
" semua datanya Sempurna aku juga sudah melihat wajahnya di Facebook, dan yang paling penting dalam kontraknya, ada yang tertulis mendaur ulang dan memberi makan kucing" sahut pak Yudha ke pak Aldi yang bingung dengan Safira. dan pak juga mengira kalau Safira akan minggat.
" itu sempurna " sahut pak Yudha yang datar.
" tapi pada awalnya kamu tidak tahu dia adalah wanita, dia cantik? manis" sahut pak Aldi ke pak yudha tapi pak Aldi mau melanjutkan perkataannya tapi tiba - tiba hpnya pak Yudha berdering.
" kenapa kamu tidak menjawab ? dia juga manis bukan " sahut pak Aldi yang melihat hp pak Yudha berdering, dan ia juga tersenyum - senyum sendiri.
pak Yudha pun langsung mengambil hpnya.
" aku akan menginap di rumah temanku malam ini" sahut pesan dari Safira.
" dia manis bukan" sahut pak Aldi yang lagi - lagi masih mau membicarakan tentang Safira.
" tidurlah yang nyaman malam ini" sahut Safira pada pesan baru.
" dia pasti cantik" sahut pak Aldi yang masih menginginkan Safira untuk tinggal di apartemen itu.
kini malam pun tiba, malam yang hanya terasa sunyi dan sepi hanya terdengar kebisingan mobil - mobil di malam hari. kini Safira dan Hafni sudah satu mobil karena malam ini Safira mau menginap di rumahnya Hafni.
" sutradaranya sudah menghubungi mu?" sahut Hafni yang memecah keheningan.
" aku tahu, apa dia pergi ke suatu tempat" sahut Safira yang memikirkan pak Yudha apakah dia keluar atau saya.
" menurut mu kamu bisa mempercayai sutradara itu" sahut Hafni yang tidak mau kalau Safira keluar dari apartemen itu.
" dia pasti memaafkan mu mengatakan akan memakai skenario mu" sahut Hafni yang langsung memakai headset bluetooth untuk menelpon.
Safira hanya bisa tersenyum dan langsung menatap malam yang indah.
" hallo?" sahut Hafni pada penelpon.
" ohh iya pak" sahut Hafni dengan napas berat dan juga bimbang. ia hanya bisa memengang keningnya karena merasa bimbang.
" baiklah, aku akan perbaiki pada saat aku sampai ke kantor" sahut Hafni yang ramah dan sopan.
" baiklah sampai jumpa besok" sahut Hafni yang malas.
Safira hanya melihatnya juga ikut pusing dengan masalahnya.
" dasar bedebah" sahut Hafni yang kesal dan langsung mencopot hendsed yang ada di telinganya.
" dari kantor? apa kamu harus kembali?" sahut Safira yang bertanya ke Hafni, yang merasa lelah dan lemas.
__ADS_1
" sepertinya, sebenarnya bisa ku kerjakan besok. tapi aku tidak bisa tenang" sahut Hafni dengan napas berat karena ia harus pergi ke kantor hari ini.
" aku tahu, jika ada yang harus kamu kerjakan sebaiknya kamu kerjakan hari ini" sahut Safira yang tidak bisa berbuat apa - apa.
" kamu benar, ini sesuatu yang harus aku kerjakan" sahut Hafni yang hanya bisa mengikuti alur.
" lagi pula tidak ada yang melakukannya pada ku" sahut Hafni yang mulai berpikiran negatif.
" Fira, pulanglah dahulu" sahut Hafni yang menyuruh Safira pulang lebih dahulu.
" ohhh Hafni turunkan saya di sini saja " sahut Safira yang melihat halte bus di depan mata.
Hafni pun melihat halte bus di depan jalan langsung menepi ke halte bus.
" halte bus di depan sana " sahut Safira yang menunjuk halte bus.
" terima kasih" sahut Safira yang keluar dari mobil Hafni.
