MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 19


__ADS_3

" tapi aku tidak bermaksud melecehkan mu atau semacamnya, aku juga tidak bermaksud menyerang mu " sahut Safira yang bersungguh - sungguh.


" sungguh, percayalah padaku" sahut Safira ke pak yudha.


pak Yudha yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas panjang dan menaruh gelas kopi yang ia minum.


" aku tahu sebaiknya, aku pergi dari sini sekarang" sahut Safira yang mau pergi dari apartemen itu.


" tapi, saat ini aku tidak punya tempat tujuan" sahut Safira yang tidak bisa berbuat apa - apa kalau pemilik apartemen itu menyuruhnya keluar.


" ada pekerjaan yang sudah ku tunggu, begitu mendapatkannya" sahut Safira yang menjelaskan masalah ekonominya.


" dan nanti aku akan keluar dari sini" sahut Safira yang gugup.


" aku sungguh minta maaf" sahut Safira yang langsung berdiri dan meminta maaf dan langsung pergi.


" asrama indah" sahut Safira yang kini berasa di kamarnya yang sedang melihat rumah yang akan ia tinggali pada saat sudah mempunyai uang.


" pak bagaimana anda melewatkan sisa hari anda?" sahut Safira yang menanyakan kabar pak Aldi.


" aku sudah memperbaiki skenario yang anda sukai, sekali lagi jangan merasa tertekan" sahut Safira ke pak Aldi melalui pesan singkat.


" dan jangan lupa segera kabari aku" sahut Safira yang langsung mengirim pesannya.


 


" **pesan terkirim**" sahut pesan singkat Safira dan pak Aldi.


 


Safira pun langsung menutup leptop ya.


kini pak Yudha sedang duduk di sofa beberapa menit untuk mencerna perkataan Safira, setelah 10 dia duduk di sofa pak Yudha mengantuk jadi sebelum pergi ke kamar pak Yudha mematikan semua lampu dan langsung ke kamarnya.


" dia baru saja mengunci pintunya? " sahut Safira yang mendengar bunyi kunci pintu.


" ya ampun sulit di percaya" sahut Safira yang langsung memengang keningnya.


kini pagi pun tiba matahari yang sudah menjulang tinggi baru Safira bangun. di pagi hari yang indah ini Safira mendapat telpon dari tempat kerjanya.

__ADS_1


" hallo?" sahut Safira yang lemas karena baru bangun sudah mendapatkan telpon.


" iya" sahut Safira yang langsung sigap bangun dari tidurnya.


" tidak, saya tidak tidur " sahut Safira yang langsung bersiap - siap mandi.


Safira pun langsung mandi dengan cepat dan langsung ke kantor yang tadi menelponnya.


sebelum masuk ke ruangan Safira menyempatkan diri untuk merapikan rambutnya. dan pada saat Safira mau masuk ia melihat Latif sedang meeting bersama client.


" dramanya untuk hari Jumat dan Sabtu?" sahut Safira bertanya pada kedua laki - laki di depannya.


" iya pimpinan kami menginginkan melodrama yang segar dan muda untuk di tayangkan" sahut pak Tomi ( yang pria di depannya itu bernama pak Tomi dan juga Latif).


" maksudku tidak ada alasan tidak melakukannya" sahut pak Tomi yang melihat beberapa lembar kertas.


" saat kamu menulis begitu banyak cerita" sahut pak Tomi yang melihat isi peraturan yang di berikan pimpinan mereka.


" aku benar - benar bersyukur" sahut Safira yang tersenyum.


Latif yang melihat jawaban Safira juga ikut senyum, tapi tiba - tiba pak Tomi merangkul pundak pak Latif dengan kuat sampai - sampai pak Latif kaget.


" iya ?" sahut pak Latif bertanya ke pak Tommi.


" kamu tahu kan drama pertama yang ku sutradara i, ku harap kalian berdua bisa bekerja bersama" sahut pak Tomi ke pak Latif dan Safira.


