MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 29


__ADS_3

" sampai jumpa" sahut pak Yudha yang melangkahkan kakinya menuju pintu masuk.


" baiklah, bersikaplah seperti orang normal maka kamu akan bisa menikah " sahut pak Aldi yang mendukung pak Yudha untuk secepatnya menikah.


" halo, senang bertemu dengan mu pak, pak saya Aldi Taher" sahut pak Aldi yang menyapa sesama rekan bisnis.


" aku akan membuka perusahaan kencan" sahut pak Aldi yang bercanda pada rekan bisnisnya.


" safira" sahut Hafni yang kini mau menelpon safira tapi ia takut akan safira marah padanya.


dan kini Hafni sedang berada di kamar kecil, dan pada saat ia menelpon safira tapi masih takut.dan ia pun berpikir kalau ia marah terus lebih baik ia keluar dari kamar mandi.


dan pada saat safira keluar ia menabrak seseorang.


" coba lihat yang kupunya" sahut pak Aldi yang sedang menelpon.


dan tiba - tiba mereka berdua menabrak satu sama lain.


" oh astaga, maafkan aku" sahut pak Aldi yang langsung merapikan buku - bukunya yang berserakan karena jatuh.


Hafni yang merasa bersalah karena menabrak orang asing ia pun membantu pak Aldi untuk membersihkan buku - buku yang berserakan.


" maafkan aku, apa kamu baik - baik saja " sahut pak Aldi yang merapikan barang - barangnya.


" iya" sahut Hafni yang ikut merapikan barang - barang pak Aldi.


dan pada pak Aldi membereskan barang - barang milik Hafni ( maaf yaaa kawan - kawan ternyata barang yang terjatuh itu milik Hafni) ia menemukan kartu kerja Hafni.


ia pun langsung memengang kartu nama itu dan langsung berdiri dan membacanya.


" ini...." sahut pak Aldi yang meraba saku - saku di pakainya.


" sepertinya sudah ku pakai kemarin. apa tidak? " sahut pak Aldi yang melihat ke arah tembok kamar mandi.


Hafni yang melihat pak Aldi berbicara ia pun langsung berdiri dan berkata.


" berikan itu kepada ku" sahut Hafni yang meminta kartu namanya itu.


" berikan apa?" sahut pak Aldi yang berpura - pura tidak tahu.

__ADS_1


" itu" sahut Hafni yang menunjuk ke kartu namanya.


" itu punya ku" sahut Hafni yang malas dengan orang asing.


" kartu nama ini?" sahut pak Aldi yang perlahan memberikan kepada Hafni.


" berikan " sahut Hafni yang langsung pergi dan meninggalkan pak Aldi.


pak Aldi yang seketika langsung bengong dengan tingkah Hafni, pak Aldi yang langsung mengikuti Hafni dari belakang, tapi pada saat pak Aldi sedang berpapasan dengan rekan kerjanya Hafni pun langsung menghilangkan dari tempat itu.


" itu dia, bagaimana mana bisa dia tidak mengenaliku? " sahut pak Aldi yang mencari - cari wanita itu ke sana kemari.


" wanita bernama Atika ini, menjadi pemilik kediamannya setelah membunuh pemilik rumah aslinya" sahut ibu Afika yang menjelaskan tentang naskah drama atau cerita mereka.


" lalu penulis kaya yang bernama Wati kebetulan pindah ke asrama itu, untuk mencari ibunya" sahut ibu Afika yang memandang ke arah pak Tomi dan pak Latif bersama safira apakah mereka mengerti atau tidak.


" dan ternyata mereka berdua adalah saudara tiri" sahut ibu Afika yang masih lanjut menjelaskan naskah itu.


" dahulu kamu selalu terlihat bahagia sekali saat menulis sesuatu, dan kamu tidak merasa bahagia saat menulis belakangan ini?" sahut safira yang mengingat kembali percakapannya dengan Masnun tadi.


