
" ohhh iya kamu benar " sahut safira yang mulai mencari alasan yang tepat supaya pak Yudha tidak mengikutinya.
" jadi kita harus melakukannya sebelum kita menikah " sahut safira yang tidak mau pak Yudha ikut dengannya pada malam nanti.
" iya, aku sudah membuat semua prosesnya nanti malam saat kita berdua pergi" sahut pak Yudha yang sudah membuat rencana nanti malam.
" i....iya " sahut safira yang langsung pergi ke kamarnya dan menjawab pertanyaan pak Yudha secara terbata - bata .
tapi sebelum safira pergi ke kamarnya pak Yudha pun langsung menahannya dan langsung menjelaskan pada safira kenapa ia bisa menahannya.
" safira saya mau membahas tentang pernikahan kita berdua" sahut pak Yudha yang menjelaskan maksudnya menahan safira.
mendengar kata pernikahan safira pun langsung mengurungkan niatnya ke kamar dan langsung duduk di sofa bersama dengan pak Yudha.
" proses untuk perkawinan sewa selama dua tahun " sahut pak Yudha yang sudah mengatur proses pernikahannya mereka berdua.
" proses pernikahan yang pertama sebelum menikah.
menemui orang tua mempelai wanita
menikah di aula pernikahan
gaun
pemotretan, dan yang terakhir
bulan madu
" sahut pak Yudha mengekspor gambarnya yang ada di galeri ke televisi agar menjadi lebih besar dan safira pun lebih mudah untuk membacanya.
" a..... apa kita akan melakukan semua ini ?" sahut safira yang kebingungan akan semua acara yang sangat banyak yang mereka berdua lakukan saat pernikahan nanti.
" oh begini, yang kamu lihat tadi di layar itu adalah proses pernikahan yang normal dan pernikahan ini berdasarkan dan juga di dasari dengan cinta" sahut pak Yudha yang menjelaskan pada safira kenapa ia mau dengan semua acara yang sangat ribet ini.
" dan semua langkah - langkah yang di lakukan oleh seseorang saat pernikahan " sahut pak Yudha yang menjelaskan tentang pernikahan normal pada safira.
" tapi menurut saya pasti kita berdua bisa melakukannya " sahut pak Yudha yang bersungguh - sungguh.
__ADS_1
safira yang melihat pak Yudha berbicara hanya bisa menggaruk lehernya yang tidak gatal.
karena ia ragu apa bisa ia melakukan pernikahan ini dengan restu orang tuanya.
" kita berdua hanya fokus pada ini saja, dan fokus dengan yang kita lakukan " sahut pak Yudha yang menjelaskan pada safira.
" baiklah terus kalau begitu, apa kamu akan ikut hari ini?" sahut safira yang bertanya pada pak Yudha apakah ia akan ikut pergi ke rumah adiknya.
" apa menurutmu itu adalah pertanyaan yang efisien " sahut pak Yudha yang datar.
" jika ini terlalu tiba - tiba " sahut pak Yudha yang mau melanjutkan perkataannya tapi langsung di potong sama safira, dan ia juga bertanya pada safira apakah ia bisa ikut pergi atau tidak.
" tidak, hari ini saja " sahut safira yang spontan .
" baiklah " sahut pak Yudha yang menganggukkan kepalanya.
" sampai jumpa" sahut Masnun yang baru saja selesai melayani para pelanggan.
" bela " sahut Masnun yang memanggil bela dari kejauhan lalu mendekat ke arahnya.
" iya?" sahut bela yang menjawab sapaan Masnun.
" kamu tadi salah mencatat pesanan untuk pelanggan nomor 13, yaa?" sahut Masnun yang bertanya pada bela.
" itu mustahil" sahut Masnun yang tertunduk dan memandangi lantai restoran.
" tentu saja kamu akan melakukan kesalahan saat sedang latihan " sahut Masnun yang menjelaskan pada bela.
" baik ibu " sahut bela yang takut akan di pecat.
Masnun yang mendengar kata ibu, langsung saja tersenyum dengan kata ibu itu.
" ada yang memesan di meja nomor 3, tolong siapkan pesanannya" sahut Masnun yang memengang bahu bela agar cepat membuat pesanan pada meja nomor 3.
" baik " sahut bela yang langsung pergi ke meja nomor 3 untuk menanyakan pesanan apa yang mereka mau pesan.
safira yang mau berkunjung ke restorannya Masnun, sebelum malamya ia pergi ke rumah adiknya bersamaan dengan pak Yudha.
safira yang baru saja sampai hi Restoran langsung mencari Masnun di mana ia berada.
saat sudah melihat Masnun, safira pun langsung melambaikan tangannya pada Masnun dan langsung tersenyum padanya.
__ADS_1
Masnun yang menyadari keberadaannya safira di amabang pintu masuk restoran.
" eh safira " sahut Masnun yang menyuruh safira untuk masuk tapi, safira maunya mengobrol di luar.
jadi Masnun pun mengikuti kemauannya safira untuk mengobrol di luar.
" apa ini? kamu tidak bilang pada ku aku akan marah padamu " sahut Masnun yang membuka pembicaraan mereka berdua lebih dulu.
" kami meminum lima botol minuman tadi malam karena kamu " sahut Masnun yang memberi tahu safira saat mereka ke karoke bar.
" karena itu aku langsung datang" sahut safira pada Masnun, yang kini mereka berdua sedang berada di luar dekat dengan keramaian.
" jadi? apakah kamu kembali bersama dengan teman serumah mu?" sahut Masnun yang bertanya pada safira kalau sekarang ini apakah ia masih tinggal bersama dengan induk semangnya atau tidak.
" iya sekarang kami juga menjadi teman serumah tapi, dengan perjalanan yang panjang" sahut safira yang sedikit lama karena berpikir.
" jadi kami bertiga harus ketemu" sahut safira yang menjelaskan.
" jadi apakah kamu sudah memberi tahu Hafni? dan apa katanya?" sahut Masnun yang bertanya pada safira.
" aku juga sudah menghubunginya, jadi sebaiknya kita minum saja " sahut safira yang memberi tahu Masnun kalau mereka harus memesan makanan agar Hafni bisa cepat datang.
" apa ia masih minum setelah semalam ?" sahut Masnun yang bertanya pada safira.
" dia ini seperti kelinci, seperti mempunyai cabang paru - paru yang banyak" sahut Masnun yang menarik napas yang panjang.
masnun yang berbincang - bincang tiba - tiba matanya tertuju pada sekotak di sampainya safira.
" apa itu danging? daging sapi ?" sahut Masnun yang mau memegang kotaknya safira.
" ohh ini? aku akan pergi setelah dari sini aku akan membawanya" sahut safira yang menahan tangannya Masnun agar tidak mengambilnya.
" jika ku perhatikan kamu agak berbeda hari ini" sahut Masnun yang melihat dari bawah kaki sampai dengan ujung kepalanya safira.
" dan kamu juga sekarang sudah membawa tas saat berjalan " sahut Masnun yang memperhatikan safira dengan outfitnya safira hari ini.
" a... apa ini?" sahut Masnun yang kaget.
" tampaknya kamu akan bertemu dengan seseorang yang amat sangat penting" sahut masnun yang bertanya pada safira.
" akhhh, safira apa kamu akan menemui penulis baru lagi?" sahut Masnun yang tampak sangat senang.
__ADS_1
sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.
terimakasih ❤️