
" di perumahan baru, mengembangkan layanan jejaring sosial " sahut pak Yudha yang menjelaskan pekerjaannya pada ayahnya safira dengan sungguh - sungguh.
mendengar kata pak Yudha ayah pun seketika berpikir apa maksud dari perkataannya pak Yudha .
pak Yudha yang merasa ayah belum mengerti maksud dari perkataannya langsung saja mengingat kembali percakapannya dengan safira dengan fase kedua yaitu.
" yang kedua kamu harus memberikan jawaban yang singkat pada ayah" sahut pak Yudha yang mengingat kembali percakapannya dengan jelas.
" jika lebih dari dua kalimat, dia tidak akan mendengarkan " sahut pak Yudha yang mengingat kembali nomor kedua dari perkataannya yang satu berikan.
pak Yudha pun yang mengulang kembali perkataannya.
" aku bekerja di sebuah perusahaan teknologi informasi " sahut pak Yudha yang menjelaskan kembali perkataannya.
" oh teknologi informasi?" sahut ayah yang menganggukan kepalanya dan berpura - pura mengerti apa perkataannya pak Yudha.
" terus, teknologi informasi macam apa?" sahut ayah yang menoleh ke arah Rafi, Ainun dan juga ibu lalu ayah pun menoleh ke arah pak yudha dengan bertanya.
" dia seperti mengembangkan aplikasi perangkat " sahut pak Yudha yang menjelaskan kembali agar ayah safira lebih mengerti apa pekerjaan pak Yudha.
" begitu yaa" sahut ayah yang langsung menoleh ke arah safira.
" apa itu berarti perusahaan alih daya?" sahut ayah yang menoleh ke arah Rafi dan langsung menggerutu.
" yang terakhir, jika dia meminta penjelasan berikan dia contoh yang sangat terkenal dan kita ketahui" sahur pak Yudha yang menarik nafas panjang agar menjelaskan ulang pada ayah.
" jadi, kami mengembangkan semacam aplikasi yang di pakai banyak orang untuk mengobrol " sahut pak Yudha yang menganggukan kepalanya agar ayah bisa mengerti.
" begitu? jadi dimana perusahaan mu?" sahut ayah yang masih bertanya pada pak Yudha tentang perusahaannya Dimana.
" iya lokasinya berada dekat dengan jalan Timor " sahut pak Yudha pada ayah .
ayah yang mendengar perkataannya pak Yudha tiba - tiba matanya tertuju pada Yudha dengan arti menjelaskan kembali perkataannya.
safira yang sudah mengetahui sifat ayahnya langsung menoleh ke arah pak yudha.
__ADS_1
" maksudnya lokasinya berada dekat dengan kantor samudra '' sahut pak Yudha yang sudah mengerti akan tatapan matanya ayah.
" oo lokasi di area yang menguntungkan jadi, dia bekerja di tempat yang bagus" sahut ayah yang menoleh kearah Rafi dan langsung di berikan anggukan pada Rafi dan Rafi pun tak langsung memandang remeh dengan pria asing di depannya.
" semua konglomerat itu sudah kurang berpengaruh mengembangkan aplikasi perangkat dan jejaring sosial merupakan bisnis yang sebenar - benarnya di akhir bulan ini " sahut ayah yang ingat akan aplikasi baru yang kemarin mereka tayangkan.
pak Yudha yang mendengar ayah berbicara ia hanya bisa menganggukan kepalanya.
" di saat dia sedang bersemangat dan terus berbicara bisa di bilang misi mu hampir selesai " sahut pak Yudha yang melihat lekat mata ayah, dan di dalam hatinya sedang tersenyum akan misinya yang mau berhasil.
" mobil - mobil itu bisa berjalan sendiri meskipun mereka sedang terdiam, lihat mobilnya bisa berjalan sendiri" sahut ayah yang membulatkan matanya dan menoleh ke pak yudha.
