
" aku tahu kita saling mengenal selama tiga selama tiga tahun" sahut Latif ke Safira, dan diberi anggukan oleh safira.
" hei" sahut Latif yang melemas.
" ada yang ingin ku katakan pada mu" sahut Latif yang meraba bibirnya.
" permisi" sahut pak Yudha yang tiba - tiba datang di sela pembicaraan Safira dan Latif.
" aku mau lewat" sahut pak Yudha yang sopan.
" begitu yaa, silahkan" sahut Safira dan Latif.
" aku akan berjalan - jalan" sahut Safira yang mulai gagap dan gagal fokus.
" oh oke" sahut Latif yang mengerti perasaan Safira.
" cepat lah kembali" sahut Latif yang melihat punggung kecil safira.
Safira pun keluar dari ruangan itu dengan senyuman manisnya, dan pada saat ia menghirup udara segar di malam hari ia melihat pak Yudha yang sedang menonton bola, ia pun juga tak mau ketinggalan film itu ia ikut menontonnya.
" astaga! Sanchez , maaf " sahut Safira yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal. pak Yudha menoleh ke arah suara yang di sampingnya.
" aku ingin sekali menonton pertandingan itu" sahut Safira yang menunjuk ke arah hp pak Yudha.
" oh tendang" sahut Safira dan pak Yudha bersamaan.
" wah ... golll" sahut Safira yang memukul - mukul pundak pak Yudha tanpa sadar karena pemain itu mencetak gol.
pak Yudha pun yang merasa pundaknya itu sakit ia pun melihat ke arah Safira.
" kamu baik - baik saja? aku sungguh minta maaf" sahut Safira yang bersalah, mendengar perkataan maaf pak Yudha pun melepaskan handsetnya yang masih tertancap di telinganya.
" itu karena aku, maksud ku di pertandingan terakhir" sahut Safira yang menunjuk ke hp pak Yudha.
" saat Sanchez mencetak gol kemenangan,wasitnya mengatakan itu offside . tapi bukan, aku sudah menonton pertandingan itu lebih dari 3 kali" sahut Safira ke pak yudha, sedangkan pak Yudha melihat Safira ngomong hanya bengong.
" seandainya kalau itu bukan offside, Arsenal pasti menang" sahut Safira yang berangan kalau Arsenal menang.
" aku tidak menganggap strategi Wenger hebat, tapi ah maaf" sahut Safira yang merasa kalau pak Yudha hanya bengong dengan menatap Safira yang sedari tadi ngomong, lalu Safira pamit dengan sopan ke pak yudha.
" kamu penggemarnya, Arsenal?" sahut pak Yudha ke Safira, mendengar perkataan pengemar Safira pun akhirnya berhenti dan lalu balik ke arah pak yudha.
" hei Tika dimana Yudha?" sahut pak Aldi yang melihat Tika dari belakang.
__ADS_1
" hei aku sedang berbicara dengan mu" sahut pak Aldi ke Tika karena Tika sedang di tanya tapi malah jalan terus tanpa berkata apa-apa.
" Astaga" sahut pak Aldi yang hampir menabrak orang.
" apa itu! " sahut wanita yang hampir di tabrak oleh pak Aldi, yaa wanita yang hampir di tabrak itu wanita berkacamata dan berjas hijau.
" eh pak Tomi, apa kamu melihat nona Fira? " sahut wanita berkacamata yang bertanya ke pria baju putih pendek, yang bernama Tomi.
" tidak "sahut pak Tomi yang langsung pergi.
"dia kemana?" sahut wanita berkacamata yang mencari Safira.
" jika di pikirkan dengan baik, Arsenal 7 kali menempati posisi ke - 4 setelah debutnya di liga primer. sama juga dengan Liverpool kamu menghitungnya aku mengumpulkan statistik rekor mereka sendiri " sahut pak Yudha ke Safira tentang kemenangan Arsenal dan Safira hanya mendengarkannya dengan santai.
