MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 51


__ADS_3

" hentikan " sahut safira yang memulai merasa kesal dengan Tingkah adiknya.


" kurasa tidak, serta Kaka juga membawa seorang pria asing " sahut Rafi yang melihat pak Yudha yang berdiri di sampingnya safira.


" astaga sudah" sahut safira yang menyuruh adiknya untuk berhenti dan langsung melihat ke arah pak yudha.


" iya dia ini pacarnya Kakak, sapalah" sahut safira yang memperkenalkan pak Yudha pada adiknya Rafi.


" senang bertemu dengan mu, perkenalan nama saya Yudha" sahut pak Yudha yang mengulurkan tangannya agar bisa berjabat tangan dengan Rafi dan agar saling kenal.


" ha.... halo nama ku Rafi " sahut Rafi yang sedikit gugup dan langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan pak Yudha.


" ohhh apa ibu dan ayah ada di rumah?" sahut safira yang bertanya pada adiknya apakah ibu dan ayah ada di rumah.


" be... benar, apa kalian belum makan malam?" sahut Rafi yang mengira safira dan pak Yudha datang ke rumah hanya untuk makan malam.


" ayo masuklah, cepat masuk " sahut Rafi yang lebih dulu masuk ke dalam rumah.


pak Yudha dan safira yang melihat Rafi sudah masuk langsung saja safira menyuruh pak yudha agar jalan dan masuk ke dalam rumah.


" tidak terlalu buruk, dia itu tampak seperti orang normal" sahut pak Yudha yang baru saja melihat adiknya safira langsung mengenal siapa itu rafi.


" ibuuuuu! ayahaaah!! " sahut Rafi yang berteriak di dalam rumah agar bisa membangunkan ibu dan ayah.


safira dan pak Yudha yang mendengar Rafi sedang berteriak Langsung mereka safira hanya bisa tertunduk malu akan sikap adiknya dan pak Yudha hanya berdiri tegap mendengarkan perkataan adiknya itu.


" ibu ayah, ka safira datang membawa seorang pria ke sini. di juga memiliki dua kaki dan dua tangan" sahut Rafi yang mengendor pintu kamar orang tuanya.


" ayo keluar dan lihatlah" sahut Rafi yang menyuruh ibu dan ayah untuk keluar melihat safira yang sedang membawa seorang pria.


" apa?" sahut ibu yang sedikit pusing akan teriakannya Rafi.


" ibu, ayah ayo cepat !" sahut Rafi yang lagi - lagi masih mengendor pintu kamar orang tuanya.


" apa?" sahut ayah terkejut akan mendengar kalau safira membawa seorang pria ke rumah.

__ADS_1


" aku mengatakan yang sebenarnya, ini kenyataan! " sahut Rafi yang menyuruh kedua orangtuanya untuk keluar melihat safira.


safira yang mendengar perkataan adiknya tadi hanya bisa tertunduk dan seketika ia sedikit tersenyum ke arah pak yudha agar tidak marah pada adilnya.


safira yang tidak tahan akan perlakuan adiknya langsung menyuruh pak yudha agar masuk bersamanya.


dan saatnya mereka berdua masuk ayah pun langsung menyuruh mereka berdua untuk makan malam sebelum ayah mengobrol dengan safira dan juga pak Yudha.


ayah yang sedari tadi makan, hanya bisa memperhatikan pak Yudha yang di sampingnya.


pak Yudha yang merasa seperti di awasi langsung saja saat ia mau menyuapi satu suapan ke mulutnya ia menjadi tidak selera karena ayahnya safira sedari tadi memperhatikannya.


ibu juga yang ikut penasaran akan pak Yudha dan juga Rafi hanya bisa memandangi pak Yudha dan tanpa bisa berkata - kata.


pak Yudha yang tadinya mau makan hanya bisa tertunduk karena dari Kanan kiri atas dan bawah memperhatikannya.


pertama - Tama agar tidak gugup pak Yudha pun langsung meminum air satu gelas yang ada di sampingnya, dan dengan minum air kegugupannya hilang sedikit demi sedikit.