" hubungi aku jika terjadi sesuatu, jika dia menggoda mu singkirkan dia" sahut Hafni kepada Safira.
Safira pun memberi tanda anggukan karena ia mengerti, Hafni yang melihat Safira mengerti dengan perkataannya langsung melajukan mobilnya ke tempat kerjanya.
" akulah yang berusaha menggodanya" sahut safira yang menghela napas berat.
" ayok pergi" sahut Safira yang berjalan di depan halte.
kini pak Yudha sudah sampai di apartemen miliknya. saat ini di apartemennya pak Yudha sudah ada sepatu laki - laki. jadi pak Yudha memperlambat langkah kakinya agar mengetahui siapa yang ada di dalam. ternyata sepatu yang tadi itu pemiliknya adalah Safira teman serumah pak Yudha. Safira yang melihat pak Yudha sudah datang langsung menyapanya. pak Yudha pun melihat Safira menyapanya langsung pak Yudha juga menyapanya.
kini mereka berdua duduk bersama di sofa.
" aku" sahut Safira yang memulai pembicaraan mereka berdua.
" aku ingin minta maaf " sahut Safira yang merasa bersalah.
" karena itu aku datang malam ini" sahut Safira yang tidak mau keluar dari apartemen itu.
" saat aku mencium mu" sahut Safira yang berhenti sejenak pada kata mencium.
seketika pak Yudha langsung menoleh ke Safira karena mendengar kata mencium, langsung mereka berdua saling bertatapan.
" di halte bus" sahut Safira yang mengatakan hanya dengan menutup matanya.
" aku benar - benar minta maaf " sahut Safira Safira yang bersalah dengan pemilik apartemen itu.
__ADS_1
" aku sudah mencium mu " sahut Safira yang takut dengan jawaban pak Yudha.
" itu offside" sahut pak Yudha sambil meminum kopinya yang tadi Safira siapkan.
" apa?" sahut Safira yang tidak mengerti dengan perkataan pak Yudha.
" itu bukan serangan biasa, itu seperti offside menyerang ku tanpa pertahanan" sahut pak Yudha yang mengeluarkan semua keluh kesahnya pada saat Safira menciumnya.
" ya kamu benar, itu seperti offside" sahut Safira yang Gagap.
" aku sungguh minta maaf" sahut Safira yang meminta maaf ke pak yudha.
" iya , baiklah" sahut pak Yudha yang datar.
" apa kamu benar - benar marah" sahut Safira yang bertanya.
" kalau aku juga akan marah...." sahut Safira yang mau melanjutkan perkataannya tapi langsung di potong sama pak Yudha.
" marah" sahut pak Yudha yang spontan.
" marah dengan melibatkan emosi, saat seorang mendadak di serang Meraka merasa bingung dan merasa tidak senang" sahut pak Yudha menjelaskan semua keluh kesahnya.
" diserang? maksud mu aku menyerang mu?" sahut Safira yang membulatkan matanya.
" tidak bukan seperti itu? bukan seperti itu" sahut Safira yang melambaikan tangannya dengan arti tidak.
" aku... aku hanya terbawa perasaan pada malam itu" sahut Safira yang memegang dadanya dengan arti senang karena pada saat itu pak Yudha lah yang bisa membuat dia jadi tersenyum.
" tapi aku tidak bermaksud melecehkan mu atau semacamnya, aku juga tidak bermaksud menyerang mu " sahut Safira yang bersungguh - sungguh.
" sungguh, percayalah padaku" sahut Safira ke pak yudha.
pak Yudha yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas panjang dan menaruh gelas kopi yang ia minum.
" aku tahu sebaiknya, aku pergi dari sini sekarang" sahut Safira yang mau pergi dari apartemen itu.
sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini.
jangan lupa follow
ig: aprihl.ll
tik tok: Aprianibasir
__ADS_1
terimakasih ❤️