
" itu ada taksi " sahut safira yang sudah menemukan taksi untuk mengantar Masnun dan juga Maruf pulang.
" terima kasih" sahut Maruf pada safira.
" terima kasih" sahut Maruf yang kini sudah berada dalam taksi dan Langsung melambaikan tangannya agar bisa pergi.
safira yang mendapat lambaian tangan dari Maruf yang memberi balasan dengan lambaian tangannya juga.
" tapi mereka semua, punya tempat untuk kembali" sahut safira yang tersenyum karena merasa ia harus pulang ke mana, saat ini.
" semua bus sudah berhenti beroperasi" sahut safira yang membaca jadwal keberangkatan bus, yang Safira sedang berada di halte bus.
" kecuali aku" sahut safira yang bergumang karena ia sendiri yang belum pulang.
" kenapa aku selalu berkeliaran di jalan?" sahut safira yang menarik nafas panjang dan Langsung menyandarkan kepalanya di tiang halte bus.
tak lama ia memandangi langit - langit malam tiba - tiba ibu safira menelpon.
" hallo" sahut safira dengan nada berat.
" Dimana kamu? kenapa tidak tidur?" sahut ibu yang bertanya pada safira.
" aku masih di luar, ada yang masih aku lakukan" sahut safira yang menarik nafas berat.
" jangan berada di luar sampai selarut ini" sahut ibu yang khawatir dengan kondisi safira.
" itu akan memberi kesan buruk pada teman serumah mu" sahut ibu yang mengira kalau safira masih tinggal bersama pak Yudha.
" aku dalam perjalanan pulang" sahut Safira yang memberitahu ibunya kalau ia akan segera pulang.
" jaga kamar mu agar tetap rapi, langsung cuci gelas mu setelah minum kopi" sahut ibu yang khawatir dengan keadaan safira sekarang.
" baiklah" sahut safira pada ibu.
" dan jangan langsung pergi setelah mengeringkan rambut mu, pel lantainya saat pagi dan malam untuk menyingkirkan rambut mu " sahut ibu yang masih mau melanjutkan pembicaraannya tapi langsung di potong sama safira.
" astaga, ibu berhentilah mengomel aku bilang aku sudah mengerti" sahut safira yang bangun dari duduknya dan Langsung marah pada ibunya karena banyak mengomel.
" kenapa kamu mengamuk?" sahut ibu yang heran dengan safira kenapa ia bisa mengamuk pada ibunya.
__ADS_1
" ibu bilang seperti ini karena ibu cemas" sahut ibu yang khawatir.
" bagaimana aku bisa lebih baik? " sahut safira yang berhenti sejenak untuk berbicara.
" ibu pikir aku akan baik - baik saja jika ku kerjakan dengan baik? " sahut safira yang mau mengomel tapi ia pun langsung sadar dan duduk kembali ke tempatnya semula.
" ibu tidak tahu apa - apa " sahut safira yang berkata kecil dan Langsung menyandarkan kepalanya di tiang halte bus.
" baiklah, dan pulanglah dan jangan lupa makan " sahut ibu yang menyuruh safira agar cepat pulang.
" ibu akan menutup telponnya" sahut ibu pada safira.
dan pada saat safira mau menutup telponnya ibu langsung memanggilnya.
" safira" sahut ibu yang memanggil safira.
" iya" sahut safira yang menyaut karena di panggil sama ibu.
" datanglah ke sini jika Indonesia terlalu panas" sahut ibu yang menyuruh safira pulang ke rumahnya.
" kamarmu masih ada di sini, dan kamu bisa datang kapan saja. mengerti" sahut ibu yang langsung mematikan telponnya.
mendengar perkataannya ibu membuat Safra menjadi menagis karena mengigat kembali kamarnya yang sejuk.
pada saat pak Yudha berlari tiba - tiba bapak penyapu jalan menyuruh pak yudha untuk berhenti.
" hei.... hei tunggu, ambil ini" sahut pak penyapu jalan yang memberikan satu tas koper merah.
" apa ini punyaku?" sahut pak Yudha yang bertanya pada bapak penyapu jalan.
" iya, seorang pria memberikan ini kepada ku dan katanya untuk kamar 401" sahut bapak penyapu jalan yang mendorong tas koper itu ke arah pak yudha dan menjelaskan siapa yang memberikannya.
" begitu rupanya" sahut pak Yudha pada bapak penyapu jalan.
dan pada saat pak Yudha mau mengambil tas koper itu ada satu kertas yang tertempel di atas koper itu.
" ku tinggalkan tasmu di sini karena tidak bisa menghubungi pak Latif" sahut secarik kertas yang tertempel di atas koper.
dan di pagi yang cerah ini juga safira sedang membuat dua buah telur mata sapi untuk di makan.
__ADS_1
dan pada saat safira membuat telur mata sapi ada satu pesan di hpnya.
" hm apa ini?" sahut safira yang melihat foto yang di kirim oleh pak Yudha padanya, ya pesan itu dari pak Yudha yang berisi tas kopernya.
" ku ambil barang - barang mu di kantor keamanan" sahut pak Yudha yang menjelaskan bagaimana bisa ia mendapatkan tas kopernya, dan yang di maksud dengan kantor keamanan itu kantor pos.
" ahhh sepertinya kantor lamaku yang mengirimnya ke alamat ku berdasarkan kontrak" sahut safira yang beralasan karena ia sudah berniat untuk berhenti dari pekerjaannya.
" maaf soal itu, apa bisa ku ambil sekarang?" sahut safira yang mengirimkan pesan pada pak Yudha dengan cepat karena ia lupa kalau ia sedang menggoreng telur.
" tentu, datanglah kapan saja kamu mau" sahut pak Yudha yang mengirim pesan pada safira.
" apa ini? sudah lama aku tidak pernah sarapan" sahut Hafni yang langsung duduk dekat meja makan.
safira yang mendengar Hafni sudah duduk di kursinya ia pun dengan cepat langsung duduk di kursinya.
" kamu harus sarapan sesekali" sahut safira yang langsung duduk.
" bagaimana bisa kamu tidak makan makanan masakan yang ibumu kiriman?" sahut safira pada Hafni.
( oh iya saat ini safira sedang berada di rumah Hafni) .
" hei, apa kamu tahu ibuku selalu membuat banyak makanan" sahut Hafni yang memuji ibunya.
" apa kamu akan akan keluar karena hari ini akan akhir pekan?" sahut Hafni yang bertanya pada safira dan sesekali makanannya juga masuk ke dalam mulutnya.
" Hafni, aku akan pergi ke apartemennya pak Yudha hari ini" sahut safira yang menjelaskan pada Hafni kalau hari pekan ini ia akan pergi ke apartemennya pak Yudha.
" benar, pergilah dan beristirahatlah di sana " sahut Hafni yang menunjuk ke arah pintu keluar.
" tidak maksudku, aku akan menetap di sana" sahut safira yang menjelaskan pada Hafni.
" dan aku akan meninggalkan Indonesia" sahut safira yang menjelaskan kembali pada Hafni maksud dan tujuan ia pergi ke apartemennya pak Yudha.
" apa ?" sahut Hafni yang tidak mengerti perkataan dari safira.
" skenarioku gagal dan tidak ada hal lain yang ku lakukan" sahut safira yang memandang wajah Hafni.
" jika ini soal rumah, maka kamu bisa tinggal di sini" sahut Hafni yang tidak mau safira pergi.
__ADS_1
Sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.
terimakasih ❤️