" apa kamu tidak suka sup daging kepiting?" sahut ayah yang bertanya pada pak Yudha.


" apa?" sahut pak Yudha yang tidak mengerti dan langsung memajukan wajah dan hampir saja mendekat ke arah ayahnya safira.


ibu, Rafi dan juga Ainun yang mendengar perkataannya pak Yudha tadi hanya bisa menoleh ke arah pak yudha.


mereka bertiga yang tadinya mau melahap sup mereka tiba - tiba saja terhenti dengan perkataannya pak Yudha tadi.


" maksudnya ayah dia menyuruh kamu agar makan banyak" sahut safira yang membisikkan ke telinga pak Yudha agar mengerti apa perkataan ayahnya.


pak Yudha yang mendengarkan bisikan dari safira seketika langsung mengerti dan berkata pada ayahnya.


" akhhh begitu ya, terima kasih atas makananya " sahut pak Yudha yang langsung mengambil sendok dan juga sup kepiting agar di campur dengan nasi putih panas.


" mari berikan gelas mu akan ku tuangkan minuman" sahut ayah yang mau menuangkan minuman ke gelas pak Yudha.


" baik " sahut pak Yudha yang mengambil gelasnya agar ayah bisa menuangkan minuman ke gelasnya.

__ADS_1


ayah yang melihat tingkah pak Yudha saat mengambil gelas langsung saja pak Yudha jadi salah tingkah, ibu yabg sedang memakan kepitingnya hanya bisa melihat pak Yudha dengan tingkah konyolnya.


" keluarga ku sangat menjunjung tinggi kedudukan pria" sahut pak Yudha yang seketika mengigat kembali apa perkataannya safira di kafe tadi sebelum mereka berdua pergi ke rumah orangtuanya safira.


" kamu itu harus menenangkan hati ayahku, dan ingat juga tiga hal itu " sahut safira yang menekankan perkataannya agar pak Yudha bisa menyiapkan mentalnya saat bertemu dengan ayah.


" yang pertama , kamu harus minum minuman dalam satu tegukan" sahut pak Yudha yang langsung meminum minuman yang ayahnya safira berikan dengan satu kali tegukan.


safira yang memandangi pak Yudha tapi matanya masih tertuju pada ayahnya apa ia menyukai pak Yudha atau tidak .


" tuangkan juga minuman itu ke saya " sahut ayah yang menyodorkan segelas ke pak yudha agar menuangkan minuman ke gelasnya ayah.


" baik pak " sahut pak Yudha yang sopan dan langsung mengambil satu botol minuman itu ke gelasnya ayah.


" apa pekerjaan mu ?" sahut ayah yang bertanya pada pak Yudha dengan mata menyelidiki.


" aku bekerja sebagai disainer papan atas dan CTO" sahut pak Yudha yang menjelaskan pada ayah apa pekerjaannya selama ini.


( CTO adalah Chief Technology Officer. Tugas Wakil Direktur yang satu ini bertanggung jawab penuh atas segala kegiatan teknologi dan informasi yang ada di dalam perusahaan.)


" di perumahan baru, mengembangkan layanan jejaring sosial " sahut pak Yudha yang menjelaskan pekerjaannya pada ayahnya safira dengan sungguh - sungguh.


mendengar kata pak Yudha ayah pun seketika berpikir apa maksud dari perkataannya pak Yudha .


pak Yudha yang merasa ayah belum mengerti maksud dari perkataannya langsung saja mengingat kembali percakapannya dengan safira dengan fase kedua yaitu.


" yang kedua kamu harus memberikan jawaban yang singkat pada ayah" sahut pak Yudha yang mengingat kembali percakapannya dengan jelas.


Sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa.


dan maaf yaaaa saya post ya lama, saolnya saya masih banyak tugas.


.


selamat membaca ☺️

__ADS_1


terimakasih ❤️


__ADS_2