MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 41


__ADS_3

" sebentar" sahut ibu Afika yang menyuruh kedua pria itu agar tetap diam.


" safira, kita semua ini bersama karena berharga, jadi kami berusaha untuk tidak merusak kerja sama tim kita" sahut ibu Afika yang perlahan menjelaskan pada safira.


" kalian berusaha? kalian bilang ini berusaha?" sahut safira yang masih marah akan perbuatannya pak Latif.


" rasanya seperti seolah - olah aku di lempari batu dan berdarah, berusaha adalah mengendong rumah sakit pada situasi itu" sahut safira yang mengeluarkan semua penyesalan - penyesalannya.


" kalian justru memaksaku untuk terus berjalan, mengatakan aku baik - baik saja dan darahku tidak sebanyak itu" sahut safira yang tidak mau melihat ketiga temanya itu.


" kalian malah membawaku ke sini, ini berusaha. aku kehilangan banyak darah dan kesakitan sampai mati" sahut safira dengan nada marah.


" safira " sahut pak Tomi dengan nada berat.


" pikir mu kamu di anggota klub di universitas, jika mengeluhkan hal kecil seperti ini. kamu tidak akan bisa membuat drama apapun, yang terpenting dalam drama adalah kerja sama tim. itu juga terhubung dengan masa lalu dan masa depanmu, dan tanpa kami bertiga naskah mu tidak akan berhasil" sahut pak Tomi yang menunjuk pada safira.


safira yang mendengar perkataan dari pak Tomi hampir saja ia menangis tapi ia menahannya.


" iya aku tahu, jadi aku tidak menulis naskah lagi" sahut safira yang hanya tertunduk dan masih ada rasa marah pada pak Latif.


" aku berhenti, jadi jangan pernah menghubungi ku lagi " sahut safira yang langsung pergi .


" safira" sahut ibu Afika yang memanggil safira.


" bagus" sahut safira yang memegang dadanya agar menahan tangisnya.


" kamu melakukannya dengan baik, safira. dan kamu juga tidak boleh menangis" sahut safira yang menyemangati diri agar semangat.


" bagus" sahut safira yang sudah mulai tersedu - sedu.


kini safira sedang berada di tempat sahabatnya Masnun dan juga Hafni.


" hei, ini ayo minum lagi" sahut Hafni yang memberikan minuman pada safira.


" apa?" sahut safira yang kaget karena sudah banyak minum.


" saya sudah minum lima gelas" sahut safira yang sudah mulai pusing.


" apa maksudmu sudah?" sahut Hafni dengan nada berat karena pengaruh minuman.


" belum, kamu harus minum semalaman di hari berhenti kerja" sahut Hafni yang tanpa melihat safira di depannya Karena pengaruh banyak minum minuman.

__ADS_1


" iya benar, kamu hanya perlu terus minum dan muntah di malam ini " sahut Masnun yang mengambil minuman yang di berikan Hafni ke safira.


" dan kamu akan mengurus sisanya" sahut Masnun yang tersenyum pada safira.


" kalian mengerikan, kalian bilang kalian akan menghibur ku" sahut safira yang menoleh pada kedua sahabatnya.


" benar sekali, ini dia minuman penghibur " sahut Masnun yang mengangkat gelas minumannya.


" mari bersulang" sahut Masnun dan Hafni yang berteriak dan bersulang.


" aku tidak bisa minum lagi" sahut safira yang merasa asam karena banyak minum.


" perutku bisa meledak" sahut safira pada kedua sahabatnya.


" kalau begitu, bagaimana jika kita pergi sekarang karena sudah siap?" sahut Hafni yang sudah bangun dari duduknya.


" ke mana?" sahut safira yang mengangkat kepalanya ke arah Hafni dan bertanya.


" tentu saja ke bar karoke " sahut Masnun yang tampak bahagia hari ini.


" tidak..... tidak ... sungguh" sahut Safira pada Hafni karena Hafni mau mengendong safira untuk bangun.


