MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 17


__ADS_3

" kita berada dalam situasi ini " sahut pak Yudha dengan menjawab pertanyaan dari Safira dengan tanpa melihatnya.


" kamu benar, dan saat aku melihat fotomu aku kira kamu perempuan" sahut Safira yang memberi tahu kalau hari itu Masnun memberikan foto semua karyawan pak Aldi, jadi Safira mengira kalau wanita satu - satunya yang berada di foto itu adalah pemilik apartemen.


" aku mengenal seorang pria yang namanya sama dengan mu, dahulu kami satu kelompok militer" sahut pak Yudha yang dingin.


" begitu ya " sahut Safira yang mengerti maksud dari perkataan pak Yudha.


lalu tiba - tiba perut Safira bunyi, ia yang takut kalau pak Yudha mendengar suara itu dan ia pun berpura - pura batuk.


" uhuk... uhukkk... uhukkk " sahut Safira yang berpura - pura batuk.


" ada yang harus aku kerjakan, jadi aku sebaiknya pergi dulu" sahut pak Yudha yang mengerti kalau Safira sudah lapar.


" baiklah" sahut Safira yang berpura - pura batuk.


" tolong hubungi aku, begitu sudah mendapatkan ide atau jalan keluar" sahut pak Yudha pada Safira.


" iya baiklah, aku akan menghubungi mu" sahut Safira yang lagi - lagi ia berpura - pura batuk.


Safira yang melihat pak Yudha sudah keluar dari rumah langsung Safira bernapas lega. ia pun terjatuh ke karpet dan memegang kepalanya. pada saat Safira sudah sadar ia baru melihat ada Kitty di depannya.


" iya kamu benar, sebaiknya aku makan dahulu" sahut Safira yang mengerti kalau Kitty berbicara.


" aku perlu mengakhiri hidup ini" sahut Safira yang melihat langit - langit atap.


" Safira? " sahut Masnun kepada Safira yang kini mereka sedang berada di sebuah restoran tempat kerjanya masnun.


" iya" sahut Safira yang memakan kuenya dan melihat ke arah Masnun.


" kamu mau steak juga ? " sahut Masnun yang menawarkan steak untuk Safira.


" sebentar yaa, akan aku pesankan" sahut Masnun yang mau berdiri untuk mengambil steak tapi di tahan oleh Safira.


" tidak usah ini sudah cukup" sahut Safira yang memegang tangan Masnun untuk mengehentikan ya dan duduk.


" Safira maafkan aku" sahut Masnun yang merasa bersalah kepada Safira.


" lagi pula bagaimana mungkin ini tidak masuk akal? lagi pula nama udha dan unha itu adalah nama wanita" sahut masnun yang menjelaskan.


" bagaimana bisa Yudha itu seorang pria? itu terlalu cantik untuk pria" sahut Masnun yang bingung dengan nama Yudha.

__ADS_1


" hei, tidak semua nama cantik milik wanita" sahut hafni yang datar.


Safira yang mendengar perdebatan kedua sahabatnya itu ia hanya bisa tersenyum tipis.


" iya benar, bahkan namamu Hafni" sahut Masnun dengan sedikit ketawa kecil.


Hafni yang mendengar perkataan dari Masnun langsung memiringkan bibir, karena geram dengan perkataannya.


dan tiba - tiba saja Safira batuk dan dengan histeris Masnun ia langsung menawarkan air untuk Safira.


" kamu mau air? sebentar " sahut masnun yang langsung mengambil air untuk Safira.


" dasar menyebalkan" sahut Hafni yang geram dengan tingkah laku Masnun.


" kamu baik - baik saja ?" sahut Hafni yang menoleh ke arah Safira dan memberikan tisu untuk Safira.


" Hafni" sahut Safira yang ragu - ragu dari mana ia mulai dengan perkataannya.


" kamu tahu sama si pemilik rumah" sahut Safira yang melihat Masnun supaya tidak mendengar perkataan antara Safira dan Hafni.


