MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 34


__ADS_3

" apa cuman membutuhkan ku ?" sahut safira yang tidak mengerti.


" iya " sahut pak Yudha yang datar.


" jika aku harus menikah kamu pilihan yang tepat untuk ku" sahut pak Yudha menjelaskan semuanya pada safira.


" dan apa yang membuat mu ..... dan apa yang membuat sampai bisa menyimpulkan seperti ini?" sahut safira yang bertanya lagi pada pak Yudha.


" aku perlu orang yang bisa mengurus rumah dan kamu juga perlu rumah" sahut pak Yudha yang bertolak belakang dengan ajakan ibunya kemarin.


" dan aku juga perlu orang yang membayar uang sewa secara rutin" sahut pak Yudha yang mengarah pada safira.


" dan kamu perlu kamar tanpa deposit " sahut pak Yudha yang menjelaskan pada safira.


" bukankah kita sangat cocok untuk tinggal bersama " sahut pak Yudha yang menyuruh safira untuk menikah dengannya.


" dan karena itulah aku menanyakan padamu" sahut pak Yudha pada safira.


" dan aku juga tidak ada maksud lain aku menanyakan padamu tentang pernikahan" sahut pak Yudha yang datar.


" tetap saja, bagaimana bisa kamu melamar ku" sahut safira dengan suara kecil, tapi masih dengar oleh pak Yudha .


" dan tetap saja, kenapa harus menikah di sebuah rumah " sahut safira yang canggung.


" lalu menurut mu untuk apa orang menikah?" sahut pak Yudha yang bertanya pada safira.


" apa kamu tahu cinta ..... kasih sayang .... itulah alasan orang - orang menikah " sahut safira yang menjelaskan apa itu pernikahan pada pak Yudha.


" benar " sahut pak Yudha yang menghela napas panjang.


" itulah yang di pikirkan oleh banyak orang " sahut pak Yudha yang mengarah pada pak Yudha tentang pernikahan.


" meskipun begitu, apakah kamu butuh cinta dan kasih sayang untuk saat ini?" sahut pak Yudha yang bertanya pada safira.


" lebih dari Tempat tinggal?" sahut pak Yudha yang menatap safira.


kini mereka berdua hanya bisa saling menatap satu sama lain.


" mu.... mungkin tidak sekarang" sahut safira yang terbata - bata.


" tapi aku juga membutuhkannya pada suatu hari nanti" sahut safira yang mau membutuhkan kasih sayang dan cinta pada suatu hari nanti.


" begitu rupanya" sahut pak Yudha yang langsung menunduk.

__ADS_1


" ku pikir kamu sepemikiran dengan ku" sahut pak Yudha yang memegang gelas dan langsung minum air.


" tapi ternyata aku sudah salah menilai" sahut pak Yudha yang menunduk.


" tolong Anggap percakapan ini tidak pernah terjadi " sahut pak Yudha yang menyuruh safira agar tidak membahas percakapan tadi.


" sekarang nikmati mie instan sebelum kamu pergi " sahut pak Yudha yang menyuruh safira untuk makan sebelum pergi.


" Hafni, kenapa kamu masih di sini" sahut pria berkacamata yang bertanya pada Hafni yang pada saat ini ia belum pulang.


" ohh iya, aku harus menyelesaikan tugasku " sahut Masnun yang memegang kertas fotocopy.


" batas waktunya pasti besok " sahut pria berkacamata yang memberitahu Hafni agar cepat menyelesaikannya agar cepat pulang.


" kenapa tidak meminta bawahan ku untuk mengerjakannya " sahut pria berkacamata yang ikut memengang kertas yang Hafni pengang.


" kamu terlalu berpengalaman untuk hal semacam ini" sahut pria berkacamata " sahut pria berkacamata yang berpura - pura memuji Hafni .


" jangan terlalu baik kepada mereka hanya karna kamu wanita, kamu juga harus memberi perintah yang benar" sahut pria itu yang memberi arahan kepada Hafni agar semangat mengerjakannya.