" aku akan muntah jika pergi sekarang " sahut safira pada kedua sahabatnya yang kini mau mengakat safira untuk bangun.


" aku tahu tidak akan , ayo pergi " sahut Masnun yang kini sudah bisa membangunkan safira dari duduknya.


" ku mohon " sahut safira yang mulai lemas.


" ayo " sahut Hafni dan Masnun yang bahagia dan Langsung lompat - lompatan.


kini mereka bertiga pun sampai ke bar karoke, mereka menyanyi bersama sambil joget - joget.


" masnun dan Hafni selalu seperti ini, saat melewati masa sulit seperti ini . mereka tidak pernah menanyakan apa yang terjadi, atau kenapa itu bisa terjadi. dan mereka berdua tidak sama seperti orang lain, mereka mengobrol dan tertawa seperti biasanya. jika di pikirkan, itu hiburan yang terbaik yang bisa aku dapatkan" sahut safira pada batinnya.


" apa?" sahut Hafni pada si penelepon.


" jadi kita akan menemui mereka besok?" sahut Hafni yang bertanya pada si penelepon.


" kenapa kamu tidak mengurus masalah ini dengan baik?" sahut Hafni yang memarahi si penelepon.


" baik aku akan periksa sekarang " sahut Hafni yang menutup telponnya.

__ADS_1


" kamu harus pergi ?" sahut Safira yang bertanya pada Hafni apakah ia mau pergi atau tidak.


" ini terkait klien penting kami, dan segalanya bisa kacau" sahut Hafni pada safira dan yang pastinya Hafni akan pergi ke kantornya.


" karena itu, aku ini mematikan telepon ku dengan cepat" sahut Hafni yang memperlihatkan nama penelpon pada safira.


" tidak..... tidak ..... tidak apa - apa ayo cepat pergi" sahut safira yang menyuruh Hafni agar cepat pergi ke kantornya.


" maaf" sahut Hafni yang mengangkat telponnya.


" iya halo pak, astaga maafkan aku " sahut Hafni pada bos kerjanya.


" ku pikir ia akan meminum sepanjang malam" sahut safira yang mengelus - Elus kepala Masnun.


dan pada safira mengelus - Elus kepala masnun tiba - tiba telepon Masnun berbunyi..


" sayang" sahut nama si penelepon yang menelpon Masnun.


" oh iya halo Maruf " sahut safira yang menerima teleponnya.


" oh astaga kenapa di Berat sekali " sahut Maruf pada safira yang kini Masnun sudah di gendong oleh Maruf untuk pulang dan tak lupa juga safira pun ikut pulang.


" kamu berhenti bekerja, lalu kenapa di senang sekali?" sahut Maruf yang bertanya pada safira.


" benar, dia juga tidak padai minum" sahut Maruf yang mempererat gendongannya agar Masnun tidak terjatuh.


" bagaimana kamu akan pulang ini sudah terlalu larut malam " sahut Maruf yang kini menanyakan bagaimana caranya safira bisa pulang.


" kalau begitu mari menginap lah di rumah kami" sahut Maruf yang menyuruh safira agar menginap di rumahnya mereka.


" ya ampun, jangan lupa umur kita sudah mencapai 30 bukan 20 tahun lagi " sahut safira yang tidak merepotkan Masnun dan juga Maruf.


" itu ada taksi " sahut safira yang sudah menemukan taksi untuk mengantar Masnun dan juga Maruf pulang.


" terima kasih" sahut Maruf pada safira.


" terima kasih" sahut Maruf yang kini sudah berada dalam taksi dan Langsung melambaikan tangannya agar bisa pergi.


safira yang mendapat lambaian tangan dari Maruf yang memberi balasan dengan lambaian tangannya juga.


" tapi mereka semua, punya tempat untuk kembali" sahut safira yang tersenyum karena merasa ia harus pulang ke mana, saat ini.

__ADS_1


sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.


terimakasih ❤️


__ADS_2