
pada saat Safira mau keluar dan jalan tiba - tiba ada yang menelponnya, dia adalah pemilik apartemen rumah itu.
udha, pemilik semang ku" panggilan yang masuk.
" hallo" sahut Safira dengan suara pelan.
" hallo" sahut si penelepon.
pak Yudha pun langsung gesit keluar dari pintu belakang dan tanpa sepengetahuan Safira orang asing itu sudah ada di depannya.safira pun mengetahui kalau ada orang di belakangnya langsung ia membalikkan badannya ke pria asing itu.
" kamu Safira Muliati?" sahut pak Yudha bertanya pada Safira.
" iya?" sahut Safira yang ketakutan dengan pria asing itu.
di sebuah rumah yang indah dan asri, ada seorang wanita sedang memainkan hp sambil berbaring di kasur. dan ada juga seorang pria sedang berada di dapur sedang memasak air panas yang nnti akan di kasih ke wanita tadi yang sedang memainkan HP-nya.
" aduh.. aduh... panas" sahut pria itu yang memegang handuk putih yang sudah terkena air panas.
" baiklah, senang bertemu dengan mu" sahut wanita itu ke penelpon.
" berikan kakimu" sahut pria itu mengambil kaki wanita agar mengompres kakinya.
" sekarang kita akan" sahut wanita itu yang mau melanjutkan obrolannya tapi tiba - tiba pria itu mengangkat kakinya dan langsung bertanya.
" sedang apa kamu? kaki ku bau" sahut wanita itu yang tidak mau pria itu mencium kaki baunya.
" aku sudah menciumnya selama 7 tahun, berarti bukan sesuatu yang baru" sahut pria itu yang menarik kakinya supaya ia bisa di kompres.
" lihat tegang sekali" sahut pria itu yang melihat lutut wanita itu sangat tengang.
wanita itu yang perhatian dengan ya langsung saja tersenyum ke pria itu.
" apa ku bilang? seharusnya kamu istirahat dan dan duduk di toilet" sahut pria itu yang memberi peringatan ke wanita itu.
" ahh benar, apakah hari ini" sahut wanita itu yang meminta laki - laki itu untuk melanjutkan perkataannya.
" hari ini? ada apa dengan hari ini" sahut laki - laki yang kebingungan dengan perkataan wanita yang di depannya.
" apa hari ini, hari istimewa" sahut pria itu bertanya.
" tidak itu lupakan saja, itu kemarin" sahut masnun ( ya wanita itu adalah Masnun ) dengan suara lembut dan pelan.
" kemarin? tidak mungkin kemarin" sahut Maruf ( ya pria itu adalah Maruf) yang dia buat bingung oleh pacarnya Masnun.
" aku sudah memeriksanya dan hari ini bukan hari jadi atau apa pun" sahut Maruf yang mengingat kalau hari ini bukan hari tanggal jadian mereka.
__ADS_1
" hari ini bukan hari jadian kita" sahut Masnun yang tersenyum.
" jadi hari ini menstruasi ku " sahut masnun yang membisikkan ke telinga Maruf.
Maruf yang mendengarnya pun langsung bosan dan tadinya Maruf mengurut kaki Masnun langsung ia melepaskannya dan berkata.
" hei Masnun" sahut Maruf yang memanggil nama Masnun.
" apa ? " sahut Masnun yang bertanya ke Maruf, apakah ucapannya salah.
" kenapa tidak bilang lebih cepat? dasar " sahut Maruf yang langsung membuka celananya dan langsung naik ke kasur bersama Masnun.
" ahhh kemarilah " sahut Masnun yang bersemangat dan sambil tepuk tangan.
" aku senang sekali astaga" sahut Masnun yang langsung membuka baju Maruf.
" kamu tidak boleh bekerja" sahut Maruf yang sudah ada di atas Masnun.
" dengan senang hati" sahut Masnun yang masih membuka baju Maruf.
baru saja Maruf mau mencium bibir Masnun tapi tiba - tiba ada yang menelpon.