" ku rasa dia .... dia " sahut Safira yang takut akan perkataannya.


" kenapa? " sahut Hafni yang kesal karena Safira tidak mau melanjutkan perkataannya.


" apa .... dia menggoda mu" sahut Masnun yang berlari kecil karena mendengar percakapan antara Hafni dan Safira.


" dia tampan?" sahut Hafni ke Safira.


" berapa pendapatannya?" sahut Masnun yang ikut bertanya.


Safira mendengar perkataan dengan kedua sahabatnya itu hanya bisa menoleh ke kanan dan ke kiri.


" tidak lupakan saja" sahut Safira yang takut akan kedua sahabatnya, karena Safira merasa pasti kedua sahabatnya itu akan bertanya yang aneh - aneh.


Masnun yang kesal langsung memberikan air untuk Safira dan Safira melanjutkan acara makan - makannya.


" hei bos mu tinggal di tempat yang indah bukan" sahut pak Aldi yang dalam keadaan tidak sadar karena ia minum minuman.



" aku mengerjakan semuanya dengan bosmu" sahut pak Aldi yang meneguk minumannya.

__ADS_1


pak Yudha yang sedari tadi melihatnya mengoceh hanya bisa menarik napas berat.


" wah enak sekali" sahut pak Aldi yang memakan makanan yang ia pesan tadi dengan pak Yudha.


" celaka aku harus bagaimana " sahut pak Aldi yang pusing dengan masalahnya, dan ia juga merasa pak Yudha melihatnya terus dan tanpa berkedip.


" aku telantar gadis yang ku suka " sahut pak Aldi ke pak yudha.


" dan juga saya sama dia mau makan bersama di kantor pada saat akhir pekan " sahut pak Aldi yang melihat langit - langit kantor.


" terus saya harus bagaimana lagi? apa mau mu?" sahut pak Aldi yang mengarah pada Safira, teman serumah pak Yudha.


" kalau begitu ayo pukul aku, pukul aku jika dengan memukul bisa membantu mu merasa lebih baik" sahut pak Aldi yang menyodorkan pipinya agar di pukul oleh pak Yudha.


" ini tunggu, pasti dengan cara ini tidak akan berhasil" sahut pak Aldi yang merubah pikirannya dengan cara lain.


" kalau kamu tidak mau, kamu tusuk saja ini ke pembuluh darah " sahut pak Aldi juga menyodorkan tangannya dan memberikan garpu ke pak yudha.


" cobalah menusuk ku" sahut pak Aldi dengan berteriak dan juga menutup mata.


pak Yudha pun langsung spontan membanting garpu ke meja. pak Aldi pun meraba tangannya tidak ada darah dan ternyata pak Yudha menusuk ke meja makan mereka.


" maksudku ini sulit di percaya" sahut pak Aldi pak merasa bimbang dengan Safira.


" seseorang yang begitu teliti tidak memastikan semuanya dahulu" sahut pak Aldi yang melihat pak Yudha mengangkat garpu itu ke arahnya.


" kamu sangat teliti, pantaskah seorang CEO berbicara seperti itu" sahut pak Yudha yang datar.


" cinta adalah sains dunia tempat siapa pun bisa mencintai seseorang" sahut pak Yudha dan menunjuk ke arah gambar yang ada dalam Mading yang menyuruh pak Aldi untuk memahaminya.


" kencani orang melalui data dan bukan melalui telepon atau SMS" sahut pak Yudha yang lagi masih menyuruh pak Aldi untuk membacanya.


" semua datanya Sempurna aku juga sudah melihat wajahnya di Facebook, dan yang paling penting dalam kontraknya ada tertulis ada mendaur ulang dan memberi makan kucing" sahut pak Yudha ke pak Aldi yang bingung dengan Safira, dan ia mengira kalau Safira akan minggat.


sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini.


jangan lupa follow


ig: aprhil.ll


tik tok: Aprianibasir

__ADS_1


terimakasih ❤️


__ADS_2