MENIKAHI WANITA KAYA

MENIKAHI WANITA KAYA
episode 56


__ADS_3

" agar bisa mengatakan apa yang mereka mau beli ini apakah baik atau tidak, dan saat sesi - sesi seperti ini kedua kekasih saling berinteraksi satu sama lain" sahut pak Aldi yang memperjelas kembali perkataannya agar Maruf lebih mengerti maksud dari perkataan perempuan.


Maruf yang mendengarnya hanya bisa bengong dan hanya bisa mengatakan ia - ia saja.


" tapi selalu saja saat berinteraksi pasti dari salah satu kedua pihak sedang berbincang, dan terkadang juga mereka akan menjadi kuat " sahut pak Aldi yang sedikit membuat gerakan agar Maruf mengerti.


" tapi mereka selalu berputar - putar terkadang itu sangat kuat dengan rasa yang sangat manis" sahut pak Aldi yang memutar - mutar kedua tangannya.


" pada akhirnya, dia itu juga bisa membuat mu menjadi gila, dan dengan penjelasan saya tadi apakah kamu mengerti?" sahut pak Aldi yang sedikit berteriak di saat - saat terakhir pembicaraannya.


" apa kamu mengerti dengan semua penjelasan saya?" sahut pak Aldi yang bertanya pada Maruf apakah ia paham dengan penjelasannya.


belum saja Maruf menjawabnya, Langsung saja pak Aldi melanjutkan perkataannya.


" karena itu orang seperti mu ini selalu saja gagal" sahut pak Aldi yang memukul meja dengan tangannya tapi dengan sedikit kekuatan.


" kamu hebat sekali" sahut Maruf yang takjub dengan perkataan - perkataannya yang pak aldi jelaskan, dan seketika Maruf menjadi bodoh saat mendengar perkataannya pak Aldi.


" berkencan tidak perlu dengan penampilan tapi, dengan keterampilan" sahut Maruf sedikit mengerti, dan langsung menepuk kedua tangannya dan juga memberi kedua jempolnya pada pak Aldi.


" kita juga bisa kekencangan dengan dengan penampilan " sahut pak Aldi keren dengan kata - katanya barusan.


" kamu mengenal ku kan, saya Aldi Pratama" sahut pak Aldi yang memperkenalkan dirinya.


" aku si sakti Aldi Pratama" sahut pak Aldi yang memandang ke arah pintu luar kafe.


" aku sehebat itu" sahut pak Aldi yang menuangkan minuman pada gelas.


" iya si sakti Aldi Pratama " sahut Maruf yang menepuk kedua tangannya dan tak lupa juga Maruf memberikan kedua ancungan jempolnya.


safira yang merasa sudah lelah jadi pak Yudha dan safira pun pulang ke apartemen.


saat sudah sampai safira langsung minum karena semasa perjalanan pulang ia merasa kehausan.


safira yang sudah selesai dengan minumnya safira pun langsung menaruh segelas air untuk pak Yudha karena pak Yudha sedari tadi hanya menundukkan kepalanya saat sampai safira selesai minum.


" silahkan minum airnya" sahut safira yang menyodorkan segelas air putih untuk pak Yudha minum .


" terima kasih " sahut pak Yudha yang menerima airnya dari safira.

__ADS_1


dan pada saat pak Yudha mau meminum airnya pak Yudha seketika mengingat kembali saat - saat safira menendangnya saat itu.


" a.... a... aku....aku tidak akan membiarkan tangan putri anda basah " sahut pak Yudha yang berteriak pada ayah .


pak Yudha yang mendengar perkataannya hanya bisa menutup matanya saat ia mengingat masa - masa ia pergi ke rumah ayah mantunya.


" air " sahut pak Yudha yang menutup matanya dan memengang segelas air di tangannya.


safira yang melihat pak Yudha hanya bisa duduk diam dan menutup matanya sedari tadi mereka pulang dan sampai sekarang ia pun berniat bertanya pada pak Yudha.


" apa lutut mu baik - baik saja ?" sahut safira bertanya pada pak Yudha karena ia takut lututnya pak Yudha sakit atau berdarah.


pak Yudha yang mendengar safira bertanya padanya, langsung saja ia menoleh ke safira dengan kepala berat.