" ada juga wanita yang menyukai pria lain " sahut ibu Afika yang menjelaskan ke tiga orang yang ada di ruangan itu, tapi berbeda dengan safira ia melamun akan percakapannya Masnun dan ia tadi.


" benar" sahut pak Latif yang menoleh ke pak Tomi dan ibu Afika.


" benar, bukan ?" sahut ibu Afika yang bertanya pada safira.


" bagaimana menurut mu nona safira?" sahut pak Latif yang juga bertanya pada safira.


" aa.... apa?" sahut sahut yang merasa semua orang yang di ruangan itu memandangnya.


" akhh .... eeee.. ini .... ini menarik" sahut safira yang tidak mengerti awalan ibu Afika menjelaskan naskah itu.


" apanya yang menarik?" sahut safira yang tidak mengerti.


dan seketika ketiga orang di dalam ruangan itu menoleh ke arah safira.


" cerita ini soal orang yang tinggal di asrama siswa " sahut safira yang bertanya pada semua orang.


" mengapa orang kaya tinggal dan bersembunyi di sini?" sahut safira yang masih memikirkan perkataan Masnun kepadanya tadi.

__ADS_1


" cerita ini tentang percintaan masa muda jadi, kenapa harus ada saudara tiri?" sahut safira bertanya pada semua orang.


" safira, coba pikirkan" sahut pak Tomi yang menyuruh safira memikirkan kembali penjelasannya ibu Afika.


" sebaiknya kita ikuti juga alur cerita yang tidak bermutu juga dan untuk apa kita membodohi para pembaca? " sahut safira yang menjelaskan kepada pak Tomi, ibu Afika dan juga pak Latif.


" safira, kamu baru saja mengatakan tidak bermutu? dan bukankah itu terlalu kasar?" sahut ibu Afika menjelaskan kembali pada safira.


" aku hanya berusaha untuk membantu mu bukan mengambil alih pekerjaan mu" sahut ibu Afika yang mengeraskan suaranya.


" apa kamu tidak mau menjalankan pembuatan cerita mu ini?" sahut ibu Afika yang mulai geram dengan safira karena sedari tadi ia menjelaskan dengan susah payah safira dengan seenaknya mengatakan itu tidak bermutu.


" aku yang memilih " sahut safira yang mau ceritanya ikut dengan pemikirannya sendiri.


" dan drama ini jadi atau tidak, itu adalah karya ku" sahut safira yang mulai pasrah dengan karyanya.


di sisi lain pak yudha baru pulang dari kantor, ia pun masuk ke dalam rumah dalam keadaan lelah dan letih. dan langsung mengambil sepucuk Koran baru di tempat majalah.



setelah mengambil koran pak Yudha pun menuju ke dapur untuk mengambil minuman kaleng.


dan setelah selesai minum pak Yudha pun mau membuang kaleng itu, dan pada saat pak Yudha membuang kaleng itu ia lupa akan mendaur ulang sampah - sampah plastik.


ia pun yang kelelahan langsung merebahkan tubuhnya di sofa karena kelelahan akan banyaknya lembur.


pada saat pak Yudha mau menutup matanya untuk tidur ada notifikasi masuk ke hpnya.


" mengirim pesan untuk teman kencan buta mu" sahut pesan masuk ke hp pak Yudha.


" sudah sampai rumah dengan selamat? " sahut pak Yudha yang mengirim pesan itu pak Aldi, yaa orang yang mengirim pesan itu adalah pak Aldi.


" jika dia sampai rumah dengan selamat, lalu apa?" sahut pak Yudha yang melihat ke langit - langit rumahnya.


" ini hanya membuang waktu " sahut pak Yudha yang mau menutup matanya dan pada saat ia menutup kucingnya Kitty sedang mendorong mangkuk makanannya yang kosong.


" ohh astaga aku hampir lupa" sahut pak Yudha yang langsung mengambil sekotak makanan kucing untuk Kitty.


sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.

__ADS_1


terimakasih ❤️


__ADS_2