MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 22


__ADS_3

" begitu yaa" sahut pak Yudha menganggukkan kepalanya dengan tanda mengerti.


" iya, kalau begitu sampai jumpa nanti" sahut Safira yang sopan dan tidak mau berbasa - basi dengan pemilik apartemennya.


" tunggu " sahut pak Yudha yang menghentikan Safira yang mengambil botol plastik itu, dan dengan sigap Safira langsung bangun dan menoleh ke arahnya.


" iya?" sahut Safira bertanya ke pak yudha.


" kamu yang membersihkan kamar mandi" sahut pak Yudha bertanya ke Safira.


" iya, saya yang membersihkannya karena saya melihat lantai kamar mandi sudah licin jadi saya membersihkannya.


" jadi aku melakukannya akhir pekan lalu" sahut Safira yang memberi tahu pak Yudha Kapan ia membersihkan kamar mandi.


" hmmm" sahut pak Yudha yang mengerti.


" ohhh apakah saya harus meminta izin kepada mu terlebih dahulu?" sahut Safira yang takut akan pemiliknya.


" tidak, bukan begitu maksud ku" sahut pak Yudha yang salah kata.


" kamu juga yang membersihkan yang membersihkan jendela di ruang tengah?" sahut pak Yudha yang bertanya pada Safira.


" iya sebenarnya, sebelum aku menulis " sahut Safira yang mau melanjutkan perkataannya tapi langsung di potong.


" begitu yaaa " sahut pak Yudha yang langsung menunduk.


" ngomong - ngomong " sahut pak Yudha yang langsung to the point.


" kenapa kamu mencium ku pada hari itu" sahut pak Yudha yang bertanya pada Safira.


" dia gila?" sahut batin Safira dan ia hanya bisa bengong pada saat pak Yudha bertanya padanya.


" adik ku bilang dia akan pulang ?" sahut ibu yang sedang berjemur di bawah matahari.


" hei " sahut bapak - bapak yang sedang berpapasan.


" hei, senang bertemu dengan mu" sahut bapak - bapak yang sedang berjabat tangan.


" ke.... kenapa kamu menanyakan hal itu?" sahut Safira yang terbata - bata serta gugup campur aduk.


" itu sangat penting bagi ku untuk mencari tahu kenapa kamu mencium ku ?" sahut pak Yudha yang datar namun menyeramkan.


" maksudku kenapa kamu tinggal dengan ku" sahut pak Yudha yang menjelaskan.


" itu tetap saja tidak akal" sahut Safira yang salam menjawab pertanyaan dari pak Yudha.

__ADS_1


" ku rasa kita tidak bisa berbicara Sekarang" sahut Safira yang takut pak Yudha bertanya yang aneh - aneh.


" harusnya kamu lakukan yang terbaik" sahut wanita tua yang sedang berbicara dengan suaminya.


" caranya bukan seperti itu " sahut pria tua itu ke istrinya.


" lihat disini, lihat ini" sahut ibu - ibu yang sedang mendaur ulang sampah plastik.


" apa kamu sudah mengeringkan semua cabai " sahut ibu berambut pendek yang bertanya pada ibu yang memakai switer pink.


" sudah baru saja mau Ku giling sebentar" sahut ibu switer pink dan di balas dengan senyuman.


" oh baiklah" sahut pak Yudha yang mau pergi ke kantor.


" itu cukup untuk tahun ini" sahut ibu berambut pendek ke ibu yang memakai switer pink.


" kalau begitu saya pergi dulu " sahut pak Yudha ke Safira.


" bukankah warnanya bagus " sahut ibu switer pink yang bertanya tentang cabai yang ia beli.


" iya " sahut ibu berambut pendek yang tersenyum.


pak Yudha yang tadinya mau pergi tapi ia penasaran dengan lanjutan dari omongan Safira, jadi sekarang Meraka berdua berada di taman dekat dengan apartemen mereka.