" itulah yang biasa kita sebut dengan revolusi industri ke empat " sahut ayah yang sedang menghayal akan mobil - mobil mewah di perusahaan itu.
pak Yudha yang mendengarkan perkataan ayah langsung saja ia menoleh ke arah safira dan tersenyum.
safira juga langsung memberikan senyuman manisnya pada pak Yudha karena ia hampir berhasil.
ibu yang sedari tadi makan hanya bisa melihat tingkah anaknya dengan pria asing itu.
" sungguh " sahur ayah yang bertanya pada pak Yudha.
" sudah hentikan, ayo makan makanan mu itu keburu dingin" sahut ibu yang menyuruh ayah
untuk diam dan langsung memakan nasinya yang masih ada setengah di piringnya.
" terlalu banyak amberjecknya di dalam sup kepiting ini" sahut ayah yang sedang menuang satu centong kuah ke piringnya dengan nasi.
( amberjeck adalah Ikan Amberjack merupakan salah satu keluarga ikan "kuwe". Bentuk ikan Amberjack ini pada umumnya tidak jauh sama ikan kuwe, warna pada kulitnya agak sedikit gelap berwarna kuning. Ikan ini sudah termasuk kedalam katagori ikan predator, berat dan panjang ikan ini jika sudah besar mencapai 80kg, dan panjang 1,8meter ) .
safira pun langsung melirik ayah dan langsung bersiap memberi tahu pada ayah kenapa mereka berdua bisa datang ke sini.
" ayah, begini" sahut safira yang mengatur nafasnya agar memulai percakapannya dengan ayah berhasil dan tidak seperti 10 tahun yang lalu.
__ADS_1
ayah yang mendengar namanya di panggil jadi ayah pun langsung menoleh pada safira, tatapi sebelum safira memanggil ayah. ayah yang tadinya mau memasukkan kuah ke dalam mulutnya langsung saja berhenti karna di panggil safira.
" jadi .... kami ..... " sahut safira yang sedikit terbata - bata.
pak Yudha yang merasa tidak enak saat safira mau memperkenalkan mereka berdua datang ke rumah langsung saja ia merasa batuk tapi dengan suara kecil.
" ka.... kami ingin menikah" sahut safira yang menjelaskan pada ayah.
mereka semua yang sedang menyuapi makanannya ke dalam mulut seketika langsung tertuju pada pak Yudha dan safira.
" Astaga..... astaga menikah " sahut ayah yang langsung meletakkan sendinya ke dalam mangkuk dan langsung bertanya pada anaknya safira.
" be... begini, aku tahu ini aku beritahu secara tiba - tiba " sahut safira yang gugup sampai - sampai ia berkeringat dingin.
" tapi kamu berdua ini sudah pas untuk menikah pada usia 30 tahun ini" sahut safira yang meminta ijin pada ayah.
pak Yudha hanya melihat ayahnya safira hanya dengan melerok ke arah ayah.
dan ia pun penasaran apa jawaban dari ayah untuk mereka berdua.
" jadi kami berdua sudah berpikir dengan matang akan menyelenggarakan perayaan pesta nikah ini dengan cepat " sahut safira pada ayah.
ayah yang mendengar kata menikah hanya bisa mengagagap dan langsung menoleh ke arah Rafi dan juga ibu yang berada di sampingnya.
" apa kakak ini sedang hamil" sahut Rafi yang bertanya pada safira apakah ia menikah ini hanya karena ia sedang Hamil.
" tidak" sahut pak Yudha dengan mata yang menatap pada Rafi.
safira yang mendengarnya pun langsung saja batuk akan perkataannya pak Yudha tadi.
" tii... tidak mungkin" sahut safira yang menggelengkan kepalanya dengan arti tidak, dan saat ia sedang mengatakannya pun batuk secara tiba - tiba.
sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.
terimakasih ❤️
__ADS_1
selamat membaca ☺️