" dan membuat maha karya" sahut pak Tomi yang bersemangat serta satu tepuk tangan untuk semangat.


Safira hanya bisa senyum dan pada saat ia Safira mengangkat kepalanya pak Latif juga senyum kepadanya, dan mereka berdua pun saling bertatapan dengan senyuman.


kini Safira dan pak Latif sudah berada di dalam mobil mereka mau membicarakan tentang kerjasama mereka.


" kurasa sebaiknya memperbanyak cerita latar dan rahasia untuk karakternya" sahut pak Latif yang menjelaskan tentang cerita yang menarik.


" baiklah" sahut Safira yang langsung membuat latar ceritanya.


" serta di antara pemeran pembantu, dan ada satu yang memerankan seorang murid yang ingin menjadi penulis" sahut pak Latif yang mau latarnya itu sesuai dengan ceritanya.


" memangnya kenapa?" sahut Safira yang bertanya apa maksud dari perkataannya tadi.

__ADS_1


" maksudku..... rasanya tidak realistis jika seseorang yang lulus dari universitas Nasional Indonesia ingin menjadi penulis cerita" sahut pak Latif yang bertanya pada Safira, kenapa dia mau jadi penulis.


" itu tidak realistis" sahut Safira yang jadi bingung.


" aku tahu beberapa sutradara mengikuti beberapa ujian untuk menjadi sutradara" sahut Safira yang tahu bagaimana rasanya menjadi sutradara.


" itu berbeda, berbeda karena itu belajar untuk di perkerjakan" sahut pak Latif yang hanya tersenyum dan tertawa kecil.


" sedangkan kalau para penulis, mereka tidak tahu kapan akan menjadi seorang penulis" sahut pak Latif yang tahu rasanya menjadi seorang penulis.


" rasanya seperti berjalan dalam terowongan gelap, dan untuk apa seseorang dengan masa depan jelas melakukan itu" sahut pak Latif yang tidak mau Safira menjadi penulis.


mereka berdua berbincang - bincang sampai ke apartemennya Safira. Safira pun mengungkapkan terima kasih dan langsung masuk ke kamarnya. dan ia Langsung menaruh tasnya di lemari dan meluruskan kakinya yang cepak karena perjalanan. dan ia hanya bisa menghela nafas panjang.


" Safira Muliati, universitas Nasional Indonesia" sahut Safira yang memegang ijasahnya.


" mari membuat sejarah dengan pekerjaan bayaran pertama kita" sahut Safira yang mengingat kembali perkataan dari Latif tadi sebelum masuk ke apartemen.


" dan bukankah kamu ingin menjadi penulis terkenal? " sahut pak Latif ke Safira.


Safira yang mengingatnya langsung mengambil leptop dan kacamatanya dan langsung Menulis ceritanya.


" oke ini bisa saja kesempatan terakhir ku" sahut Safira yang langsung merenggangkan kedua tangannya.


" aku pasti bisa melakukan ini" sahut Safira yang memulai dengan kata semangat.


" aku akan menjadi legenda" sahut Safira yang gigih, dan langsung mengerik semua ceritanya.


ia pun mengetik cerita itu mulai dari star pas pulang dengan Latif sampai pada malam hari. ia yang merasa lapar langsung mengambil Camilan yang ia beli kemarin di swalayan, dan lanjut sampai pagi ia tidak sempat berhenti sejenak.


Safira yang masih ingat kalau ia harus mengerjakan pekerjaan rumah ia menyisihkan waktu untuk membersihkan rumah dan juga kerja. pertama Safira membersihkan kamar mandi, dan setelah alarm hpnya Safira bunyi Safira pun bergegas ke kamarnya dan langsung melanjutkan ceritanya. lanjut lagi setelah alarm pun bunyi Safira pun bergegas membuang sampah plastik dan minuman ke tempatnya.


sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini.


jangan lupa follow


ig: aprihl.ll


tik tok : Aprianibasir

__ADS_1


terimakasih ❤️


__ADS_2