
cerita yang Safira buat itu sudah dibuat menjadi bentuk film. orang-orang yang menontonnya pun ikut tertawa dan ada juga yang merasa heran.
Safira yang tadinya sedang memandangi keluar jendela, ia yang merasa kalau istirahatnya sudah cukup ia pun langsung duduk, dan langsung dan membaca data-data yang ada di bukunya. ia yang berpikir kalau pekerjaannya hanya bisa mengumpulkan data saja, ia pun mencoret data-data yang sudah ian
kita lanjut ke cerita film Safira
Oscar yang tadinya minum minuman langsung keluar lalu pergi ke rumah gurunya. Oscar yang baru mau ketuk pintu, tiba-tiba orang dari dalam sudah membuka pintunya lebih dulu. ya orang yang membuka pintunya adalah gurunya. Oscar yang langsung masuk tanpa gurunya mempersilahkan Oscar masuk.
" guru saya ke sini ada perlu penting" sahut Oscar dengan muka datar.
gurunya sudah tau kalau Oscar sudah menghamili seorang wanita karir. tanpa aba-aba gurunya langsung menampar Oscar dengan keras. film ini sampai ke rumah sakit juga, pasien-pasien yang menontonnya sampai kaget karena gurunya menampar Oscar dengan keras.
pasien di dalam ruangan itu sontak bilang
" astaga" sahut pasien di dalam ruangan tersebut.
gurunya pun bilang " buat apa kamu disini, keluar cepat" sahut guru Oscar bernama Adit.
" baiklah aku akan keluar, anda akan menyesali semua ini " sahut oscar langsung keluar dari rumah itu.
pak Adit yang melihat Oscar menuju pintu langsung membalikkan badannya lalu malihat Oscar menuju pintu masuk.oscar yang sudah di luar pintu langsung berlari dan berteriak di jalanan dengan suara yang keras. mungkin dengan berteriak, masalah yang dihadapi oleh Oscar akan hilang secara perlahan.
pasien sedang terapi jalan sambil menonton film pun langsung duduk kembali ke kursi rodanya, karena kaget dengan teriakan Oscar.
Safira yang melihat data-data yang di kertas pun mencoret lalu berkata " ia harus membuat aktor utamanya memakai Hoverboard bukan berlari" sahut Safira yang sedang meneliti kembali tulisannya.
Safira pun berteriak lalu membuang kertas-kertas, kertas - kertas itu bukan jatuh ke bawah tapi kertas itu melayang ke atas lalu ia berkata " TIDAK, aku akan bebas " sahut Safira lalu merenggangkan kedua tangannya.
lalu di sisi lain sekarang ini Safira sebagai seorang penulis terkenal yang tinggal di sebuah hotel. disana seorang wanita sedang menelpon tentang iklan pada film.
" bukan salah saya kalo iklannya banyakan" sahut nyonya yang berdiri sambil telpon lalu memandangi luar jendela.
nyonya itu memarahi si penelepon dan nyonya juga langsung mematikan telponnya tanpa berbicara lagi. ia yang sedang marah langsung duduk di kursi miliknya dan berfikir.
__ADS_1
Safira yang merasa sudah bebas karena masa kontraknya sudah habis selama 3 untuk menulis pun bergegas untuk merapikan pakaiannya lalu memasukkan ke dalam koper lalu memberitahu nyonya bahwa ia ingin berlibur. kamar Safira yang tak jauh dari ruangan nyonya atau bos dari Safira ini bernama "nur" ia pun melangkah kakinya menuju ke ruangan bosnya lalu meminta cuti.
Safira yang mau mengetuk pintu tetapi karena sudah terbuka pun ia hanya mendengar kalau bosnya sedang marah, lalu ia mengintip dari pintu. dan tak lama Safira mengintip bosnya sudah menutup telponnya dan Safira pun memberanikan diri untuk masuk lalu ia berkata.