" tunggu" sahut Maruf yang langsung memberhentikan mulutnya untuk mencium bibir Masnun dan langsung mengambil hp yang berdering.
" apa? "sahut Masnun yang menyuruh Maruf untuk Bangun.
Maruf pun mengambil hp milik Masnun dan memberikan kepadanya.
" hallo Safira" sahut Masnun yang malas.
" hallo" sahut Maruf ke penelpon.
" kita dalam masalah besar, kenapa teman serumahnya perempuan?" sahut pak Aldi yang memberi tahu ke Maruf, kenapa memasukkan Safira ke apartemennya pak Yudha.
" apa? apa maksudmu?" sahut Maruf yang jadi bingung.
" apa ? kenapa induk semangnya pria? " sahut Masnun yang kaget dan langsung menatap ke arah Maruf.
" Safira Muliati" sahut pak Aldi yang baru melihat foto profil dari Safira dan juga data dirinya.
" kamu bilang namanya Fira dan dia tampan" sahut pak Aldi yang menaruh hpnya di meja dan memulai obrolan mereka berdua.
" dan kamu bilang dia tidak merokok" sahut pak Aldi yang memulai obrolan.
" iya, Fira dia tampan kan" sahut Maruf yang memperlihatkan foto profil Safira yang tomboy.
__ADS_1
" apa kamu bergurau" sahut pak Aldi ke Maruf.
" bukan kamu yang bergurau? kamu bilang namanya Yudha orang pendiam dengan kucing yang lahir tahun 1980" sahut Maruf menjelaskan siapa pemilik apartemen itu.
" kamu Bilang dia berdiri di samping mu" sahut Maruf yang memperlihatkan foto semua karyawan pak Aldi.
" benar, dia sangat diam dan punya kucing" sahut pak Aldi yang ngegas.
" dia berdiri tepat berada di samping ku, nama dia Yudha" sahut pak Aldi yang menunjuk ke foto pak Yudha yang berada di sampingnya.
" itu jelas - jelas benar Yudha" sahut pak Aldi ke Maruf dengan menunjuk ke foto Yudha.
" hei, tidak ada yang menduga seorang pria pendiam memelihara seekor kucing" sahut Maruf yang menjelaskan.
" lalu siapa yang menduga kalau wanita tampan merokok? " sahut pak Aldi yang membuat Maruf juga ikut bingung.
"kita dalam masalah besar" sahut pak aldi yang memukul meja dengan kekuatan kecil.
" astaga, tamatlah riwayat kita" sahut pak Aldi dengan nada berat dan tanpa melihat ke arah Maruf.
" iya, baiklah " sahut Safira dengan nada datar.
" Yudha bimaskoro" sahut Safira yang memegang kartu nama pak Yudha.
di sisi lain pak yudha juga memegang kartu nama Safira. mereka berdua yang tadinya di luar sekarang sudah duduk di sofa dengan jarak 1 meter.
" ini" sahut Safira yang memberikan kartu nama itu ke pemiliknya.
" mereka bilang mereka akan mengutusnya" sahut Safira dengan perkataan yang tertuju pada Masnun dan Maruf.
" mereka bilang minta maaf yang sebesar-besarnya" sahut Safira yang meminta maaf atas nama temanya.
" bagaimana mereka bisa mengusutnya" sahut pak Yudha bertanya ke Safira dengan nada datar.
" kita yang berada dalam situasi ini" sahut pak Yudha dengan menjawab pertanyaan dari Safira dengan tanpa melihatnya.
" kamu benar, dan saat aku lihat fotomu aku kira kamu perempuan" sahut Safira yang memberi tahu kalau hari itu Masnun memberikan foto semua karyawan pak Aldi, jadi Safira mengira kalau wanita satu - satunya itu adalah pemilik apartemen.
sampai di sini dulu ya kawan - kawan jangan lupa beri komentar yang mendukung serta positif dan juga like serta tip yaaaa. jangan lupa Jaga kesehatan di masa pandemi ini.
jangan lupa follow
ig: Aprihl.ll
tik tok: Aprianibasir
__ADS_1
terimakasih ❤️