
Maruf yang masuk ke dalam rumah langsung melihat masnun. dan matanya langsung tertuju pada 3 kaleng minuman serta beberapa makanan dalam 1 plastik hitam dan putih.
Maruf pun langsung membuka jaketnya, dan ikut tidur bersama Masnun di atas kasur.
tapi pada saat Maruf mau tidur ia memegang bahu Masnun dan mendekat ke arah Masnun dan berkata.
" apa kamu sudah tidur masnun?" sahut Maruf yang bertanya pada masnun.
melihat Masnun tidak ada balasan langsung saja Maruf berkata.
" maafkan aku" sahut Maruf yang meminta maaf pada masnun.
Masnun yang tadinya berpura - pura tidur langsung membuka matanya tanpa di ketahui Maruf.
" aku tahu aku belum bisa menjadi pacar yang baik untuk mu, seharusnya aku lebih memahami mu " sahut Maruf yang mengelus - Elus bahunya Masnun, dan belum saja Maruf selesai mengatakannya Masnun langsung membalikkan badannya dan menghadap ke arah Maruf.
" apa maksudmu?" sahut Masnun yang memberikan wajah yang cemberut.
" maaf aku sudah membuat mu menunggu begitu lama, kini aku sudah tahu keinginan mu. maka akan aku wujudkan" sahut Maruf yang mau mewujudkan keinginan Masnun.
" kamu sekarang ini pasti frustasi, jangan menangis" sahut Maruf yang mengelap air matanya Masnun yang mau menetes.
dan kini Masnun badannya bukan mengahadap ke langit - langit rumah, tapi ia menghadap ke bidang dada Maruf.
" kemarilah" sahut Maruf yang mau memeluk tubuhnya Masnun.
" pergilah, bodoh!" sahut Masnun yang sedikit tersedu - sedu karna air matanya mulai turun, dan ia pun langsung menahan dadanya Maruf agar tidak memeluknya.
" dia sudah membeli sofa yang terakhir" sahut Masnun yang merah hanya karena sofa pink yang telah di beli kawan kerjanya.
" tolong maafkan aku, tolong maafkan aku" sahut Maruf yang mulai mendekat ke arah Masnun, dan hampir saja Maruf mau mencium masnun tapi Masnun langsung memukulnya.
" tolong maafkan aku" sahut Maruf yang langsung memberikan satu kecupan manis di pipinya.
dan seketika pipinya Masnun merona, dan sedikit kemerah - merahan Masnun juga langsung tersenyum.
" iya " sahut Masnun yang tersenyum dan ikut memeluk tubuhnya Maruf, mereka berdua pun saling berciuman .
dan di pagi hari yang cerah ini pak Yudha sudah bersih dan rapi karna sebentar lagi ia pergi ke kantor, tapi sebelum pergi ke kantor ia menyempatkan dirinya untuk meminum segelas air putih.
__ADS_1
" apa kamu akan berangkat sekarang?" sahut safira yang baru keluar dari kamarnya dan langsung bertanya pada pak Yudha yang sudah berada di dapur .
" iya " sahut pak Yudha yang menoleh ke arah safira di belakangnya.
" ini uang jumlah yang ku keluarkan untuk hadiah orang tua mu kemarin" sahut pak Yudha yang memberikan satu amplop putih pada safira.
" ku rasa sebaiknya kita bagi pembayarannya" sahut pak Yudha yang menoleh pada safira.
" tidak usah di pikirkan, biar aku saja yang membayarnya" sahut safira yang tidak mau uang di amplop putih.
" ku rasa kamu juga sudah repot soal kemarin" sahut safira yang memberikan kembali amplop putih itu pada pak Yudha.
pak Yudha yang melihat safira memberikan amplop itu padanya hanya dengan tatapan datar.
" a... apa lutut mu masih sakit?" sahut safira yang ragu - ragu bertanya pada pak Yudha.
" menurut ku " sahut pak Yudha yang sedikit menjeda perkataannya.
" kamu cukup bijaksana kemarin" sahut pak Yudha yang menyukai gerak - gerik safira kemarin.
safira yang mendengarnya hanya bisa tersenyum bangga akan kejadian kemarin.
" aku senang kamu berpikir begitu" sahut safira yang sedikit menunduk dan tersenyum.
" aku tahu dan ku rasa aku harus memberi tahu orang tua ku juga" sahut pak Yudha yang mau memberi tahu orang tuanya atas pernikahannya.
" a... apa..... apa hari ini?" sahut safira yang kaget dan langsung membulatkan matanya .
" iya, keluarga ku juga sangat menjunjung kedudukan pria. tapi rasanya seperti punya dua bos dan satunya menjadi assiten" sahut pak Yudha yang menjelaskan pada safira.
" apa ibu mu yang menjadi asisten?" sahut safira yang bertanya pada pak Yudha.
" iya karena itu aku memberi tahu ibuku lebih dulu" sahut pak Yudha yang sudah memberitahu pada ibunya soalnya pernikahannya dengan safira.
" begitu yaaa" sahut safira yang mengerti perkataannya pak Yudha.
" oh iya, apa bisa aku berswafoto dengan ku?" sahut pak Yudha yang mengambil hpnya lalu menyuruh safira untuk berfoto dengannya.
( swafoto adalah potret diri yang diambil sendiri dengan menggunakan kamera ponsel atau kamera digital, biasanya untuk diunggah ke media sosial).
__ADS_1
" kenapa apa kamu memerlukannya?" sahut safira yang bertanya pada pak Yudha apakah ia memerlukan swafoto.
" itu lebih meyakinkan dari pada hanya mengirim pesan" sahut pak Yudha yang menjelaskan pada safira.
" ohh , aku mengerti" sahut safira yang mengetahuinya.
setelah mengatakannya safira pun langsung merapikan rambutnya agar rapi pada saat foto.
pak Yudha pun langsung berdiri di sampingnya safira lalu memotret foto mereka berdua.
" kita harus mengambilnya ulang" sahut pak Yudha yang menoleh ke arah safira, lalu safira pun menjawabnya dengan anggukan.
" iya" sahut safira yang merapikan poninya yang tadinya tertiup angin.
" bagaimana jika kita putar ponselnya seperti ini" sahut safira yang memiringkan hpnya pak Yudha agar bisa mengambil foto yang bagus.
" maaf aku tidak bisa menekan tombolnya" sahut pak Yudha yang mengikuti gayanya safira yaitu piss ✌️.
" oh kamu bisa menggunakan tangan kiri mu untuk menekan tombolnya" sahut safira yang menyuruh pak yudha agar menekan tombol dengan tangan kirinya.
setelah berswafoto pak Yudha pun langsung pamit dan pergi ke kantornya.
tapi saat memulai pekerjaannya ia teringat akan foto tadi jadi, ia pun langsung membuka benda pipih di saku jasnya.
" aku akan menikahi wanita ini" sahut pak Yudha yang mengirim pesan pada ibunya .
dan saat mau pergi ke ruangan meeting ia melihat pak Yudha hanya menunduk melihat hpnya yang ia sudah taruh di meja kerjanya.
" apa kamu sudah makan siang?" sahut Tika yang bertanya pada pak Yudha.
" setelah aku mendapatkan telepon" sahut pak Yudha yang menunjuk ke arah hpnya, Tika pun mengikuti pak Yudha yang melihat hpnya pak Yudha.
Sampai di sini dulu ya kawan- kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa.
jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini.
terimakasih ❤️
selamat membaca ☺️
__ADS_1