" kamu bisa membicarakannya sekarang " sahut pak Yudha yang memulai obrolan mereka berdua.


" begini " sahut Safira yang takut akan perkataannya dan ia ragu - ragu akan mulai dari mana.


" sejujurnya, aku hanya ingin melakukannya " sahut Safira yang mulai keringatan karena gugup.


" apa, kamu hanya ingin melakukannya" sahut pak Yudha yang langsung geram dengan jawaban Safira.


" i... iya" sahut Safira yang mulai terbata - bata akan mencari jawaban dari pertanyaan pak Yudha.


" iya, karena aku belum pernah berpacaran" sahut Safira yang langsung menghela nafas panjang yang menjawab pertanyaan pak Yudha tanpa melihatnya.


" jadi, aku belum pernah mencium siapa pun " sahut Safira yang menjelaskan tentang kehidupannya.


" dan juga hubungan ku dengan orang yang ku suka juga tidak lancar " sahut Safira ke pak yudha.


" iya aku tahu itu" sahut pak Yudha yang langsung melipat kedua tangannya serta anggukan dengan tanda mengerti.


" lagi pula itu akan terjadi, dan kita juga bisa mengencani seseorang saat kita punya uang dan waktu" sahut Safira yang memberi tahu ke pak yudha karena hampir setiap hari ia tidak punya banyak waktu karena menulis cerita.


" dan aku tidak memiliki keduanya" sahut Safira yang sekarang ini tidak memiliki kedua - duanya saat ini.

__ADS_1


" biasanya kita harus mengencani seseorang untuk berciuman, tapi ku rasa itu tidak akan terjadi dalam hidup ku" sahut Safira yang menyerah karena tidak mempunyai pacar.


" itulah yang ku pikirkan, lalu tiba - tiba .... " sahut Safira ke pak yudha tapi langsung saja pak Yudha memotong pembicaraan Safira dan langsung ngomong.


pak Yudha yang mau ngomong tapi Safira langsung menyambar ngomong cepat.


" aku berpikir , kenapa aku tidak punya kesempatan untuk mencium seseorang" sahut Safira ke pak yudha.


" kira - kira itulah alasaku melakukannya" sahut Safira yang langsung merapikan poninya.


" ku rasa itu " sahut Safira yang melihat pak Yudha yang langsung memengang Dadanya.


" aku merasa seolah - olah aku gila, setelah mengatakan itu" sahut Safira yang hanya tertunduk malu.


" apa kamu tidak mengerti perkataan ku ?" sahut Safira yang bertanya pada pak Yudha.


" tidak aku mengerti, aku benar - benar mengerti apa pun alasan mu" sahut pak Yudha yang sigap menjawab pertanyaan Safira.


" su .... sungguh?" sahut Safira yang terbata - bata.


" iya, ada yang harus aku korbankan dalam sebuah hubungan" sahut pak Yudha yang langsung menoleh ke arah Safira.


" entahlah itu adalah uang, waktu atau apa pun" sahut pak Yudha ke Safira.


" apa kamu ingin mendapatkan hasil tanpa harus berkorban" sahut pak Yudha yang bertanya pada Safira.


" karena itu kamu mencium ku" sahut pak Yudha yang memetik jarinya.


" benar " sahut Safira yang langsung mengangguk dengan cepat dan langsung membulatkan matanya.


" itulah maksud ku" sahut Safira yang langsung membulatkan matanya.


" dan kamu juga tidak menyukai hubungan percintaan" sahut pak Yudha yang menunjuk ke arahnya.


" tidak maksud ku seperti ini, saya itu hampir setiap hari mendapat masalah jadi kalau saya menjalin hubungan percintaan maka saya akan mendapatkan masalah lebih banyak lagi" sahut Safira yang melambaikan tangannya dengan tanda tidak suka.


sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta tip yaaaa. dan jangan lupa jaga kesehatan di masa pandemi ini.


jangan lupa follow


ig: aprihl.ll


tik tok: Aprianibasir


terimakasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2