" Bu" sahut Safira dengan suara perlahan.
dan Safira pun mendekati bosnya.
" aku sudah membuah Carita lalu mengunggahnya, lalu menggunakan minuman lalu riansan dan lain- lain" sahut Safira yang memberitahu bosnya.
tetapi bosnya langsung menghentikan perkataannya dengan tangannya dan langsung ia bilang.
" saya harus menghapus ini" sahut ibu nur langsung melihat ke arah komputernya.
Safira pun melanjutkan perkataannya.
"ibu saya permisi dulu mau keluar" sahut Safira yang meminta ijin kepada ibu nur.
" baiklah kemana, kamu mau pulang " sahut ibu nur yang sedang sibuk mengetik.
Safira membalasnya dengan anggukan.tak beberapa lama ibu nur pun menyadari kalau Safira mau keluar, lalu ia pun berkata.
"terima kasih kamu sudah bekerja keras, apakah kamu sudah bekerja selama sebulan?" sahut ibu nur yang bertanya kepada Safira.
Safira yang diberi pertanyaan pun menjawab
" tidak ibu saya sudah bekerja selama tiga bulan" sahut Safira yang menjawab pertanyaan ibu nur.
ibu nur pun bertanya lagi " sudah selama itu, apakah kamu tinggal dekat dengan Banjarsari?" sahut ibu nur yang bertanya lagi.
Safira hanya membalasnya dengan berkata "ia" sahut Safira dan senyuman kecil di pipinya.
" kamu bilang kamu tinggal dengan Kaka perempuanmu kan " sahut ibu nur yang bertanya lagi.
__ADS_1
" tidak saya tinggal dengan adik laki-laki saya" sahut Safira yang membenarkan perkataan ibu nur.
" oo, siapa dia kamu boleh pergi" sahut ibu nur yang langsung mengambil satu bungkus permen buah di toples.
Safira yang mendengar kalau bosnya setuju kalau ia pulang kerumahnya lalu ia berkata.
" sampai jumpa di episode terakhir film buk" sahut Safira lalu menyalimi punggung tangan ibu nur.
lalu ia keluar dari ruangan itu dan menuruni anak tangga. setelah sampai ke pintu keluar Safira pun langsung menelpon adik laki-lakinya dan pada saat Safira menelpon matahari sudah mulai naik ke atas ubun-ubun. ia pun menghirup udara yang segar karena pada saat itu cuacanya sangatlah bagus. lalu Safira pun melihat ke arah matahari dengan ditutup dengan tangan.tak lama adik laki-lakinya pun menjawab telepon Safira ia pun berkata.
" halo ini aku" sahut Safira yang sedang menyebrang zebra cross.
" kamu dimana?" sahut adiknya menanyakan keberadaan kakaknya
" aku sedang dalam perjalanan pulang" sahut Safira yang sudah sampai di cabang rumahnya.
"ohh, ini sudah tiga bulan" sahut Safira yang kelelahan.
" kalau sudah sampai rumah aku harus mandi air panas lalu masuk kedalam selimutku dan tidur seperti mayat" sahut Safira kepada adiknya, ya adiknya itu bernama "Rafi".
kini Safira menanyakan keadaan adiknya, "kamu sedang apa Rafi, kalau kau tidak datang setidaknya menjemputku lah rafi" sahut Safira yang sedang kecapean berjalan.
" aii jangan terlalu berharap" sahut Rafi kepada Safira.
" aku akan bersyukur kalau kamu yang datang menjemputku, pokoknya kalau aku sudah sampai rumah aku langsung tidur" sahut Safira yang mau menuju ke depan pintu rumahnya.
***sampai disini dulu ya besok baru aku up lagi soalnya aku banyak kerja sekolah yang harus aku lakukan, eiits jangan sedih kalau aku tidak up pasti aku up siang atau malam . dan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan beri tip dan like.
jangan lupa follow
Ig:aprihl.ll
tik tok: Aprianibasir***
__ADS_1