
Safira yang sedang menelpon intan dalam perjalanannya menyuruh Safira untuk tidak membersihkan rumah dan mencuci baju, karena intan tahu kalau selama tiga bulan bekerja pasti Safira sangat membutuhkan istirahat.
" oh iya dan jangan kamu jawab telpon dari Masnun yaa" sahut intan kepada Safira.
" memangnya kenapa" sahut Safira dan ia ingin mencaritahu.
" mereka lagi bertengkar dan butuh waktu dua jam untuk berdamai " sahut intan yang menjelaskan kepada Safira.
" ohh kalau begitu baiklah " sahut Safira yang sedang ngos-ngosan akan gunung jalan menuju rumahnya.
dan akhirnya Safira pun sampai di rumahnya dan memberitahu intan kalau ia sudah sampai setelah itu Safira pun menutup telponnya dan mengangkat kopernya untuk di bawa ke kamarnya.
" intan sudah dulu yaa, aku sudah sampai di rumah" sahut Safira yang berdiri di depan pintunya dan menghilangkan sedikit kelelahannya.
" oke fira nanti kalau ada apa-apa telpon aku yaa" sahut intan yang segera menutup telponnya.
Safira pun sampai ke kamar dan menaruh kopernya dekat dengan lemari. Safira pun pergi ke kamar adiknya " Rafi" lalu memberitahu kalau ia sudah sampai.
" Rafi Kaka sudah pulang" sahut Safira yang mengetuk pintu.
saat menunggu adiknya keluar Safira membersihkan sampah plastik yang ada di meja makan. selesai mengangkat sampah plastik Safira melihat ada pakaian juga di lantai dan bukan itu saja ada juga " ****** ***** wanita" Safira pun kesal dan mengulang mengetuk pintu kamar Rafi.
" Rafi Kaka sudah pulang" sahut Safira yang mau masuk memengang ganggang Pintu kamar Rafi tapi ada telpon dari masnun.
Safira pun mengangkat telpon dan pergi ke belakang untuk menjemur pakaian yang sudah di cuci.
" iya halo ini aku, Masnun ada apa" sahut Safira yang menggangkat pakaian jemuran untuk keluar dan di jemur.
" sejujurnya, sudah tujuh tahun dia tidak berani mulai percakapan denganku dahulu dia terlihat seperti beruang dan aku yang mengubahnya menjadi manusia lalu sekarang dia ingin tinggal dengan neneknya " sahut Masnun yang masih menjelaskan .
" ehhh itu berlebihan " sahut Safira yang sedang menjemur pakaian.
" Safira kamu pasti sedang tertawa kan, aku mendengarnya " sahut Masnun kepada Safira
" tidak Masnun " sahut Safira yang sedang memengang " bh" .
wanita yang berwarna hitam Safira membolak-balikkan benda itu.
" aku tidak tertawa" sahut Safira yang sedang berpikir.
disisi lain Masnun sedang di panggil bosnya untuk menghadap ke ruangan.
" Safira nanti dulu ya aku cerita lebih detail bos ku sedang panggil" Masnun yang segera menutup telponnya.
" oke Masnun" sahut Safira yang mengangkat hpnya dan mematikan telponnya.
__ADS_1
" Masnun, waktu panggilan panggilan 45.54 menit, bicara detailnya nanti" sahut Safira yang kembali meletakkan hpnya ke saku celananya.
" apakah aku punya bh seperti ini, ini juga buka ukuran ku "sahut Safira yang memanggil Rafi dan kembali meletakkan bh itu ke jemuran.
" rafi, aku tadi pulang tidak mendengar dia salam " sahut Safira yang kesal kepada Rafi.
Safira pun berlari kecil dan ke kamar Rafi dan berkata " bagaimana bisa dia mendengar musik dengan keadaan rumah seperti ini" sahut Safira yang marah.
" sudah Kaka bilang Cuci handuk dan pakaian dalammu, kamu bermain game lagi" sahut Safira yang langsung membuka pintu kamar Rafi dan tanpa mengetuk.
disana Safira melihat adiknya sedang bermesraan dengan seorang wanita, wanita itu yang melihat ada orang di pintu langsung memberikan kode supaya Rafi melihatnya.
pada saat Rafi melihatnya sudah ada Safira di pintu Rafi pun berkata.
