MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 30


__ADS_3

" ini hanya membuang waktu " sahut pak Yudha yang menutup matanya dan pada saat menutup matanya kucingnya Kitty sedang mendorong mangkuk makanannya yang kosong.


" oh astaga aku hampir lupa" sahut pak Yudha yang langsung mengambil sekotak makanan kucing untuk Kitty.


" maaf " sahut pak Yudha yang duduk di sampai kucing Kitty


" aku begitu sibuk sampai lupa memberi mu makan " sahut pak Yudha yang mengelus - Elus bulunya Kitty.


" yang kita butuhkan bukan pernikahan " sahut pak Yudha yang memandang ke kamar safira.


kini malam pun tiba, waktunya para makhluk hidup yang ada di bumi mengistirahatkan tubuh untuk tidur.


" kamu di mana safira" sahut notifikasi pesan masuk ke hp safira.


" minta maaflah kepada ibu Afika, kamu benar - benar harus menghentikan naskah kita saat ini" sahut pak Tomi ( ya pesan itu dari pak Tomi yang menyuruh safira untuk meminta maaf ke ibu Afika) ke safira.


" apa kamu mau karir mu di industri ini berakhir ?" sahut pesan dari pak Tomi, belum saja safira membaca ia langsung menaruh hpnya di meja .


dan pada saat safira mau menutup matanya tiba - tiba ada seseorang yang tanpa mengetuk pintu dan langsung masuk.


" siapa itu?" sahut safira yang langsung bangun dan terkejut akan orang yang masuk.


" apa? kamu tidak boleh masuk ke sini" sahut safira ketakutan karena ada orang yang masuk di rumahnya tengah malam.


" aku..." sahut pria itu yang mendekat ke arah safira dan duduk di sampingnya.


" aku bahkan tidak boleh datang untuk menemui mu" sahut pak Latif ( yaa orang itu adalah pak Latif yang meminum - minuman yang beralkohol) ke safira.


" lagi pula aku yang memberi tahu mu tempat ini" sahut pak Latif yang langsung duduk di samping safira.


" nona safira" sahut pak Latif dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan memhela napas berat.


" ada apa dengan mu?" sahut pak Latif yang menoleh ke arah safira.


" aku mengusahakan semua ini untuk mu lalu, kenapa kamu melakukan ini padaku?" sahut pak Latif yang meminta imbalan atas kerjanya .


" Aku..... aku juga mencoba hal yang sama seperti mu" sahut safira yang menjelaskan ke pak Latif.

__ADS_1


" tapi ini bukan cerita yang kita mau" sahut safira yang menunjukkan wajahnya yang tidak suka dengan naskah baru.


" tidak semua orang melakukan kehendak awal mereka" sahut pak Latif yang mulai mendekat ke arah safira, dan safira yang bau aroma dari alkohol itu menyengat ia pun langsung menggeser sedikit agar tidak mencium aroma tidak sedap di mulut pak Latif.


" hanya saja, orang - orang yang sukses yang melakukan semua kehendak mereka " sahut pak Latif yang sulit mencari alasan lain.


" orang seperti kita yang harus apa yang kita minta" sahut pak Latif yang memegang bahu safira dengan kedua tangannya.


" baik...baik saya mengerti" sahut safira yang berusaha melepaskan tangannya pak Latif dari bahunya.


" jadi, mari kita bicarakan besok saat kamu sudah sadar" sahut safira yang mengeraskan suaranya agar pak Latif mendengar perkataannya.


" ke....kenapa kamu melakukan ini?" sahut safira yang bertanya pada pak Latif.


" nona safira, kenapa kamu tidak pernah menyukai ku?" sahut pak Latif yang terus memegang bahunya safira dan bertanya.


" jangan lakukan ini" sahut safira yang memegang tangan pak Latif agar lepas tapi tidak bisa.


" hentikan, jangan lakukan ini" sahut safira yang kini pak Latif sudah mendorong safira yang dalam keadaan tidur.


" kamu lagi mabuk, mari bicarakan besok" sahut safira yang menyuruh pak Latif untuk pulang.


" jangan lakukan ini, Tunggu ku mohon " sahut safira yang mengeluarkan semua tenaganya untuk mendorong pak Latif dari dekapannya.


" aku bilang hentikan" sahut safira yang mendorong pak Latif sampai jatuh ke lantai.


" hei, kamu....kamu" sahut safira yang berbicara terbata - bata karena ia masih menghirup udara segar.


" kamu tahu kenapa kamu begitu bodoh seperti ini" sahur safira yang geram dengan tingkah pak Latif padanya.


" bukannya karena kamu yang membuatku bingung selama tiga tahun, bukan karena kamu membodohi ku" sahut safira yang mulai marah dengan pak Latif akan kebodohannya.


" bukan karena kamu merayuku saat punya pacar" sahut safira yang menagis dan membuang napas berat.


" ini adalah satu - satunya tempat yang aku bisa tidur malam ini" sahut safira yang menunjuk ke kamarnya.


" kamu baru saja mau membuatku mati di tempat ini" sahut safira yang mengingat kembali kejadian tadi.

__ADS_1


" aku sungguh ingin tidur ! dasar bodoh" sahut safira yang mulai tersedu - sedu.


safira mendorong pak Latif keluar dan juga ia keluar karena mau menghirup udara yang segar di malam hari.


dan pada saat yang sama safira masih dalam keadaan menangis dan hanya bisa ingat nama Hafni dalam pikirannya.


" Hafni" sahut safira yang yang mulai menelpon Hafni.


dan pada saat safira mau menelpon Hafni niatnya langsung terbengkalai karena melihat rumah kuno di depan mata.


" ada sifat yang tidak ingin kita tunjukkan kepada orang lain, dan tidak peduli sedekat apa kita dengan mereka " sahut safira yang menagis pada saat safira melihat kaca di depan matanya.


ia pun berjalan tanpa mengetahui arah tujuannya tapi tiba - tiba saja kakinya melangkah ke arah rumahnya, ia yang sedari tadi menangis tanpa melihat arah jalan dan pada berhenti tibalah ia di Depan rumahnya.


ia pun beranikan diri untuk masuk ke rumahnya.


" aku tidak akan membiarkan mu tidur malam ini" sahut ayahnya safira yang sedang berbicara pada Rafi di dalam rumah.


safira yang mau mengetuk pintu tapi ketika mendengar perkataan ayahnya dari luar, ia pun langsung membalikkan badannya dan pergi.


" kadang, keluarga kita adalah orang yang paling tidak dekat dengan kita " sahut batin safira.


" saat ku putuskan untuk mengejar mimpi ku" sahut safira yang menuruni anak tangga untuk melewati jembatan.


" ku pikir hidup ku ini akan seperti berjalan melewati terowongan gelap" sahut safira yang tidak tahu arah tujuannya.


" tapi aku tidak menyangka dan aku juga tidak menyangka akan sesepi ini" sahut safira yang mulai menangis.


" seberapa jauh, seberapa jauh lagi aku harus pergi? " sahut safira yang berteriak di dalam terowongan dengan nada menangis.


" aku harus bagaimana?" sahut safira yang terjatuh dan menangis akan kehidupannya.


" kenapa kamu harus kemari?" sahut safira yang memandang apartemen pak Yudha.


sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.


terimakasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2