MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 59


__ADS_3

" baik guru" sahut Maruf yang menganggukan kepalanya lalu ikut pergi bersama pak Aldi.


dan saat Hafni mau masuk ke ruangannya tiba - tiba ada satu notifikasi pesan masuk pada ponselnya.


" ohh, ada pesan masuk untukku? " sahut Hafni yang membuka apa isi pesan itu.


" apa ini kamar nomor 303? kapan kamu bisa datang?" sahut Hafni yang membaca isi pesan masuk itu.


" ada apa dengan si bodoh ini" sahut Hafni yang kini sudah masuk di ruangannya.


" sudah ku bilang jangan minum terlalu banyak" sahut pak Tomi yang berbicara pada teman - temanya agar minum tidak terlalu banyak.


" ohh, nona Hafni apa kamu mau pulang ?" sahut pak Tomi yang berkata manis pada Hafni.


" apa kamu mau minum dengan bapak Aldi malam ini?" sahut pak Tomi serta teman - temanya yang berada dibelakangnya.


" Ah yang benar saja, aku saja tidak mendapat pesan darinya" sahut Hafni yang melihat pak Tomi dan juga teman - temannya.


" aku saja baru mendapatkannya" sahut pak Tomi yang mendapat pesan dari pak Aldi.


Hafni pun yang merasa tidak mendapat pesan dari pak Aldi, ia pun langsung membuka benda pipih yang ia pengang di tangannya dan melihat apakah pak Aldi memberinya pesan atau tidak.


baru saja Hafni mau melihat pesan itu pak Tomi pun langsung berbicara.


" kalau begitu apakah kamu mau ikut dengan kami?" sahut pak Tomi yang bertanya pada Hafni apakah ia mengikutinya atau tidak.


" aku ada pertemuan penting, jadi aku tidak bisa ikut. maaf" sahut Hafni yang lebih mementingkan pertemuannya dengan client dari pada pertemuannya dengan pak Tomi.


" pertemuan apa? dan dengan siapa kamu bertemu?" sahut pak Tomi yang tidak percaya kalau Hafni ada pertemuan yang lebih penting dari padanya.


" apakah kamu ingin kencan malam ini? " sahut Tomi yang bertanya lagi pada Hafni.


" tidak juga " sahut Hafni yang menggelengkan kepalanya dan tak lupa pula ia sedikit tersenyum saat menjawabnya.


" itu benar dan terlihat jelas dari riasan wajah dan pakaian mu yang rapi" sahut pak Tomi yang memajukan kepalanya mendekat ke arah Hafni.

__ADS_1


Hafni yang mendengar omongan dari pak Tomi langsung saja ia merapikan poninya yang sedikit terturun.


" apa dia punya pacar?" sahut pak Tomi yang menoleh ke arah teman - temanya dan bertanya.


" pacar" sahut pria berjas biru yang mengulangi ucapan dari pak Tomi.


dan saat pak Tomi bertanya pada temannya ia melepaskan lebih dulu kacamata hitamnya.


" aku akan pergi ke pertemuan berikutnya" sahut Hafni yang sedikit ramah saat menjawabnya.


" jadi kalau tidak ada lagi saya pergi dulu, sampai jumpa" sahut Hafni yang Sopan saat berpamitan pada pak Tomi dan juga kawan - kawanya.


" baiklah, kalau begitu " sahut pak Tomi yang ikut pergi meninggalkan Hafni.


" kamu jangan telat pulang karena ini sudah malam! dan jangan lupa minum" sahut pak Tomi yang mengingat kembali pada Hafni agar ia tidak pulang lambat dan juga tidak lupa minum air yang cukup.


" dan juga pasti ibumu juga pasti sangat cemas saat kamu pulang malam" sahut pak Tomi yang sudah jauh dari jangkauan Hafni.