" aku sebenarnya tidak ingin kejadian seperti itu" sahut safira yang bermaksud meminta maaf akan kejadian tadi.


" tapi jika ayahku membalikkan meja, maka percakapan kita akan berakhir hari ini juga. jadi aku tidak bisa menghentikannya" sahut safira yang membuat mukanya dengan tampak sedih.


" tapi dengan cara itu dia mempercayai mu, dan pada akhirnya itu bukan " belum saja safira melanjutkan perkataannya pak Yudha langsung menambahkan perkataannya.


" aku ingin tahu siapa yang membuat ungkapan itu " aku tidak akan membuat tangan putri anda basah, apa itu mungkin ?" sahut pak Yudha yang bingung dengan perkataannya tadi.


pak Yudha yang menoleh ke arah safira dengan mata malas.


' itu yang paling tidak aneh " sahut pak Yudha yang langsung menaruh gelas air minum tadi dan juga ia belum sempat minum dan langsung pergi dalam keadaan marah.


" selamat malam" sahut safira yang melihat pak Yudha sudah masuk ke kamarnya dan mengucapkan selamat malam pada pak Yudha.


" ku harap ini bisa membantu, safira " sahut safira yang membaca pesan baru dari masnun.


safira yang membacanya hanya bisa menarik napas berat dan berkata.


" dia benar" sahut safira yang mematikan telponnya dengan segera tidur.


tapi saat ia mau menaruh hpnya tiba - tiba ada satu pesan masuk di hpnya, dan ia pun langsung membuka pesan itu dengan cepat.


" bagaimana pertemuannya?" sahut Masnun yang bertanya pada safira.


( yak pesan itu dari Masnun pacarnya Maruf).

__ADS_1


" berkat kamu semua berjalan dengan lancar, terima kasih bantuannya" sahut safira yang mengirim pesan pada Masnun.


" safira, hari ini aku sedih sekali" sahut Masnun yang mengirim pesan pada safira dalam keadaan cemberut.


" aku tadi bertengkar lagi dengan Maruf " sahut Masnun yang memberitahu alasannya kenapa ia sedih.


" kenapa?" sahut safira bertanya pada Masnun bagaimana ia bisa sedih.


" entahlah, tapi bagaimana aku sangat lelah" sahut Masnun yang merasa capek akan hari - harinya.


" aku ingin mengakhiri semua ini " sahut Masnun yang mau putus dengan Maruf akan tingkahnya yang membuat Masnun tidak menyukainya.


" aku akan menemui mu besok, kita makan bersama" sahut safira yang membuat alasan yang tepat agar Masnun mau mengikuti kemauannya.


safira pun langsung menaruh hpnya di meja tidur dan langsung tidur.


tapi beda lagi dengan masnun, ia hanya bisa melihat Maruf dari wallpaper ya dengan tulisan " sayang" .


tidak lama safira memandangi hpnya, tiba - tiba Maruf membuka pintu dan langsung masuk.


masnun yang mengetahui Maruf masuk ke dalam rumah, langsung menaruh hpnya dengan cepat dan tertidur dengan berpura - pura.


Maruf yang masuk ke dalam rumah langsung melihat masnun. dan matanya langsung tertuju pada 3 kaleng minuman serta beberapa makanan dalam 1 plastik hitam dan putih.


Maruf pun langsung membuka jaketnya, dan ikut tidur bersama Masnun di atas kasur.


tapi pada saat Maruf mau tidur ia memegang bahu Masnun dan mendekat ke arah Masnun dan berkata.


" apa kamu sudah tidur masnun?" sahut Maruf yang bertanya pada masnun.


melihat Masnun tidak ada balasan langsung saja Maruf berkata.


" maafkan aku" sahut Maruf yang meminta maaf pada masnun.


sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta tip yaaaa.


maaf yaa baru bisa upload soalnya pekerjaan sekolah numpuk ( hihihi ☺️ ) .


terimakasih ❤️

__ADS_1


selamat membaca 🙏


__ADS_2