" kenapa kamu tidak pulang?" sahut Hafni yang bertanya pada pria berkacamata.


" ada beberapa hal yang harus ku lakukan sebelum pulang" sahut pria berkacamata yang menjelaskan kenapa masih di dalam kantor.


" apa ? apa hubungannya dengan kamu pulang cepat " sahut Hafni yang bertanya pada pria berkacamata.


" itu.... itu tidak ada hubungan dengan pekerjaan tapi pendapat orang " sahut pria berkacamata yang tertawa kecil.


" apa? " sahut Hafni yang tidak mengerti maksud dari perkataan pria yang berkacamata.


" bos kemarin mengatakan ini, dia bilang sebaiknya aku tidak bekerja lembur" sahut pria berkacamata yang menjelaskan pada Hafni.


" dengan wanita lajang seperti mu " sahut pria berkacamata yang berpura - pura baik pada Hafni.


Hafni yang mendengar di puji sama seorang pria ia hanya bisa tersenyum tipis.


" apa kamu mengerti maksudnya kan " sahut pria berkacamata yang bertanya pada Hafni apakah ia mengerti atau tidak perkataannya tadi.


" aku tahu kamu tidak mengerti karena masih lajang " sahut pria berkacamata yang tidak tahu siapa itu Hafni.


" tapi bagi pria yang sudah menikah, aku harus berhati - hati dengan rumor " sahut pria berkacamata yang memegang dadanya.


" jika rumor buruk mulai menyebar " sahut pria berkacamata yang masih melanjutkan perkataannya tapi sudah di potong sama Hafni.

__ADS_1


" kalau begitu aku akan pulang lebih dulu " sahut Hafni yang tersenyum pada pria berkacamata dan langsung pergi.


" bukan berarti kamu bisa pulang secepat ini" sahut pria berkacamata yang geram pada Hafni.


" dasar sialan " sahut Hafni yang melangkahkan kalinya lebih cepat.


" terima kasih..... sampai jumpa....... terima kasih " sahut para pengawai kafe.


" mari rapikan dan pulang " sahut Masnun yang menyuruh teman - temanya agar pulang lebih cepat.


" baiklah" sahut teman - teman langsung bergegas merapikan tempat itu.


" tolong bersihkan yang ini " sahut Masnun yang mengontrol teman - temanya bekerja.


" iya " sahut wanita itu dengan senyuman.


" tolong periksa yang di sini apa sudah bersih" sahut Masnun yang menyuruh wanita yang sedang mengelap meja untuk melihat meja di sebelah apa sudah bersih atau tidak.


" bagaimana kalau pho?" sahut wanita itu yang bertanya pada wanita yang lain,


( pelaksanaan serah terima akhir pekerjaan) .


" aku menyukainya " sahut wanita itu yang tersenyum.


" bukankah pria itu sangat manis ?" sahut wanita berbaju ungu pendek yang takjub pada pria yang sedang berdiri di samping toko.


" sulit di percaya " sahut wanita itu yang itu menyukai pria itu.


" dia benar - benar tipe ku " sahut wanita yang memegang tanganya wanita baju ungu pendek.


" dia benar - benar tampan " sahut wanita yang tersenyum - senyum sendiri karena ketampanannya pria di depannya.


" bukankah dia pacar manajer kita ? sahut wanita yang bertanya pada teman - temanya karena di sana pria itu adalah pacarnya Masnun, yak dia adalah Maruf.


" maaf aku tidak tahu, maaf soal itu aku tidak tahu " sahut semua teman - temanya yang meminta maaf pada Masnun.


Masnun hanya membalasnya dengan senyuman manisnya.


" dia amat tampan bukan?" sahut Masnun yang menunjuk pada Maruf.


setelah mengobrol dengan teman - temanya Masnun pun pamit pergi Maruf yang sedari tadi menunggunya.


Sampai di sini dulu ya kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.

__ADS_1


terimakasih ❤️


__ADS_2