" ahh ka Safira" sahut Rafi yang segera melihat ke pintu.
" ahhh mataku" sahut Safira lalu keluar dan menutup kedua tangannya.
" tidak, Kaka tunggu di situ" sahut Rafi yang sedang memakai pakaian.
Safira pun berlari keluar rumah dan sampai ke jalanan. Rafi yang ikut berlari memanggil kakaknya.
" ka Safira tunggu**" sahut Rafi yang berlari mengejar Safira.
" jangan mengikuti aku" sahut Safira.
" tunggu Kaka aku bisa jelasin" sahut Rafi yang mengejar dari belakang.
" tunggu sebentar ka Safira aku bisa jelasin" sahut Rafi.
" pergilah" sahut Safira yang melihat Rafi sudah berada di belakangnya.
Safira yang tidak melihat ke depan langsung terjatuh.
Rafi pun mendekati Safira dan mencoba membangunkannya.
" Kaka tidak apa - apa, astaga Kaka terluka dan pergelangan Kaka terkilir" sahut Rafi yang mulai perhatian dengan ka Safira.
" Kaka tidak apa - apa" sahut Safira yang mencoba berdiri.
" Kaka Ingin sendiri sekarang, kamu bisa melanjutkan kegiatan yang tadi" sahut Safira yang menunjuk tangannya ke arah belakang.
" kegiatan apa" sahut Rafi yang memulai menjelaskan kepada Safira.
" ayo pulang Kaka harus menyapanya" sahut Rafi yang ikut duduk dengan kakaknya.
__ADS_1
Safira yang mendengar Rafi suruh ia untuk menyapanya langsung marah dan membalasnya.
" apa menyapa wanita yang tadi, yang t***g itu**" sahut Safira yang segera bangun.
" tidak" sahut Safira yang sudah bangun dan berdiri.
" tidak usah, ohh hampir lupa Kaka harus menemui seseorang" sahut Safira kepada Rafi.
" astaga, ingatkan Kaka buruk sekali" sahut Safira.
" Kaka akan pulang malam ini, katakan saja dia bisa bersantai sebelum pulang" sahut Safira yang memicingkan matanya.
" baiklah aku pergi" sahut Safira yang mau melangkahkan kakinya.
tapi di tahan sama rafi " ayolah, dia tidak akan kemana - mana dia akan tinggal di rumah***" sahut Rafi kepada Safira.
Safira yang mendengar jawaban dari Rafi pun bertanya.
" kenapa" sahut Safira yang mulai bingung.
" di.... dia istriku" sahut Rafi yang langsung menundukkan kepalanya.
" sejak kapan" sahut Safira yang mulai maju.
" su.... sudah 4 bulan yang lalu, dan Kaka akan menjadi bibi " sahut Rafi yang terbata - bata.
" Kaka akan menjadi bibi, dia sedang mengandung" sahut Rafi kepada Safira.
Safira pun mengatakan " tidak ada yang menyadari kalau aku hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke - 30" sahut Safira yang bisa mengatakan dalam hatinya.
dan berdua pun sampai ke rumah, dan langsung makan malam bersama. disana sudah ada papa, Safira, Rafi dan istrinya ( Ainun). ibu yang menyiapkan makanan, Ainun pun mengambil ikan yang sudah di goreng dan di berikan ke papa.
" pasti sangat sulit mengemudi disini ayah" sahut Ainun yang mulai mencari perhatian.
Safira yang melihatnya langsung berkata " ayah" sahut Safira langsung memicingkan matanya ke arah Ainun.
" sama sekali tidak, kamu tidak lelah sayang" sahut papa yang menaruh kembali ikan goreng dan menaruhnya Kembali ke meja.
***sampai disini dulu ya kawan - kawan dan jangan lupa beri komentar yang positif dan mendukung dan jangan lupa like dan beri tip yaaaa.
jangan lupa follow
Ig: aprihl: ll
tik tok: Aprianibasir***
__ADS_1