Hafni hanya bisa melihat pak Tomi dan juga kawan - kawannya dari belakang, dan setelah mereka pergi atau jauh dari dekapannya Hafni ia pun langsung membuang napas beratnya.


saat Hafni melihat pak Tomi dan juga kawan - kawannya sudah jauh dari jangkauannya ia pun langsung membalikkan badannya ke arah lift dan ia pun tak lupa merapikan kembali poninya yang sedikit berantakan.


saat sampai di loby perusahaan Hafni pun melangkahkan kakinya dengan cepat agar ia bisa cepat pulang.


tapi pada saat Hafni pergi ke arah halte bus tiba - tiba ia bertemu dengan Maruf pacarnya Masnun.


" hei, apa semua karyawan di perusahaan mu pakaiannya seperti ini?" sahut Maruf yang bertanya pada Hafni karena melihat pakaian kerja dari Hafni seperti tidak bagus.


" kenapa kamu harus panggil aku ke sini? disini macet sekali" sahut Hafni yang gaya bicara seperti ngajak ribut, dan tak lupa juga ia mencakar pinggangnya saat berbicara lalu melihat alat transportasi yang berlalu - lalang.


" aku ajak kamu ke sini karena kamu harus ikut aku " sahut Maruf yang sedikit tersenyum ke arah Hafni.


" bukannya pacarmu sedang bekerja disini? kenapa kamu tidak mengajar pacarmu saja untuk ikut kamu berjalan" sahut Hafni yang menoleh ke arah kanan yang tepatnya itu tempat kerjanya Masnun.


" tidak bisa, aku harus membelinya secara diam - diam" sahut Maruf yang ikut menoleh ke arah tempat kerja Masnun.

__ADS_1


" mau membeli apa?" sahut Hafni yang bertanya pada Maruf dengan nada malas.


" nanti saja baru kamu tahu" sahut Maruf yang menyuruh Hafni agar jalan bersamanya.


disisi lain masnun sedang berada didalam tempat kerjanya.


dan saat Masnun sedang membuka pintu lantai atas tiba - tiba matanya tertuju pada seorang pria yang sedang membuka pintu di toko sebelah, ya pria itu adalah pacarnya sendiri.


" sedang apa yang ia lakukan dipukul segini?" sahut Masnun yang bertanya pada dirinya sendiri.


" apa dia datang kesini untuk menjemput ku?" sahut Masnun yang sedikit tertawa kecil akan melihat pacarnya yang terlebih dahulu datang menjemputnya tanpa ia menelponnya.


baru saja Masnun tertawa tiba - tiba raut wajahnya berubah saat ia melihat Hafni didekat Maruf.


" a... apa yang terjadi?" sahut masnun yang sedikit kesal saat Hafni didekat pacarnya.


" kenapa dia tidak menghubungi ku, dan kenapa mereka berdua ada disini?" sahut Masnun yang mulai cemberut dan tadinya ia melihat ke arah Maruf tapi saat ia melihat Hafni keluar dari toko itu langsung saja ia menoleh ke arah lain supaya mereka berdua tidak melihatnya di lantai atas tempat kerjanya.


masnun yang merasa banyak pertanyaan di pikirannya pun ia langsung menelpon pacarnya itu dengan penjelasan yang sesuai .


" hallo" sahut Masnun yang sudah menyambung telponnya.


" iya hallo" sahut Maruf yang sedikit menjauh dari Hafni agar Masnun tidak mendengarnya yang saat ini ia sedang bersama Hafni.


" kamu sedang dimana ?" sahut Masnun yang bertanya pada pacarnya yang berada dimana Sekarang.


" apa ? a... aku sedang berada di kantor" sahut Maruf yang sedikit gagap saat berjawab pertanyaan dari pacarnya.


" benarkah?" sahut Masnun yang bertanya lagi pada Maruf apakah ia ingin merubah jawabannya atau tidak.


" iya, emangnya ada masalah?" sahut Maruf yang bertanya pada Masnun apakah ada masalah dengannya atau tidak.


" tidak, aku hanya ingin mengabari mu bahwa aku akan segera pulang" sahut Masnun yang sedikit melirik ke arah Maruf dan juga Hafni.


sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. maaf baru bisa upload.

__ADS_1


selamat membaca ☺️


terima kasih 🙏


__ADS_2