MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 36


__ADS_3

" maaf .... maaf " sahut safira yang meminta maaf pada Hafni.


" aku akan ceritakan detailnya, oh iya aku di daerah dekat dengan rumah induk semang ku" sahut safira yang memberi tahu alamat pada Hafni agar ia tahu safira berada di mana.


" aku di dekat sana, dimana tempatnya?" sahut Hafni yang bertanya pada safira dimana ia berada.


" sungguh? ohh aku sedang berada di halte bus " sahut safira yang melihat ia berada di halte.


" ohh baiklah aku melihat mu di halte bus" sahut Hafni yang sudah berada dekat dengan halte.


" ada wanita gila yang memakai piama di sana" sahut Hafni yang mengira wanita yang memakai piama itu bukan safira.


" kamu di mana?" sahut Hafni yang bertanya pada safira.


" begini..... itu aku " sahut safira dengan suara kecilnya.


dan tiba - tiba dengan kecepatan mobil yang tinggi Hafni pun sampai di halte bus.


" safira, apa kamu tidur di jalan?" sahut Masnun yang bersama dengan Hafni dan dengan suara lantangnya Masnun berkata seperti itu akhirnya safira pun masuk ke dalam mobil dengan cepat karena malu.


" heii buka " sahut safira yang mau masuk ke dalam mobil tapi Hafni belum membuka kuncinya.


" apa ? itu konyol?" sahut Hafni yang berteriak karena mendengar cerita dari safira.


" jadi kamu keluar menggunakan piama mu ?" sahut Masnun yang bertanya pada safira.


" si bodoh itu, aku harus membunuhnya tengah malam " sahut Hafni yang marah karena hampir mencelakakan sahabatnya.


" apa sutradara dan penulis lainya tahu tentang soal itu?" sahut Masnun yang bertanya pada safira apa pak Tomi dan ibu Afika tahu atau tidak.


" itu tidak masuk akal ! dasar sialan , aku benar - benar harus membunuhnya" sahut Hafni yang memukul setir mobilnya karena marah dengan tindakan pak Latif.


" safira berapa nomor telponnya?" sahut Hafni yang meminta nomor telepon pak Latif agar bisa membunuhnya.


" Hafni ayolah, biarkan aku bicara dengan benar " sahut Masnun yang mencoba menutup mulutnya Hafni dengan tangannya.


" tidak ada yang tahu, aku pergi dari rumah tanpa berpikir panjang" sahut safira yang menjelaskan pada kedua sahabatnya.

__ADS_1


" kenapa tidak menghubungi kami ?" sahut Masnun yang mulai malas karena pada saat safira susah mereka berdua tidak ada.


" aku tidak tahu kalau kamu makan dan tidur di kantor" sahut Masnun yang kasihan pada safira.


" kenapa kamu tidak menghubungi ku " sahut Hafni yang menoleh pada safira.


" lalu kenapa kamu ke sana padahal kamu sudah pindah?" sahut Hafni yang bertanya pada safira kenapa masih sempat pergi ke apartemen itu.


" aku tidak ada alasan khusus, aku hanya terus berjalan" sahut safira yang tidak mengerti kenapa ia bisa sampai ke apartemennya induk semangnya itu.


" apa maksudmu? kantormu sangat jauh dari sini " sahut Hafni yang bertanya pada safira penjelasan yang tepat kenapa ia bisa ke apartemen itu.


" iya betul " sahut Masnun yang tersenyum pada Hafni dan tiba - tiba mereka berdua berkedip karena mereka pasti membuat rencana tentang safira dan induk semangnya.


" safira apa ada sesuatu di antara kalian berdua?" sahut Masnun yang bertanya pada safira dengan tersenyum juga suara lembut.


" apa kamu dan dia akan jatuh cinta " sahut Masnun yang menggoda Safira agar menjawab pertanyaannya.


" tidak bukan begitu" sahut safira yang menggelengkan kepalanya.


" ku rasa ada mencurigakan" sahut Masnun yang menyuruh safira agar menceritakan apakah ia dan induk semangnya mempunyai hubungan spesial.


" sungguh tidak ada apa - apa di antara kami berdua" sahut safira yang menjelaskan pada Masnun agar tidak bertanya lagi.


" tapi kenapa kamu begitu gagal pada saat menjelaskan" sahut Masnun yang tersenyum pada safira dan menunjuk pada safira apakah betul ucapannya.


" tidak itu tidak benar" sahut safira yang geram pada Masnun yang bertanya terus pasal ia dan pak Yudha.


" baiklah, kamu tidak perlu marah padaku " sahut Masnun dengan nada bersalah.


" ya sudah mari kita pulang saja" sahut Hafni yang menyuruh safira dan Masnun agar menghentikan perdebatan mereka berdua.


" safira aku akan membawamu ke rumah ku " sahut Hafni yang menyuruh safira agar menginap di rumahnya.


" iya " sahut safira kepada Hafni serta anggukannya.


di sisi lain pak yudha yang baru saja selesai membersihkan diri Langsung saja ia kehausan dan langsung ke dapur dan minum, tapi pada saat ia minum ia melihat 2 mangkuk yang tadinya berisi mie instan sudah tidak ada dan pula tempatnya juga sudah di cuci bersih.

__ADS_1


" hallo selamat malam, saya Afika Adisti aku mendapatkan nomor dari ibu safira" sahut ibu Afika yang menjelaskan kepada pak Yudha kenapa ia bisa mendapatkan nomornya.


" iya halo senang bertemu dengan mu" sahut pak Yudha yang membalas pesan dari ibu Afika.


" aku percaya pada takdir" sahut pak Yudha yang membaca bio dari ibu Afika.


" argh sial " sahut pak Yudha yang menarik napas berat.


" apa kamu ada waktu besok" sahut ibu Afika yang memberikan pesan baru pada pak Yudha.


setelah sampai di rumahnya Hafni, Hafni pun mempersilahkan safira untuk membersihkan diri.


" kenapa kamu duduk di sana padahal ada tempat tidur" sahut safira yang menyuruh Hafni agar mengerjakan pekerjaannya di tempat tidur.


" dan tamu juga tidak boleh tidur di lantai" sahut Hafni pada safira yang menyuruhnya agar tidak tidur di lantai.


" aku sudah biasa tidur di lantai, apa kamu tidak tahu? sahut Hafni yang menoleh pada safira, dan seketika safira langsung tersenyum dan langsung menyandarkan kepalanya di bahu safira.


" safira, apa kamu tidak keberatan kalau aku bekerja bukan?" sahut Hafni yang bertanya pada safira dan tak lupa pula camilan kecil yang masuk ke dalam mulut Hafni.


" ini juga permintaan klien" sahut Hafni yang itu menunjuk pada komputer yang ia kerjakan.


" hari demo?" sahut safira yang bertanya pada safira tentang judulnya itu adalah hari demo.


" iya " sahut Hafni yang berkonsentrasi pada pekerjaannya.


" ini acara tempat CEO kantor baru dan para investor bisa bertemu" sahut Hafni yang menjelaskan pada safira agar ia mengerti pekerjaannya selama ini.


" acaranya seperti kencan buta " sahut Hafni yang lahap dengan camilannya.


" itu nama yang unik untuk sebuah perusahaan " sahut safira yang ikut meneliti semua cara kerjanya.


" ini adalah aplikasi kencan daring, apa kamu belum pernah mencobanya?" sahut Hafni yang memperkenalkan aplikasi baru pada safira.


sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.


terimakasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2