
" saat ku putuskan mengejar mimpi ku" sahut safira yang menuruni anak tangga untuk melewati jembatan.
" ku pikir hidup ku ini akan seperti berjalan di terowongan gelap" sahut safira yang tidak tahu arah tujuannya.
" tapi aku tidak menyangka dan aku juga tidak menyangka akan sesepi ini" sahut safira yang mulai menangis.
" seberapa jauh, seberapa jauh aku harus pergi ? " sahut safira yang berteriak di dalam terowongan dengan dengan nada menangis.
" aku harus bagaimana?" sahut safira yang terjatuh dan menangis akan kehidupannya.
" kenapa aku harus kemari ?" sahut safira yang memandang apartemen pak Yudha dari luar.
" kenapa ?" sahut safira dengan nada melemas tapi matanya tidak berkutik ke tempat yang lain.
" kenapa tubuh ku melakukan ini?" sahut safira yang terus memandang apartemen pak Yudha.
pada saat safira mau pulang kembali ke tempatnya tak di sangka pak Yudha pun berada di luar dengan memengang 1 kaleng minuman.
pak Yudha pun kasihan dengan safira, menyuruhnya untuk masuk dan menonton sepak bola kesukaan safira.
" Arsenal harus melakukan terobosan, seperti tendangan terakhir di belokkan ke bek" sahut presenter sepak bola.
pak Yudha yang tadinya menyuruh safira masuk langsung mengambil 1 kaleng minuman untuk ia minum.
" Chelsea masih unggul satu gol, Arsenal mendapat bolanya kembali" sahut presenter yang makin panas akan memasukan bola ke gawang.
" bola di koper " sahut presenter yang makin hot.
dan pada saat pak Yudha memberikan 1 kaleng minuman kucing Kitty sudah duduk di pangkuan safira dan langsung tidur.
" ini tampak menjanjikan " sahut presenter akan janji pemain akan memenangkan pertandingan hari ini.
" walking" sahut presenter.
" dia menendang di dalam Kotak gawang ! suchesh " sahut presenter yang menyebut nama pemain Arsenal.
dan seketika pak Yudha menoleh ke arah safira dan safira yang merasa pak Yudha menoleh ke arahnya ia pun terpaksa menoleh. safira pun mengerti apa maksud dari tatapan dan Pak Yudha.
" itu" sahut safira yang gugup.
" tadi aku sedang tidur, lalu aku terbangun karena mimpi" sahut safira yang menjelaskan maksud kedatangannya ke sini.
" aku berjalan - jalan sedikit, lalu entah bagaimana aku bisa sampai ke sini" sahut safira yang menoleh ke arah pak yudha.
" begitu yaa, sepertinya kamu itu mimpi buruk" sahut pak Yudha yang datar namun dingin.
__ADS_1
" yaa, itu terowongan yang tak berujung" sahut safira yang mengingat kembali akan terowongan gelap itu.
" aku berjalan melewatinya sendirian" sahut safira yang menarik nafas panjang dan mengeluarkan semua yang pak Latif lakukan padanya.
" begitu yaa" sahut pak Yudha yang tanpa menoleh ke arah safira.
" ya Welbeck di sana " sahut presenter yang pada saat ini Welbeck yang membawa bola.
( Welbeck itu adalah pemain sepak bola Inggris yang bermain untuk Watford dengan tim nasional Inggris. dia berposisi sebagai striker dan juga bisa bermain di sayap. Welbeck mengawali karirnya melalui tim muda Manchester united sebelum membuat deput seniornya pada tahun 2008 dan mencetak gol ).
" mereka harus mengoper yang lebih baik " sahut pak Yudha yang sedari tadi meneliti semua pemain sepak bola.
" benar " sahut safira yang sedari tadi menunduk dan mengelus - Elus bulunya Kitty.
" bagaimana kabar mu?" sahut safira yang bertanya pada pak Yudha tentang keadaannya pada saat safira keluar dari apartemen.
" baik " sahut pak Yudha yang berpura - pura dan langsung meminum - minum kaleng.
" ada yang ingin aku katakan" sahut pak Yudha yang bertanya pada safira dengan nada datar.
" silahkan" sahut safira yang menoleh ke arah pak yudha.
" iya?" sahut safira yang bertanya pada pak Yudha tentang perkataannya.
" maukah kamu...... menikah dengan ku?" sahut pak Yudha yang melihat safira dengan penuh arti.
" saat itu aku hanya ingin jatuh ke dalam sesuatu entah itu ke dalam lubang got atau lubang besar, itu tidak masalah " sahut batin safira yang menginginkan sendiri tapi ternyata Tuhan berkehendak lain .
" iya " sahut safira yang tanpa berpikir panjang pada saat menjawabnya.
" aku hanya ingin tidur nyenyak malam ini " sahut batin safira yang tanpa memikirkan pernikahan tapi ia hanya mau tidurnya nyenyak.
" apa?" sahut safira yang baru sadar dari lamunannya.
" apa katamu?" sahut safira yang membulatkan matanya.
" menikah" sahut pak Yudha yang datar .
" untuk apa ..... untuk apa menikah ? untuk apa kita menikah" sahut safira yang menunjuk pada dirinya dan juga pak Yudha.
" untuk apa kita melakukan hal seperti itu?" sahut safira yang tiba berbuat apa - apa .
" kenapa ?" sahut safira yang bertanya pada pak Yudha.
__ADS_1
" lupakan saja, anggap saja ini tidak pernah terjadi" sahut pak Yudha yang langsung menonton acara sepak bola.
" apa?" sahut safira yang tidak mengerti .
" aku bercanda, lupakan saja " sahut pak Yudha yang datar.
" sebaiknya aku tidur " sahut pak Yudha yang bangun dari duduknya dan pergi.
" ahhkk, seprai masih ada di kamar lama mu" sahut pak Yudha yang memberi tahu safira sebelum tidur.
" sarung bantalnya sedang ku cuci " sahut pan Yudha yang menoleh ke arah safira.
" ohh tidak usah " sahut safira dengan sigap berkata tidak.
" tidak bersih jika tidak memakai sarung bantal " sahut pak Yudha yang menjelaskan pada safira kalau ia harus memakai sarung bantal.
" tidak , maksud ku aku akan pergi dari sini" sahut safira yang langsung meletakkan minumannya.
" su....sudah ku bilang aku hanya jalan - jalan " sahut safira yang mau pergi dari rumah.
" aku akan pergi, terima kasih atas minumannya " sahut safira yang mau pergi dari apartemen.
safira pun dengan sigap langsung keluar dari apartemen pak Yudha, setengah keluar dari apartemen ia pun berniat untuk mencari taksi online agar mengantarnya ke rumah.
" pencari tujuan " sahut safira yang mulai mencari alamat rumahnya.
" jln Sukro indah " sahut safira yang mencari alamat rumahnya untuk pulang.
" kenapa alamat ku tidak terdeteksi ? " sahut safira yang mulai lelah dengan semuanya.
tiba - tiba ada pesan yang masuk di hp safira.
yaa dia itu adalah induk semangnya safira.
setelah membaca pesan dari pak Yudha pun ia sendiri merasa tidak mau tapi pada hpnya sudah pukul 03.00 WIB.
ia pun langsung masuk ke dalam rumah, ia pun langsung masuk ke kamarnya.
" aku memberi mu pesan karena jarang ada taksi pada jam semalaman ini" sahut pak Yudha pada pesan baru.
" kalau sudah di depan masuk saja saya tidak kunci " sahut pesan dari pak Yudha.
sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta beri tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini karena masa PPKM berjalan.
terimakasih ❤️
__ADS_1