MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 26


__ADS_3

" karena ini rumah ku " sahut safira yang sudah memegang gagang pintu masuk.


" ini adalah rumah putra ku " sahut wanita itu yang mendekat ke safira.


" apa?" sahut safira yang kaget kalau ibu yang tadi di sampingnya adalah ibu dari pak Yudha.


safira dan ibu itu langsung masuk ke rumah, safira yang masuk dengan sigap langsung ke kamarnya ia hanya bisa mondar - mandir dan menggigit jarinya. ia yang penasaran dengan apa yang dilakukan ibu itu, safira pun langsung menguping dari balik pintu apa pembicaraannya dengan pak Yudha.


" tidak usah" sahut ibu dari pak Yudha yang membanting gelas itu dengan ngos-ngosan.


" jadi, dia bukan pacarmu " sahut ibu pak Yudha yang menunjuk ke kamarnya safira.


" sudah ku bilang dia adalah teman serumah ku" sahut pak Yudha yang mau menuang air ke gelas ibunya.


" teman serumah apanya, dia seorang wanita" sahut ibu pak Yudha yang meminum air putih.


" dia bukan pacarmu kan, tapi kamu tinggal bersamanya ?" sahut ibu yang bertanya pada pak Yudha.


" aku tinggal bersamanya bukan karena ia pacarku" sahut pak Yudha yang menjelaskan ke ibunya.


" dia itu penyewa" sahut pak Yudha ke ibunya.


" kamu sungguh tidak akan menikah?" sahut ibu yang tidak bisa berkata - kata lagi ke anaknya.


" apa kamu mau ibu mu ini mati ?" sahut ibu yang menunjuk ke dirinya.


" kenapa ibu membahas itu lagi" sahut pak Yudha yang tidak suka kalau ibunya berkata mati.


" aku sudah bilang aku tidak mau menikah " sahut pak Yudha yang menjelaskan kepada ibunya Kalau ia tidak mau menikah.


" ayahmu ini ingin bercerai" sahut ibu yang marah besar pada pak Yudha.


" dia akan menceraikan ibu kalau kamu tidak akan menikah " sahut ibu yang sedih tapi tidak keluar air mata.


" apa kamu mau melaluinya pada umur ibu yang seperti ini" sahut ibu yang memegang dadanya lalu menoleh ke arah pak yudha.

__ADS_1


" tolong pahami ibu, ibu ingin bahagia" sahut ibu yang meminta agar ia menikah dengan safira.


" bagaimana kamu begitu egois" sahut ibu ke pak yudha.


kini ibu dan pak Yudha pun menyudahi percakapan mereka, dan saat ini pak Yudha menyuruh ibunya untuk istirahat sebentar dan pak Yudha mau mengobrol dengan safira akan pasal pernikahan.


" sebelumnya maafkan aku " sahut pak Yudha yang meminta maaf sebelum percakapan mereka di mulai.


" biasanya aku tidak pernah menerima orang lain berkunjung ke rumah" sahut pak Yudha dengan safira sedang jalan - jalan santai dengan melewati bunga - bunga yang indah.


" dia itu bukan orang biasa, dia itu adalah ibu mu " sahut safira yang cerita awal mereka adalah ibu.


" semua orang tua itu pasti peduli pada anak mereka " sahut safira yang menoleh ke arah pak yudha.


" yang mereka inginkan adalah untuk memenuhi keinginan mereka melalui anak - anak mereka " sahut pak Yudha yang tahu kalau ibunya menginginkan pak Yudha menikah agar hubungan ibunya dengan ayahnya tidak terpecah belah.


" jika tidak masalah, kamu bisa mengabaikan dia " sahut pak Yudha yang memberitahu safira dan seketika langkah kaki mereka berdua terhenti.



" tidak, bagaimana bisa aku mengabaikannya? " sahut safira yang menggelengkan kepalanya dengan tanda tidak suka.


" sutradara yang ku kenal bilang ada ruangan kosong yang bisa ku tempati" sahut safira yang mengingat perkataan pak Tomi Minggu lalu.


" dan aku juga bisa tinggal di sana sementara" sahut safira yang memberi tahu pak Yudha kalau ia akan tinggal di luar sampai ibunya pulang.


" pada saat uangku sudah cukup, aku akan menyewa kamar sendiri " sahut safira yang sudah memikirkan uang hasil kerjanya untuk apa saja.


" baiklah, aku akan mengembalikan uang sewa bulan ini ke rekening mu" sahut pak Yudha yang ingin mengembalikan uang sewa safira.


" kalau begitu aku akan pergi bekerja dulu" sahut pak Yudha yang pamit ke safira.


" iya " sahut safira dengan senyuman manisnya.


safira pun tiba ke apartemen dan langsung merapikan pakaiannya dan langsung memasukkan ke dalam koper.

__ADS_1


" Kitty" sahut safira yang mengelus - Elus bulu Kitty, yaa sekarang ini safira dan Kitty berada dalam kamar safira.


" aku sudah terlanjur dekat dengan mu " sahut safira ke kucing Kitty.


" aku tahu kamu akan bosan setelah aku pergi" sahut safira yang mengelus perut kucing Kitty.


" apa ini " sahut safira yang memulai mengotak - Atik komputernya.


" apa?" sahut safira yang memajukan kepalanya dekat dengan layar leptop, dan yang tadinya Kitty sedang tertidur di baju - baju yang safira susun tiba - tiba bangun karena kaget.


" pak ini bukanya hanya perbaikan sederhana" sahut safira yang kini berada di ruangan bersama pak Latif.


" ini hanya drama yang berbeda" sahut safira yang memperlihatkan kertas itu ke pak Latif.


" ada apa? apa kamu setuju penulis Afika yang memperbaiki naskah mu" sahut pak Latif yang sedang mengatur barang - barang yang ada di ruangan itu.


" tapi keseluruhan dari ceritanya, tapi apa bedanya ini dengan drama konyol lainya " sahut safira yang menunjuk kertas naskah itu ke arah pak Latif.


" maksudku, kenapa harus menambahkan kisah rahasia kelahiran di dalam cerita masa mudanya?" sahut safira yang menjelaskan kenapa di dalam naskahnya tidak ada biodata kelahiran tokoh utama.


" nona safira, kenapa kamu bersifat seperti amatir" sahut pak Latif ke safira ( amatir adalah kegiatan yang di lakukan atas dasar kesenangan dan bukan untuk memperoleh nafkah, misalnya pada orang yang bermain musik, melukis, menari untuk sebagai kesenangan) .


" maaf?" sahut safira yang tidak mengerti perkataan pak Latif.


" kita semua tahu kalau cerita masa muda itu segar, dan menarik" sahut pak Latif yang menjelaskan ke safira.


" tapi akan adakah orang yang menontonnya?" sahut pak Latif yang bertanya pada safira.


" orang hanya menontonnya pada saat masa konflik saja" sahut pak Latif yang menjelaskan tentang naskah yang di buat safira.


" nona safira, ku dengar kamu lulusan universitas Nasional Indonesia. aku juga mendengarnya dari penulis Afika" sahut pak Latif yang mendengar biodata safira dari ibu Afika.


" pendapatan teman - teman mu pasti banyak" sahut pak Latif yang meremehkan safira.


" dan seharusnya kamu juga yang pada usia 30 tahun ini, dan bagaimana bisa kamu tinggal di tempat seperti ini" sahut pak Latif yang tidak suka akan tempat tinggal baru safira.

__ADS_1


sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.


terimakasih ❤️


__ADS_2