" kamu dimana? kamu di luar " sahut wanita berkacamata yang mencari Safira.
mendengar ada orang yang mencarinya langsung ia membalikkan badannya dan melihat siapa yang mencarinya. tapi disisi lain Latif sedang menelpon seseorang, Safira melihatnya hanya tersenyum manis.
" aku di parkiran" sahut Latif yang menjawab pertanyaan dari penelpon.
" pergilah pasti dia pacarmu" sahut pak Yudha yang mengira Latif adalah pacarnya.
" tidak, dia bukan pacarku" sahut Safira yang spontan tanpa terbata - bata.
" tadinya aku ingin menyatakan perasaan ku lebih dulu, jika Arsenal memenangkan pertandingan hari ini. ngomong - ngomong kenapa aku menceritakan semua ini kepada mu? padahal kamu orang asing" sahut Safira yang langsung bingung dan gugup entah kenapa kata - kata itu bisa keluar dari mulutnya.
" dia tampan dan tinggi " sahut pak Yudha tanpa melihat ke Safira, safira yang mendengar kalau orang asing itu mengatakan kalau Latif itu tampan langsung ia menoleh ke Latif dan tersenyum.
" benar bukan? dia tampan bukan" sahut Safira yang tersenyum dengan perkataan itu.
" ya harus ku akui nilainya" sahut pak Yudha yang datar dan langsung melihat ke Latif untuk menilai berapa.
" 7 dari 10 " sahut pak Yudha yang langsung menonton kembali pertandingan itu.
" eh pelit sekali, setidaknya nilainya 9" sahut Safira yang langsung marah dan juga menoleh ke arah Latif.
" dia tinggi, alisnya tebal, bahunya bidang dan juga dia punya pekerjaan " sahut Safira yang memuji Latif.
dan tiba - tiba Safira belum selesai memujinya ada satu wanita yang langsung memeluk Latif dari belakang.
" hey, aku merindukan mu" sahut wanita itu ke Latif, dan Latif melihat siapa yang memeluknya dari belakang dan langsung memeluknya dengan erat. Safira yang melihat mereka berdua berpelukan Langsung, yang tadinya menampakkan senyum manis langsung jadi keram.
" dia juga, punya pacar" sahut Safira yang membulatkan matanya melihat mereka berdua berpelukan.
__ADS_1
pak Yudha pun mendengar kata pacar langsung menoleh ke arah Latif yang sedang berpelukan.
"oh astaga" sahut pak Yudha dan langsung menonton kembali.
" aku merindukanmu " sahut Latif yang mempererat pelukannya.
" go....goll" sahut pak Yudha yang sedang menonton.
" jika di pikirkan aku tidak pernah jadi penyerang dalam hidup ku" sahut batin Safira.
" terimakasih" sahut pak Tomi yang kekenyangan.
" sama - sama , eh nona Fira" sahut wanita berkacamata dan berjas hijau.
" nona Fira mari duduk disini" sahut wanita berkacamata mempersilakan Safira untuk duduk.
" apa? dari mana kamu? aku merindukanmu" sahut Latif entah itu dia mengatakan ke Safira atau wanita di depannya.
" aku juga" sahut Safira yang tersenyum palsu.
" minumlah" sahut wanita berkacamata menawarkan Safira untuk minum.
" baiklah" sahut Safira yang meminum es lemon.
" mari kita bekerjasama lagi" sahut wanita berkacamata ke wanita yang di depan latif.
" terimakasih" sahut wanita asing itu.
" minumlah" sahut mereka berlima bersulang, dan langsung meminumnya.
" aku selalu mempertahankan diriku dan melangkah mundur di waktu yang tepat" sahut batin Safira.
sampai disini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta vote.
jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini.
jangan lupa follow
Ig: aprihl.ll
tik tok: Aprianibasir
terimakasih ❤️
__ADS_1