
" nona safira, ku dengar kamu lulusan universitas Nasional Indonesia, aku mendengarnya dari penulis Afika" sahut pak Latif yang mendengar biodata safira dari ibu Afika.
" pendapat teman - temanmu pasti banyak " sahut pak Latif yang meremehkan safira.
" dan seharusnya kamu juga pada usia 30 tahun ini, dan bagaimana bisa kamu tinggal di tempat seperti ini" sahut pak Latif yang tidak suka akan rumah baru safira.
" benar kan" sahut pak Latif ke safira.
safira yang mendengar penjelasan dari pak Latif hanya bisa tertunduk.
di sisi lain pak yudha yang baru pulang dari kantornya langsung mendapat telpon dari ibunya.
" dia guru di sekolah ayah mu bekerja dahulu " sahut ibu pak Yudha yang memberitahu guru yang bekerja di tempat ayahnya dahulu.
" umurnya baru 28 tahun jadi, jarak usianya sempurna" sahut ibu yang mau menjodohkan pak Yudha dengan guru itu.
" baiklah, aku sudah mendengarnya" sahut pak Yudha yang menaruh sepatunya di rak sepatu dan menggantinya dengan sendal rumah.
" jangan terlambat, Yudha cobalah untuk perhatian demi ibu mu" sahut ibu yang meminta pak Yudha untuk lebih perhatian padanya dari pada kucingnya Kitty.
" baiklah, selamat malam " sahut pak Yudha yang mau menutup telponnya dan langsung menaruh tas kerjanya dan juga hpnya di atas meja dan langsung mengambil air es di dalam freezer.
tapi pada saat pak Yudha mau membuka pintu freezer ada kertas memo yang tertempel.
" maaf aku aku tidak bisa mengatakan langsung, terima kasih atas semuanya" sahut safira yang sudah meninggalkan apartemen pak Yudha.
pak Yudha yang tadinya mau mengambil air di freezer untuk minum tapi dengan adanya surat itu pak Yudha langsung melangkah kakinya ke kamar safira, dan ternyata betul kamar safira sudah rapi dan bersih.
pak Yudha pun langsung membersikan dirinya dan langsung tidur karena besok ia harus menghadiri pesta pernikahan bersama pak Aldi.
" dia mengambil pakaian dalam pria" sahut safira yang menulis naskah dramanya.
dan kini penulis drama safira sudah selesai safira pun tidur pada pukul 23.30 WIB.
" mempelai pria masuk" sahut host yang menyuruh mempelai pria masuk, dan di beri sebutan oleh penonton dengan tepuk tangan.
" mempelai wanita masuk" sahut host dan langsung mempelai wanita di temani oleh ayahnya untuk maju.
__ADS_1
" cantik " sahut pak Aldi yang berteriak pada saat mempelai wanita maju.
" itu bukan masalah besar menikah - lah saja" sahut pak Aldi yang sudah tahu kalau ibunya pak Yudha menyuruhnya untuk menikah.
" itu bukan masalah besar bergabunglah lagi di militer, apa bedanya?" sahut pak Yudha sambil tepuk tangan.
" itu berbeda, coba lihatlah disana " sahut pak Aldi yang menunjuk pada mempelai pria dan wanita.
" semua akan berakhir setelah melakukan ini satu jam, dan memberi hormat kepada para sesepuh . itu saja" sahut pak Aldi yang menjelaskan tentang pernikahan.
" jadi, mereka pulang setelah menikah?" sahut pak Yudha yang bertanya pada pak Aldi.
" mungkin saja" sahut pak Aldi yang tidak tahu.
" ada berbagai jenis pasangan, ada pasangan terbuka dan pasangan yang terakhir adalah pasangan akhir pekan tanpa se*SK" sahut pak Aldi yang menoleh ke arah pak yudha.
" apanya yang sulit" sahut pak Aldi yang ikut setuju dengan ibunya pak Yudha.
" ayah mu berjanji akan melunasi semua pinjaman pada saat kamu menikah" sahut pak Aldi ke pak yudha.
" kalo aku jadi kamu aku pasti aku akan menikah, karena pada saat menikah tidak ada pinjaman yang sebanyak itu yang harus dipikirkan untuk membayar" sahut pak Aldi yang terus memandang kedua mempelai itu.
" mempelai pria dan wanita akan saling memberi hormat " sahut pak host kepada kedua mempelai.
" mereka pasangan yang serasi " sahut pak Aldi yang berteriak dan juga menepuk tangannya.
" kenapa dia tidak datang " sahut Hafni yang juga berada dalam pesta itu.
" mungkin dia terlambat" sahut Masnun yang ikut menoleh ke arah pintu masuk.
" dia ada pertemuan" sahut Masnun yang yang terharu akan pernikahan itu, dan ia tidak mau meninggalkan sedikit momen - momen ini.
" mengapa kamu di sini padahal ini adalah pernikahan teman kuliah ku" sahut Hafni yang menoleh ke arah Masnun yang bertanya padanya.
" dia juga teman kuliahnya Maruf " sahut Masnun yang memicingkan matanya ke arah Hafni dan langsung memalingkan wajahnya ke arah kedua mempelai itu.
" Hafni...... Hafni...." sahut teman sekantor Hafni yang duduk di belakang Hafni.
Hafni pun menoleh ke belakang karena merasa ada yang memanggilnya pada ternyata itu adalah teman sekantor Hafni.
__ADS_1
" hai..." sahut Hafni yang di lanjuti dengan Masnun yang ikut menoleh ke arah belakang.
dan pada saat Masnun Menoleh ke belakang safira pun datang dari pintu masuk.
" safira" sahut Masnun yang melambaikan tangannya ke arah safira.
safira pun ikut melambaikan tangannya ke arah Masnun dan juga Hafni.
" selamat pak " sahut pak Aldi yang berjabat tanah dengan orang tua dari mempelai.
" acaranya bagus pak" sahut pak Aldi ke ayah temanya.
" terima kasih" sahut ayah mempelai pria yang tersenyum pada pak Aldi.
" selamat.... selamat" sahut ibu - ibu yang berjabat tangan pada orang tua kedua mempelai.
" terima kasih " sahut kedua orang itu tak lupa juga dengan senyuman.
" hiduplah bahagia" sahut ibu dan bapak yang selamat pada kedua mempelai.
" gaun mu cantik sekali " sahut nona berbaju putih pink ke nona berbaju kuning.
" ohh iya Hafni boleh minta kartu nama mu?" sahut nona berbaju putih pink yang meminta kartu nama ke Hafni.
" aku melamar ke perusahaan tempat kerja mu " sahut nona berbaju putih pink yang menjelaskan kenapa ia bisa meminta kartu nama Hafni.
" aku tidak bisa melakukannya soal itu" sahut Hafni yang sedang memotong steak daging untuk di makan.
" suruh dia mengirim surel jika punya pertanyaan" sahut Hafni yang memberi kartu namanya ke nona berbaju putih pink.
safira dan Masnun yang melihat percakapannya Hafni dan nona berbaju putih pink hanya tersenyum tapi, beda lagi dengan Masnun hanya tersenyum sinis ke arah mereka berdua.
" ku dengar kamu panutan di departemen bisnis " sahut nona berbaju kuning yang memuji Hafni.
Hafni yang mendengarkannya di puji hanya bisa tertunduk dan tersenyum malu.
" berikan aku juga kartu nama mu " sahut nona berbaju kuning meminta kartu nama Hafni.
sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.
__ADS_1
terimakasih ❤️