut Safira kepada Azkia.


Safira pun keluar dari bank itu dan pergi ke sebuah toko ia pun masuk dan memberi salam.


" halo selamat pagi" sahut safira yang terlihat ramah.


" iya selamat pagi, silahkan masuk" sahut bapa yang sedang duduk melihat ke arah Safira.


" maaf aku sedang mencari sebuah apartemen" sahut Safira yang sudah masuk.


" berapa deposit yang bisa kamu berikan" sahut bapak yang bertanya kepada Safira.


" aku punya sebanyak ini, Safira menunjukkan 3 jarinya" sahut Safira kepada bapak.


" ahhh maksud mu 3 juta " sahut bapak kepada Safira.


" tidak juga" sahut Safira kepada bapak.


Safira dan dan bapak itu pun pergi ke suatu ruangan. bapak itu memberitahu kepada Safira kamu sangat beruntung. kalau bukan karna aku kamu tidak bisa tinggal di sini. Safira dan bapak itu keluar dari ruangan itu mereka pergi ke ruangan yang sangat jauh dan bapak itu berkata.


" ini adalah dapur memasak mu" sahut bapak yang sedang membuka pintu dapur.


di suatu ruangan, dan di ruangan itu sedang rapat dan membicarakan hal penting. ya pria baju putih panjang itu bernama ( pak Yudha) kepala kantornya sedang meminta usulan ke pak yudha dan ia berkata.


" batas waktu untuk pembaruan terbaru seminggu lagi, haruskah kita memeriksa pembaharuan utama? pak Yudha kamu akan membuat rencana untuk stabilisasi apakah sudah? " sahut pak kepala kantor yang bertanya kepada pak Yudha.


" belum, masih dalam masa pengerjaan" sahut pak Yudha yang datar.


semua karyawan yang sedang dalam pengetikan langsung menoleh ke arah pak Yudha.


" pak Yudha setidaknya kamu harus memberikan sedikit konsep pertama hari ini " sahut kepala kantor.


sampai disini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip.


Jangan lupa follow


Ig: aprhil.ll


tik tok : Aprianibasir


terimakasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2